ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Jebakan Konyol Meca



Matahari terbit dari timur,menandakan waktu pagi tiba.


Burung-burung mulai berkicauan menyambut datangnya pagi hari.


Meca bangun dari tidurnya dan mulai menjalankan aktivitas paginya,seperti mandi,sarapan pagi,dan siap-siap berangkat kuliah.


Kebetulan beberapa hari ini Meca kebagian kelas pagi.


Setelah dengan aktivitas paginya,Meca keluar dari rumah.Tak lupa Ia pamit Ibunya untuk pergi kuliah.


"Bu...aku berangkat dulu.." Pamit Meca sambil mencium punggung tangan Ibunya.


"Iya...hati-hati ya...di jalan." Kata Ibu Meca.


"Iya Bu..." Kata Meca sambil menutup pintu rumahnya karena hendak keluar rumah.


Setelah Ia menutup pintu dan berbalik badan,Meca dikagetkan dengan dua orang laki-laki yang berdiri di depan rumahnya sambil menyender di mobilnya masing-masing.


Dua orang laki-laki itu tidak lain adalah laki-laki yang sedang mendekati Meca yaitu Rengga dan Bimo.


"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Meca dengan ekpresi bingungnya.


"Untuk jemput Elo!" Teriak Bimo dan Rengga secara bersamaan.


"Gue nggak bisa bareng kalian,gue kan cuma satu. Gimana mau naik dua mobil?" Tanya Meca dengan polosnya.


"Kalau gitu,Elo bareng gue aja. Karena gue tadi sampai sini duluan daripada nih orang." Kata Bimo sambil melirik dengan tajam ke Rengga.


"Hei! Gue jemput Meca karena gue mau ngomong penting sama dia. Jadi Meca harus bareng gue!" Kata Rengga.


"Berhenti!" Teriak Meca pada Bimo dan Rengga. Ia kesal dengan kelakuan Bimo dan Rengga yang bertengkar hanya karena masalah sepele.


"Sebaiknya kalian duluan aja! Gue bisa berangkat ke kampus sendiri." Kata Meca lalu melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Rengga dan Bimo.


Tetapi saat Meca akan pergi,tiba-tiba langkahnya terhenti karena Rengga dan Bimo menariknya. Anehnya,Rengga dan Bimo menarik Meca dengan menarik tas Meca dari belakang secara bersamaan, sehingga badan Meca tertarik kebelakang.


"Hei! Kalian udah gila ya! Emangnya gue anak kecil apa? Main tarik-tarik aja." Marah Meca pada Rengga dan Bimo.


Di lain sisi,Ibu Meca mendengar teriakan Meca dari dalam rumah. Karena Ia khawatir,Ia langsung keluar rumah untuk memastikan keadaan Meca.


"Apa yang kalian lakukan pada anak Ibu?" Tanya Ibu Meca pada Rengga dan Bimo.


Rengga dan Bimo pun terkejut dan langsung melepaskan Meca.


"Maaf tante,ini cuma bercanda aja kok. Bukan mau ngapa -ngapain Meca." Kata Bimo.


"Iya tante bener." Sahut Rengga.


"Ibu,sebenarnya mereka tadi rebutan mau nganter Ibu ke pasar. Terus aku nggak bolehin,tapi kalau dipikir-pikir lagi ide bagus. Nanti mereka berdua bisa membawa barang belanjaan Ibu." Kata Meca


Mendengar ucapan Meca,Rengga dan Bimo langsung melihat Meca dengan tatapan bingung sekaligus marah.


Meca yang merasa ditatap oleh kedua laki-laki itu pun langsung melemparkan senyumannya tanpa merasa bersalah.


"Lah emang mereka berdua nggak kuliah kok mau anter Ibu?" Tanya Ibu Meca.


"Yang kebagian kelas pagi hari ini hanya jurusan di bidang sosial aja. Kelas Mereka bukan berasal dari bidang sosial kok Bu. Jadi siang masuk kampusnya." Jawab Meca.


"Kok Elo bisa tahu?" Tanya Bimo dan Rengga secara bersamaan.


"Gue lihat jadwal harian kampus." Jawab Meca.


"Oh...Ibu pasti mau lah dibantuin sama kalian berdua." Sahut Ibu Meca sambil menoleh secara bergantian kepada Rengga dan Bimo.


Rengga dan Bimo menanggapinya dengan mengnganggukkan-anggukkan kepalanya dengan menunjukkan senyuman di wajahnya yang dipaksakan.


"Ibu,nanti hati-hati ya...aku pergi kampus dulu." Da...da....." Kata Meca sambil melambaikan tangannya dengan gembiranya.


Ibu Meca pun membalas lambaian tangan Meca dengan senyuman di wajahnya.


"Ayo,berangkat katanya mau nganter Ibu ke pasar? Ibu mau naik mobil Nak Bimo aja...nanti mobil nak Rengga nyusul dibelakang buat bawain bahan belanjaan." Kata Ibu Meca.


Rengga dan Bimo hanya menganggukkan-anggukkan kepalanya dengan menurut dengan ucapan Ibu Meca.


Di pikiran Rengga dan Bimo sekarang hanya ada kata" awas Elo Mec saat di kampus nanti."