
Setelah beberapa menit di perjalanan,akhirnya Meca dan Bimo sampai di tempat tujuan mereka yaitu rumah Bimo.
Saat baru menapakkan kaki di depan rumah Bimo,Meca sudah takjub karena rumah Bimo yang sangat mewah.
Ia merasa seperti memasuki hotel berbintang 5 saja.
Mulut Meca terus menganga sambil melihat tampilan rumah Bimo yang mewah.
Bimo pun menatap Meca dengan heran. Ia bingung mengapa Meca terus bengong.
"Eh...kenapa malah bengong? Apa rumah gue ada setannya,terus Elo bisa lihat. Mana setannya?" Tanya Bimo.
"Apaan sih Kak...gue tuh bukan bengong tapi gue tuh takjub soalnya rumah Kakak itu kayak rumah yang ada di tv gitu. Ini beneran rumahnya Kakak?" Tanya Meca.
"Oh...katrok banget sih Elo." Ejek Bimo pada Meca.
"Hiiiih....gue tuh sebelumnya nggak pernah masuk ke rumah mewah kayak gini. Ya,maklum lah kalau gue takjub kayak gini. Tapi,ini beneran rumahnya Kakak kan?" Tanya Meca sekali lagi pada Bimo karena tak percaya kalau rumah semewah ini adalah rumahnya.
"Iya...Meca. Ini rumah gue....Kalau nggak percaya cek aja sertifikat rumah gue." Jawab Bimo.
"Enggak usah lah....gue udah percaya." Timpal Meca.
"Ya udah lah. Ayok,masuk." Ajak Bimo lalu menggandeng tangan Meca.
Meca pun menuruti ajakan Bimo. Ia juga penasaran seperti apa dalam rumah Bimo kalau luarnya saja sudah terlihat mewah.
Bimo pun membuka pintu rumahnya.
Lalu Bimo langsung membawa Meca ke ruang keluarga untuk mempertumukannya dengan orang yang pernah Meca tolong.
Meca pun hanya menuruti kemana saja Bimo membawanya. Meca sambil melihat-lihat interior rumah Bimo di setiap sudut ruangan yang terlihat bagus dan tertata rapi.
"Ma....aku pulang. Sini deh Ma...aku bawa calon menantu." Teriak Bimo pada Ibunya yang berada di depan televisi.
Meca langsung membelalakkan matanya setelah mendengar Bimo yang mengatakan pada Ibunya jika Ia adalah calon menantu.
"Kak, kalau ngomong jangan sembarangan!! Kata Meca dengan kesalnya sambil menyenggol lengan Bimo dengan pelan.
Bimo pun hanya melemparakan senyuman tanpa bersalah pada Meca.
Mendengar teriakan anaknya,Ibu Bimo pun langsung menghampiri Bimo dan Meca.
"Siapa pacar kamu?" Tanya Ibu Bimo dengan penasarannya.
Meca merasa heran,setelah mendengar suara dari Ibunya Bimo. Ia merasa pernah mendengar suara yang ramah lembut itu.
Karena penasaran,Meca mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Ibu Bimo.
Meca tiba-tiba sangat terkejut setelah melihat wajah Ibu Bimo.
Ia seperti mengenalnya,tetapi Meca tidak bisa memikirkan dimana Ia pernah bertemu Ibunya Bimo.
Sama halnya dengan Meca,Ibu Bimo pun sama-sama terkejut setelah melihat wajah Meca.
Tetapi Ia sangat ingat betul dimana Ia bertemu Meca karena Meca adalah orang yang pernah menolongnya saat Ia dijambret.
"Nak Meca kan ini?" Tanya Ibu Bimo dengan semangantnya karena dapat bertemu dengan orang yang sebaik Meca.
"Bagaimana ibu bisa tahu nama saya?Apa ibu pernah bertemu dengan saya? Saya juga merasa pernah ketemu Ibu,tetapi nggak tahu dimana." Kata Meca.
"Ya ampun masa kamu lupa? Ibu itu pernah kejambret di halte,terus yang nolongin ibu itu kamu." Jelas Ibu Bimo.
Mendengar penjelasan Ibu Bimo,Meca pun langsung mengingat kejadian yang dimaksud oleh Ibunya Bimo.
Cukup lama berfikir,Meca pun akhirnya teringat dengan Ibu Bimo.
"Oh...Ibu Vina ya?" Tanya Meca.
"Iya. Kok kamu bisa lupa gitu?" Tanya Ibu Vina.
Meca pun hanya tersenyum malu pada Ibu Vina.
"Jadi,orang yang mau Kakak tunjukkin ke aku itu Ibunya Kakak?" Tanya Meca pada Bimo.
"Iya. Gue seberanya udah tau dari dulu kalau yang nolong Ibu gue itu Elo,tapi gue diem aja.
Kebetulan gue tadi kepikiran untuk nemuin kalian berdua,ya udah..gue bawa aja Elo ke rumah gue." Jelas Bimo pada Meca. Ibunya juga ikut mendengar penjelasan anaknya itu.
Supaya lebih mengerti detail dari episode ini baca episode yang judulnya "Kehadiran Laki-Laki" dan "Bertemu Lagi".