ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Kehadiran laki-laki



Hari ini matahari sangat terik. Tak tau kenapa padahal bukan jam 12 siang.


Sekitar jam 11 siang Meca keluar dari tempat kerjanya atau toserba. Ia langsung bergegas pergi menuju kampusnya. Sebenarnya jam masuk kampusnya masih jam setengah 12 tapi ia sudah berangkat lebih awal. Ia tidak ingin terlambat seperti hari pertama ia masuk. Perjalanan menuju kampus dari tempat kerjanya atau toserba lumayan jauh kira-kira memakan waktu 15 menit kalau itu berkendara naik motor atau kendaraan lainnya. Tetapi Meca tak punya kendaraan dan ia harus berjalan menuju halte untuk naik bus. Maka dari itu ia berangkat 30 menit lebih awal.


Walaupun panas terik seperti ini Meca tak mengeluh. Ia harus tetap menjalankan kewajibannya.


Sesampainya di halte bus,tiba-tiba Meca mendengar ada yang minta tolong.Meca pun langsung menghampirinya.


"Ibu, ada apa?" Tanya Meca pada ibu-ibu yang minta tolong.


"Itu tas ibu dijambret."Jawab ibu-ibu yang tasnya dijambret dengan nada takut.


"Jambretnya yang makai jaket hitam tadi bu?" Tanya Meca pada Ibu yang dijambret.


"Ya nak."Jawab ibu tadi.


Seketika Meca langsung lari mengejar jambret itu. Meca menoleh kekanan kekiri melihat kemana maling tadi lari. Meca pun melihat maling itu lari ke dalam gang sempit. Ia berlari menghampirinya.


"Hei sialan Elo."Seru Meca pada maling itu dengan nada marah.


Waktu Meca berteriak maling itu tidak lari malah menunggu Meca yang akan menghampirinya.


"Maling itu nggak lari, kayaknya dia nggak takut sama gue." Batin Meca


"Hei lo balikin tas ibu itu." Perintah Meca pada maling itu.


"Eh Elo siapa nyuruh-nyuruh gue,emangnya Elo polisi?" Tanya maling itu dengan nada meremehkan.


Meca pun tak mau banyak bicara. Seketika Meca langsung menendang alat ******** maling itu. Kebetulan sekali maling itu pria,jadi ia tau kelemahan seorang laki-laki dimana.


Maling itu pun kaget sekaligus kesakitan dan ini kesempatan Meca untuk mengambil tas ibu tadi.


Ia pun lari dengan kencang supaya maling itu tidak dapat mengejarnya. Meca menoleh kebelakang dan ternyata maling tadi sempat mengejar Meca.


Tiba-tiba kaki Meca menyandung bebatuan yang ada di jalan dan ia pun jatuh tersungkur. Maling itu akhirnya berhasil mengejarnya.


"Eh Elo itu jadi cewek nyusahin banget. Sana Elo pergi aja!! Dan balikin tas itu sama gue ketimbang Elo nanti gue bunuh sama pisau ini." Perintah maling itu pada Meca dengan mengeluarkan pisau dari saku celananya.


Meca teringin mengembalikan tas ibu itu,tetapi ia tak tau harus apa. Kalau lari pun pasti maling itu dapat mengejarnya apalagi kakinya sekarang keseleo karena tersandung batu tadi. Ia sebenarnya ingin melawan maling itu,tapi ia tak bisa bela diri.


Maling itu semakin mendekati Meca sambil membawa pisau yang berhasil membuat Meca takut. Meca pun menutup matanya.


Tiba-tiba Meca mendengar suara orang jatuh. Saat ia membuka mata,ia melihat laki-laki tinggi sedang berkelahi dengan maling tadi. Laki-laki itu menendang,meninju dengan sangat cekatan dan lincah. Sampai akhirnya maling itu kalah dan lari.


Laki-laki itu pun menghampiri Meca dan berjongkok melihat Meca yang sedang duduk tersungkur.


"Elo nggak papa?"Tanya laki-laki itu pada Meca.


Meca menjawab dengan tolehan kepala yang artinya ia tidak apa-apa.


"Eh bentar gue kayak pernah kenal Elo deh. Owh Elo kan cewek yang mukul meja di kampus kemarin kan?"Tanya laki-laki itu pada Meca.


Meca menjawab dengan anggukan kepala.


"Eh lo bisu ya?"Tanya laki-laki itu.


"Hei." Jawab Meca dengan nada marah.


"Maaf-maaf,gue kira lo nggak bisa bicara soalnya Elo cuma jawab pertanyaan gue dengan gerakan kepala."Kata laki-laki itu sambil tersenyum pada Meca.


"Makasih dah nolong gue." Kata Meca dengan nada datar.


"Ya sama-sama." Kata laki-laki itu dengan ramah.


Laki-laki itu menjulurkan tangan ke Meca untuk membantu Meca berdiri.


Tetapi Meca tak meraih tangan laki-laki itu dan berusaha berdiri sendiri.


Laki-laki itu pun sontak kaget dengan perilaku cewek yang ditemuinya itu. Laki-laki itu menarik kembali tangannya dengan wajah kecewa. Mungkin baru pertama kalinya laki-laki itu ditolak sama perempuan.


Meca segera bergegas meninggalkan laki-laki itu tanpa sepatah kata pun.


"Cewek unik."Kata laki-laki tadi sambil tersenyum miring.


Meca berjalan menuju halte tadi untuk menemui ibu tadi.


"Ibu ini tasnya." Kata Meca pada ibu yang kejambretan tadi.


"Makasih nak. Kamu emang anak yang baik banget." Puji ibu itu sambil memegang tangan Meca.


"Ya bu sama-sama."Kata Meca dengan ramah.


"Eh tapi kamu nggak papa kan?"Tanya ibu itu.


"Nggak papa kok bu,nggak ada yang luka cuma kaki agak sakit dikit tapi nggak masalah kok." Jawab Meca pada Ibu itu.


"Ini Ibu kasih kamu uang nanti uang ini bisa buat kamu berobat."Kata ibu itu dengan menyodorkan uang pada Meca.


"Eh nggak usah bu saya nggak papa kok lagi pula, saya juga ikhlas nolong ibu."Kata Meca dengan ramah.


"Ya ampun kamu memang anak yang baik banget." Puji ibu itu pada Meca dengan tersenyum.


Meca pun hanya tersenyum menanggapi pujian dari Ibu itu padanya.


Sekejap,Ia teringat jika Ia tadi sedang menunggu bis untuk pergi ke kampus.


Karena tadi,Ia cukup lama berurusan dengan maling itu,Ia khawatir jika bus yang akan ditumpanginya sudah lewat duluan.


"Eh bu,saya mau tanya tadi bus nya sudah datang?"Tanya Meca pada ibu itu dengan khawatir


.


"Iya sudah dari tadi, emangnya kamu mau kemana?"Tanya ibu itu pada Meca.


"Saya mau ke kampus bu,tapi bus nya sudah lewat dari tadi." Kata Meca.


"Ya udah,Ibu antar kamu pakai mobil ibu aja." Tawar ibu itu pada Meca.


"Ya udah bu, terima kasih ya bu". Kata Meca.


"Ya sama-sama lagian kan,kamu udah nolong ibu."Kata ibu itu pada Meca.


Meca dan ibu itu pun langsung masuk mobil yang akan membawa Meca menuju kampusnya.