ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Meca Baper



Tanpa sadar ada seseorang perempuan yang sedang memperhatikan Bimo berlari terburu-buru. Sampai-sampai memberhentikan permainan basketnya.


Dia adalah Dhira,Ia memperhatikan kemana arah Bimo berlari. Dan ternyata arahnya menuju gerbang kampus. Disitu juga Dhira melihat Meca juga berlari keluar ke gerbang kampus,jadi Dhira pikir Bimo berlari untuk menyusul Meca.


'Ada apa dengan mereka? Apa mereka punya hubungan spesial?' Batin Dhira sambil memperhatikan Bimo dari jauh.


Kembali ke Bimo dan Meca


Meca berhenti di penyebrangan jalan untuk menyebrang.


Seseorang laki-laki pun datang menghampiri Meca yang sedang tengak-tengok ke kanan dan ke kiri.


Siapa lagi kalau bukan Bimo yang dari tadi berlari hanya untuk menyusul Meca.


"Mec,gue lihat Elo buru-buru. Emang ada masalah ya?" Tanya Bimo sambil ngos-ngosan karena berlari tadi.


"Nggak ada apa-apa kok Kak. Gue tadi buru-buru karena ingin cepat sampai ke rumah aja. Kata Ibu tadi,ada tamu di rumah yang pengen ketemu sama gue." Jelas Meca.


"Oh....begitu ya. Syukurlah kalau nggak ada apa-apa." Kata Bimo


"Kak,jangan bilang Kakak lari-larian kayak gini cuma mau tanya itu doang sama gue?" Tebak Meca.


"Iya,bahkan gue tadi ninggalin permainan basket gue. Soalnya...gue khawatir sama Elo kalau ada apa-apa." Jawab Bimo.


"Maaf ya Kak,karena udah buat khawatir Kakak. Sekarang Kakak boleh kembali ke lapangan buat lanjutin permainannya tadi." Kata Meca.


"Nggak usah Mec,gue juga udah males. Oh... iya gimana kalau gue anterin aja biar lebih cepat." Saran Bimo.


"Ehmmm,boleh-boleh." Jawab Meca


"Tunggu disini,gue ambil mobil gue dulu. Jangan kabur,inget ya!" Kata Bimo sambil menunjukkan jari telunjuknya pada Meca sebagai ancaman pada Meca.


"Nggak akan kok." Kata Meca.


Bimo pun berlari meninggalkan Meca untuk segera mengambil mobilnya.


Meca yang melihatnya pun sedikit kagum padanya. Tanpa sadar,bibir Meca mengembangkan senyum bahagia.


Tiba tiba suara klakson mobil membuyarkan lamunan Meca.


Bimo pun turun dari mobilnya,lalu menghampiri Meca yang sedang bengong.


"Elo mau bengong disini aja? Cepat masuk ke mobil!" Kata Bimo.


"Oh..kenapa begitu cepat,padahal baru aja 5 menitan. Apa Kakak lari lagi? Kak,jangan buat diri Kakak lelah gara-gara gue. Gue nggak enak jadinya." Omel Meca.


"Gue nggak lelah. Ayo cepat masuk ke dalam mobil! Nanti terlambat." Kata Bimo.


Meca pun hanya menganggukkan kepalanya,lalu pergi dari hadapan Bimo untuk masuk ke mobilnya.


Bimo pun mengikuti Meca dibelakangnya dan masuk mobil juga.


Di dalam mobil


Meca segera memakai sabuk pengamannya,begitu juga dengan Bimo.


Meca melihat Bimo mengatur AC di dalam mobilnya menjadi lebih dingin.


"Kakak,gerah ya?" Tanya Meca.


"Iya,mungkin karena gue main basket tadi." Jawab Bimo.


"Menurutku gue bukan karena itu. Kakak gerah pasti gara-gara lari ambil mobil tadi. Kak,jangan buat diri Kakak menjadi seperti ini hanya buat dapetin hati gue. Gue..." Kata Meca belum selesai karena disela oleh Bimo.


"Mec,gue lakuin ini bukan untuk dapetin hati Elo aja. Gue akan lakuin apa aja untuk orang yang gue sayang,jadi Elo jangan mikir begitu lagi ya." Kata Bimo.


Meca yang mendengarkannya pun langsung berkaca-kaca. Ia tak mampu membendung air matanya yang hampir jatuh. Akhirnya Ia pun menjatuhkan air matanya itu.


Bimo kaget setelah melihat Meca menangis karena mendengar ucapannya tadi.


"Mec,maaf gue nggak bermaksud bikin Elo nangis." Khawatir Bimo.


"Nggak apa-apa kok Kak. Kakak nggak salah apa-apa,guenya aja yang cengeng. Ya udah ayo berangkat!" Kata Meca sambil mengusap air matanya yang jatuh di pipinya.


Bimo pun langsung menyalakan mesin mobilnya,lalu berangkat menuju rumah Meca.


Sesekali Bimo melirik Meca,ia khawatir jika Meca menangis lagi.