
Meca dan Rengga pun telah sampai didepan mobil Rengga.
Rengga segera membukakan pintu mobil untuk Meca.
Seperti biasa Meca sedikit kesal dengan perlakuan Rengga yang sok mencari perhatian darinya.
"Lain kali nggak usah bukakin pintu buat gue. Gue bisa sendiri." Kata Meca
Meca lalu memegang gagang pintu mobil itu untuk menutup pintu mobil sendiri tanpa bantuan dari Rengga.
Rengga hanya menghela nafasnya dengan gusar setelah mendengar perkataan dan perlakuan Meca yang agak menyebalkan kepadanya.
'Dasar cewek cuek! Bisa-bisanya cowok tadi betah sama cewek kayak gini' Batin Rengga sambil melirik Meca yang berada di dalam mobil dengan tatapan sinis.
"Kok Elo malah bengong disitu sih? Nggak jadi anterin gue?" Teriak Meca pada Rengga.
"Iya,iya bawel banget sih." Jawab Rengga lalu berjalan untuk masuk ke mobilnya.
Rengga pun akhirnya masuk ke dalam mobilnya,lalu langsung mengenakan sabuk pengamannya.
"Eh...jangan lupa Elo pakai...." Kata Rengga terpotong karena menoleh ke Meca yang sudah memakai sabuk pengamannya.
Sebelumnya Rengga ingin mengingatkan Meca agar memakai sabuk pengaman sebelum menaiki mobil. Tetapi disaat Ia akan mengingatkannya malah Meca sudah mengenakannya terlebih dahulu sebelum dia.
"Suruh Gue untuk pakai sabuk pengaman kan? Tanya Meca.
"Iya...Kok Elo tahu?" Tanya Rengga balik pada Meca.
"Gue tahu,karena sebelumnya ada orang yang ingetin gue juga,tapi cara ingetin gue itu beda dari yang lainnya." Jawab Meca.
"Oh...gitu.Kalau boleh gue tebak orang itu adalah laki-laki tadi kan?" Tebak Rengga.
"Gimana Elo bisa tahu? Tanya Meca dengan terkejutnya.
"Hadeh.....kelihatan banget soalnya cara bicara Elo tadi. Pakek senyum-senyum saat Elo bicara tentang laki-laki tadi." Jawab Rengga.
"Ya udah,jangan bahas itu. Ayo kita berangkat." Ajak Meca dengan sewotnya.
"Jadi Elo nggak mau bicara tentang laki-laki tadi? Ok,gue juga nggak suka sama laki-laki itu tadi." Kata Rengga sambil menyalakan mesin mobilnya.
Hening sesaat di dalam mobil. Rengga sedang fokus menyetir sedangkan Meca hanya diam dan melihat jalan di sepanjang perjalanan dari kaca mobil.
Rengga lalu memecah keheningan di dalam mobil itu.
"Elo lagi mikirin laki-laki tadi ya?" Tanya Rengga.
"Enggak." Jawab Meca dengan singkatnya.
"Hei! Elo tuh jadi cewek jangan cuek-cuek banget bisa nggak sih? Gue lama-lama kesel sama Elo." Marah Rengga pada Meca.
"Kalau kesel ya jangan ngajak omong gue. Gitu aja kok susah." Jawab Meca.
"Haissh...gue heran sama laki-laki itu,bisa-bisanya suka sama cewek kayak Elo gini." Kata Rengga.
"Bukankah Elo terlalu keterlaluan bilang kayak gini. Elo boleh ngehina gue,tapi jangan bawa Kak Bimo segala. Gue ingetin ya. Jangan pernah urusin kehidupan gue dan Kak Bimo." Kata Meca dengan nada bicara yang meninggi.
"Sekarang turunin gue!" Suruh Meca
"Elo yakin mau turun di jalanan sepi gini? Tanya Rengga.
"Gue udah bilang,turunin gue!"Bentak Meca.
"Ok,gue juga nggak mau nahan Elo. Silahkan turun!" Kata Rengga lalu menghentikan mobilnya di tepi jalan.
Meca lalu melepas sabuk pengamannya dan langsung keluar,tetapi sebelum keluar Ia sempat mengatakan terima kasih pada Rengga.
"Terima kasih atas tumpangannya." Kata Meca sambil membuka pintu mobil.
Rengga hanya menyengirkan bibirnya dan berdecak kesal setelah mendengar tanda terima kasih Meca yang baginya begitu menyebalkan.
Meca turun dari mobil Rengga,Ia mulai berjalan menjauh dari mobil Rengga. Ia pergi mencari angkot atau ojek untuk menuju ke toserba.
Rengga pun akhirnya memutuskan menyalakan mobilnya untuk pergi dari jalan ini.
Tolong like dan Vote🤗🤗