ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 116



Setelah mendapat ide tersebut,Dio pun menghampiri Bimo yang dari tadi hanya berdiri mematung.


"Eh,Bim tolongin gue angkat barang." Ucap Dio begitu ada di samping Bimo.


Dio pun telah membuyarkan lamunan Bimo.


Bimo sedikit tersentak karena secara tiba-tiba Dio berada di sampingnya.


Mendengar sahabatnya membutuhkan bantuan,Bimo pun langsung mau membantunya tanpa ada penolakan


Setelah Bimo setuju ingin membantunya,ini saatnya Dio menjalankan ide yang sudah Ia pikirkan tadi.


Sebenarnya Dio tidak sedang membutuhkan bantuan,melainkan Ia hanya beralibi pada Bimo supaya Bimo mau mengikutinya untuk Ia pertemukan dengan Meca.


Dio pun berinisiatif untuk mengajak Bimo berjalan menuju tempat dimana Meca duduk. Dio ingin sahabatnya itu dapat bertemu dengan Meca,sehingga bisa sedikit menghilangkan kesedihannya. Walaupun nantinya Bimo tidak mau bicara pada Meca,tetapi Dio yakin bila Bimo bisa memandang wajah Meca dari dekat pasti Ia akan senang.


Dio pun mulai berjalan duluan lalu Bimo mengikutinya dari belakang.


Bimo pun hanya mengikuti Dio,karena dialah yang membutuhkan bantuannya.


Saat Dio melewati tempat duduk yang sedang diduduki oleh Meca,tiba-tiba Ia langsung bergabung dengan Meca,Rengga dan Dhira.


Bimo pun terkejut mengapa Dio tiba-tiba ikut bergabung dengan sekumpulan Meca.


Ia pun hanya berdiri mematung sambil melihat Dio dengan raut muka kebingungan


"Eh..ada makanan enak nih..kok nggak dibagi-bagi sih." Ucap Rengga sambil mengambil makanan ringan yang ada di meja Meca lalu memakannya tanpa permisi.


Tak hanya Bimo saja yang terkejut,Meca,Rengga dan Dhira pun sama terkejutnya dengan perilaku Dio itu.


Setahu Meca,Dio adalah tipekal orang sopan dan tidak brangasan seperti itu.


Tetapi mengapa anggapan Meca salah kali ini.


"Dio,katanya mau ngangkat barang,kok malah kesini?" Tanya Bimo.


"Hah..itu nanti aja. Sini Elo duduk dulu." Sahut Rengga lalu menarik badan Bimo supaya duduk kursi di sebelahnya.


"Apaan sih elo." Ucap Bimo saat ditarik Dio untuk duduk disebelahnya.


Bimo pun tak bisa menolak permintaan sahabatnya itu,Ia hanya bisa pasrah dan ikut bergabung dengan Meca dan teman-temannya.


Bimo pun duduk di depan Meca,lalu sebelahnya Dio dan sebelah Dio ada Dhira.


Entah kenapa sekarang Meca merasa canggung untuk menatap wajah Bimo yang sedang duduk di depannya itu. Dari tadi Ia memalingkan wajahnya ke samping sambil makan sampai mulutnya hampir penuh dengan makanan ringan.


Tetapi lain halnya dengan Dhira,Ia begitu senang ketika Bimo bergabung.


Rengga sangat kesal saat temannya Bimo dan Bimo ikut bergabung. Baginya mereka berdua telah merusak suasana saat tengah asyik bercengkarama dengan Meca.


Apalagi Rengga mendapati Bimo sedang memandang Meca. Entah kenapa Ia merasa kesal.


Ternyata Dio menyadari jika laki-laki yang ada di samping Meca(Rengga) itu melirik Bimo dengan tatapan tidak suka.


'Apa gara-gara cowok ini yang buat Bimo ingin lupain Meca.' Batin Dio sambil melirik laki-laki yang duduk di samping Meca itu.


Untuk menjawab rasa penasarannya,Dio pun langsung menanyakan pada Meca.


"Mec." Panggil Dio.


Meca pun refleks langsung menoleh ke arah Dio.


"Nih..cowok pacar Elo ya?" Tanya Dio sambil menunjuk ke arah Rengga.


Meca pun terkejut dengan pertanyaan Dio tersebut sampai Ia tersedak dengan makanan yang ada di mulutnya itu.


Meca pun terbatuk-batuk sambil menutup mulutnya agar makanan yang ada di mulutnya tidak Ia sembur keluar.


Meca pun cepat-cepat mengambil minuman,tetapi sebelum Ia mengambil sudah ada dua botol minuman yang disodorkan ke dirinya untuk diminum.


Ternyata Bimo dan Rengga lah yang telah memberikan dua botol minuman itu pada Meca.


Meca pun tidak tahu harus pilih botol mana yang akan Ia pilih untuk minum.


Jika Ia memilih botol Bimo,Ia tidak enak pada Rengga begitu sebaliknya kalau Ia memilih botol Rengga.


Daripada bingung memilih minuman yang diberikan Bimo atau Rengga,akhirnya Meca pun memilih untuk mengambil botol minuman sendiri dan langsung meneguk minuman itu.


Melihat pemberiannya ditolak Meca,Rengga dan Bimo pun menarik kembali botol minuman yang akan diberikan kepada Meca tadi.


"Gue ca..ri kamar mandi dulu." Ucap Meca dengan terbata-bata lalu pergi meninggalkan teman-temannya itu.


Semua orang pun hanya bisa menatap Meca yang mulai berjalan menjauh dari mereka.


******


Sudah merasa jauh,Meca pun menghentikan langkahnya. Tetapi bukan di kamar mandi,melainkan di tepi sungai yang tidak jauh dari tempat duduknya tadi.


Meca mencoba menenangkan diri disana,entah kenapa dari tadi Ia merasa gugup tanpa sebab.


Apalagi saat Dio bertanya padanya tadi.


"Kenapa gue ngerasa kalau gue sedang dilanda cinta segitiga ya?" Gumam Meca.