ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 113



Matahari memancarkan sinarnya ke bumi.


Begitu sinarnya muncul,seakan-akan mengkode manusia untuk segera bangun dari tidur lelapnya.


Sinarnya menembus jendela setiap rumah manuisa,begitu juga dengan jendela kamar Meca.


Sinarnya yang menyilaukan mata,membuat Meca membuka matanya.


Tidak hanya sinar matahari saja yang membuatnya bangun,jam beker yang ada di samping tempat tidurnya pun juga membangunkannya karena mengeluarkan suara bunyi yang cukup nyaring.


Kring...kring...kring...


Mendengar jam bekernya berbunyi,Meca pun mengangkat tangan kirinya lalu mengarahkannya ke arah jam beker dan mematikan jam beker tersebut.


Setelah itu,Meca pun beranjak dari tidurnya lalu duduk.


"Gue siap menjalani hari ini dengan bahagia." Gumam Meca sambil tersenyum senang.


Meca begitu bahagia hari ini,karena hari yang Ia tunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini,Ia akan camping di tempat favoritnya yaitu pegunungan.


Setelah beranjak dari tidurnya,Meca segera mengambil handuk dan segera mandi.


Setelah beberapa menit di kamar mandi,Ia pun keluar lalu menyiapkan dirinya mulai dari berpakaian dan berdandan kala kadarnya.


Selesai sudah Meca bersiap diri,Ia pun lalu segera keluar dari kamar tetapi sebelum itu,Ia mengambil tas yang isinya pakaian,makanan ringan dan perlengkapan yang harus dibawa camping lainnya.


Setelah semua siap,Ia pun keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju tempat makan.


Di tempat makan,sudah ada ibunya yang tengah mempersiapkan piring di atas meja.


Meca pun menghampiri Ibunya lalu membantunya untuk mengambil makanan di dapur lalu disiapkan ke meja makan.


Setelah semua siap,Ibunya Meca dan Meca pun duduk saling berhadapan untuk segera sarapan.


Keadaan hening seketika saat Ibunya Meca dan Meca mulai makan.


Sampai ketika Ibunya Meca melihat tas anaknya itu sangat berisi,tidak seperti biasanya yang terlihat menyusut.


Karena penasaran,Ibunya Meca pun bertanya pada Meca.


"Itu tas kamu isinya apa? Kok kayak banyak gitu isinya?" Tanya Ibunya Meca.


Meca pun menghentikan makannya lalu menoleh ke arah tas yang Ia taruh di sampingnya tersebut.


"Oh..itu bu..aku mau camping hari ini,jadi aku bawa banyak barang." Jawab Meca.


"Camping? Kamu punya uang untuk pergi kesana?" Tanya Ibunya Meca.


"Oh...gitu. Eh..kamu udah punya bekal makanan belum kesana?" Tanya Ibunya Meca.


"Udah bu...aku kemarin beli makanan ringan di toserba." Jawab Meca.


"Ya udah nanti hati-hati ya..disana." Ucap Ibunya Meca.


Meca pun hanya menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan sarapannya,begitu juga dengan Ibunya.


******


Sekitar jam 07.00 pagi,Meca pun berangkat ke kampusnya.


Tertulis di kertas pengumuman itu,jika semua orang yang ingin ikut camping harus ke kampus lalu berangkat bersama menggunakan bis.


Meca pun berangkat lebih awal karena tidak mau terlambat semenit pun di hari yang Ia tunggu ini.


Setelah beberapa menit,Meca pun akhirnya sampai di kampusnya.


Meca melihat halaman kampus dipenuhi oleh bis dan orang-orang kampus yang berdatangan.


'Teman-teman semua ini waktunya untuk kita segera berangkat,ayo semua segera masuk ke bis masing-masing'


Bunyi pengumuman dari seorang laki-laki yang mungkin ketua pelaksana camping menggema di seluruh halaman kampus.


Setelah mendengarkan pengumuman tersebut,orang-orang di kampus segera berhamburan untuk memasuki bis dan mencari teman-teman mereka untuk dibawa ke bis yang sama.


Sementar orang-orang di kampus sedang ribut,lain halnya dengan Meca. Ia malah bingung dan tidak tahu harus naik bis yang mana,apalagi Ia juga tak punya teman yang banyak di kampus ini.


Meca terus melihat kanan dan kiri sambil melihat bis mana yang akan Ia masuki nanti.


Sampai ketika,ada seorang laki-laki yang menghampirinya.


"Mec,ayo naik bis sama gue." Ajak laki-laki itu pada Meca.


Meca pun menoleh ke arah laki-laki yang sedang mengajak Ia bicara tersebut.


Setelah Ia menoleh,ternyata laki-laki itu adalah Rengga.


"Eh..elo. Iya ayok..gue juga bingung mau sama siapa." Jawab Meca.


Rengga pun sangat senang karena kali ini Meca tidak menolak ajakannya.


Sebelumnya Meca selalu menolak jika Ia ajak,misalnya ajakan pulang bersama.


Tetapi kali ini Meca mau menerima ajakannya,Rengga tidak bisa menyiaka-nyiakan kesempatan ini untuk menghabiskan waktu bersama Meca.