ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Rumor tak Sedap



"Ibu aku pulang." Kata Meca dengan lantang didalam rumahnya.


"Iya,makan dulu sana." Suruh Ibu Meca dengan sabar.


"Iya bu." Kata Meca pada Ibunya.


Meca pun menarik kursi lalu ia duduk untuk makan. Ibunya pun menemaninya makan walaupun tidak makan.


"Gimana kuliah kamu?" Tanya Ibu Meca


"Baik-baik aja kok bu." Kata Meca masih dengan mengunyah makanannya.


"Beneran? Tapi...kamu nggak dirundung lagi kan sama teman-teman kamu ?" Tanya Ibu Meca dengan hati-hati.


"Enggak kok Bu,kalaupun nanti ada yang merundung Meca, Meca pasti nggak bakal diem aja. Kan Meca sekarang udah berubah." Kata Meca dengan melontarkan senyuman pada Ibunya.


Ibunya pun menjawab dengan anggukan kepala dan senyum bangga.


"Ya udah kamu habisin makannya,Ibu mau ke kamar dulu." Kata Ibu Meca pada Meca.


Meca pun mengangguk sambil melihat Ibunya pergi.


Setelah selesai makan Meca segera mencuci piring lalu pergi ke kamar untuk istirahat.


Saat Meca akan berbaring di tempat tidurnya,tiba-tiba ia mendapatkan telepon. Ia membuka handphonenya untuk melihat siapa yang meneleponnya.


Saat ia melihat nama orang yang meneleponnya ia langsung kesal dan menolak panggilan teleponnya karena yang meneleponnya adalah Bimo.


Meca pun berbaring di ranjangnya yang nyaman,tak selang lama ada notifikasi Whatsap di handphonenya. Ia pun melihat dan membacanya.


Kak Bimo : Mec,jangan salah paham sama kelakuan gue. Gue nggak bermaksud kayak gitu. Tolong temui gue besok di rooftop nanti gue akan jelasin semuanya.


Meca tetap tak menjawab pesan dari Bimo. Ia juga bodo amat sama penjelasan yang diberikan pada Bimo. Ia menyimpan handphonenya di meja lalu lanjut berbaring di ranjangnya dan langsung tidur.


Tak terasa pagi pun tiba. Meca segera bergegas pergi ke kampus.


Setelah sampai di kampus ada yang aneh sepanjang jalan Meca berjalan karena banyak orang yang melihat Meca dengan tatapan aneh. Meca pun bingung apa yang dilihat oleh orang-orang di dalam kampus ini. Ia melihat penampilannya juga tak ada yang salah ataupun memalukan.


Saat Meca berjalan melewati mading tiba-tiba tiga cewek menghampirinya. Ketiga cewek itu adalah cewek yang pernah merundung Dhira. Siapa lagi kalau bukan Angel,Dea dan Lina.


"Eh penggodanya ada disini nih,kayaknya ada yang tampangnya sok baik tapi dibelakang munafik." Kata Angel dengan senyum yang sinis.


"Maksud lo apa?" Tanya Meca pada Angel.


"Pura-pura nggak tau ya lo,guys kalian minggir dan perlihatkan ke cewek ini apa yang diperbuat dia." Kata Angel pada anak-anak yang sedang melihat mading.


Saat mereka minggir,mata Meca terbelalak melihat foto dirinya dengan Bimo saat di taman kemarin lebih tepatnya saat ia diangkat Bimo ke pundaknya.


"Balas dendam? Gue nggak ngerti maksud lo. Apa lo merasa kalau lo sudah bikin salah sama gue?" Tanya Angel pada Meca dengan santainya.


Meca pun terdiam sambil melirik Angel dengan matanya yang tajam.


"Guys,tau nggak apa yang cewek ini lakuin ke gue.Dia itu menarik rambut gue dan menekuk tangan gue sampai mau patah." Kata Angel sambil merengek manja pada semua orang-orang yang melihat foto di mading itu.


Meca pun hanya tersenyum sinis menanggapi pembicaraan Angel yang mengarang sesukanya.


Meca pun sudah malas berbicara dengan Angel,ia lebih memilih untuk menyelesaikan masalah dengan tindakan.


Lalu ia langsung mencopot foto dirinya dan Bimo yang ditempelkan di mading.


Tetapi saat ia akan mencopot foto itu ,tiba-tiba Angel mencegahnya dengan mendorongnya hingga Meca pun hampir jatuh.


Dari kejauhan ada cowok yang melihat Meca hampir jatuh . Cowok itu pun langsung lari dan menangkap Meca dengan menahan badan Meca dengan tangannya yang kekar agar tidak jatuh.


Meca pun langsung menoleh karena penasaran siapa yang menolongnya saat ia seperti ini. Saat ia menoleh ia terkejut karena Bimo lah yang menolong Meca. Lantas Ia pun langsung berbalik dan membenarkan badannya yang ditahan Bimo.


Angel yang melihatnya pun kaget sekaligus kesal karena iri pada Meca.


"Ini ada apaan sih kok ribut-ribut?." Kata Bimo pada semua orang yang ada di mading itu.


"Bagus Kakak ada disini,jelasin ke semua orang kalau foto itu nggak bener." Kata Meca pada Bimo.


Bimo pun langsung melihat foto dirinya dan Meca saat ditaman terpampang di mading kampus.


"Siapa yang nempel foto kayak gini,pakek nuduh Meca sebagai cewek penggoda lagi. Itu nggak bener,yang bener itu gue yang menggoda Meca dan bukan Meca yang suka goda gue." Kata Bimo sambil melihat Meca.


Semua orang yang ada disitu pun kaget dan tak menyangka kalau Bimo yang menggoda Meca. Tak terkecuali Angel dan Mecanya sendiri.


Bimo pun langsung mencopot foto yang ada di mading dan merobeknya lalu ia buang ke tempat sampah.


"Udah selesai kan,nggak ada rumor tentang Meca lagi. Kalian semua bubar!!" Marah Bimo pada semua orang.


Semua orang yang tadinya berkerumun pun seketika langsung pergi mendengar perintah Bimo.


"Eh lo bertiga,jangan nyari masalah lagi,apalagi sama Meca!" Kata Bimo pada Angel,Dea dan Lina.


Bimo pun langsung pergi dan tak lupa menggandeng Meca untuk pergi dari tempat mading itu.


Di lain sisi Angel semakin marah dan kesal dengan Meca.


"Ternyata namanya Meca,awas aja tu cewek gue akan bikin dia menderita." Kata Angel dengan senyum yang jahat.