ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
PDKT Pertama



Meca hari ini mempunyai jam kampus siang,jadi ia pergi kerja ke toserba lebih dulu.


Di toserba Meca langsung mengisi barang-barang yang sudah habis di etalase. Saat Meca mengisi ada pelanggan laki-laki masuk. Meca langsung menuju ke tempat kasir. Ia selalu mengamati gerak-gerik pelanggan melalui monitor yang disambungkan oleh kamera CCTV karena tak setiap orang yang akan membeli di toserbanya itu jujur.


Tiba-tiba pelanggan laki-laki itu keluar membawa barang yang dibelinya tanpa membayar terlebih dahulu.


Seketika Meca langsung lari menghampiri pelanggan laki-laki itu dan menendang dengan kakinya hingga menabrak pintu kaca toserba itu. Laki-laki itu pun langsung bagun dengan kesakitan dan menoleh ke Meca.


"Lo pen... Kak Bimo." Kata Meca terpotong


Sebenarnya ia mau mengatakan pencuri tetapi ia kaget setelah melihat pencuri itu adalah Kak Bimo.


"Lo kenapa nendang gue? Gue punya salah apa?" Tanya Bimo melas sambil memegang sikunya yang kesakitan.


"Kakak kan pencuri. Bisa-bisanya beli barang tapi nggak bayar,itu kan namanya mencuri." Jelas Meca sambil memunjuk barang yang dibeli Bimo.


"Hahahaha.... siapa yang mau mencuri,gue keluar itu mau ambil handphone gue yang ketinggalan." Kata Bimo dengan tertawa.


Wajah Meca seperti bingung karena merasa bersalah.


"Ya tapi kan bisa taruh dulu barang belanjanya ke kasir,terus bisa keluar ambil handphone." Saran Meca pada Bimo.


"Ya gue nggak tau apa yang dipingin temen-temen gue terus gue mau fotoin minuman-minuman yang dijual disini biar mereka bisa pilih mana yang mereka suka." Jelas Bimo


Meca mendengar penjelasan Bimo langsung menundukkan kepala


"Maaf udah nuduh,ya udah lo bisa mengambil handphone dan beli minumannya." Kata Meca dengan nada merendah.


Saat Meca akan berjalan pergi meninggalkan Bimo, tiba-tiba Bimo menarik tangan Meca. Tetapi langsung dilepaskan oleh Meca.


"Eh mau kemana? lo harus tanggung jawab." Kata Bimo sambil menghadapkan sikunya ke wajah Meca.


"Masa iya sakit,padahal kan kacanya nggak sampai pecah." Heran Meca


"Lo pikir badan gue terbuat dari besi apa bisa mecahin kaca? Badan gue ini terdiri dari kulit dan daging kalau kena ya sakit lah. Pokoknya lo harus obatin."


Paksa Bimo pada Meca.


"Iya-ya gue ambilin kotak obat dulu." Kata Meca pasrah.


Lalu Meca pergi mengambil kotak obat.


Bimo senyum-senyum sendiri saat melihat Meca pergi mengambil kotak obat untuknya. Ia pikir pasti Meca akan mengobatinya dengan lembut. Sesekali ia mengamati sikunya yang terluka dan senyum-senyum sendiri sambil mengacak rambutnya.


Tak lama Meca kembali dan membawa kotak obatnya dan memberinya kepada Bimo. Lalu pergi meninggalkan Bimo dengan kotak obatnya. Memang tidak seperti ekspetasi Bimo.


"Hei,lo mau kemana?" Tanya Bimo bingung


"Gue mau beresin kerjaan gue dan kerjain kerjaan lainnya." Jawab Meca dengan santainya.


"Kan tadi gue juga udah tanggung jawab ngambilin kotak obat." Kata Meca kesal.


"Tanggung jawab itu yang penuh. Abis ngambilin kotak obat harus obatin dulu dong." Kata Bimo sambil menunjukkan luka pada sikunya.


"Nggak bisa gue banyak kerjaan." Kata Meca kesal lalu pergi.


"Ya udah gue hubungin pemilik toserba ini aja,gue bilang lo nggak tanggung jawab sama kenyamanan pelanggannya." Kata Bimo santai.


"Eh yaudah-yaudah gue turutin keinginan pelanggan yang manja ini." Kata Meca dengan kesal.


Bimo tersenyum lalu ia duduk di kursi untuk diobatin Meca.


Meca lalu mengambil kapas dan dibasahi obat kuning lalu menepuk-nepuk luka pada siku tangannya Bimo.


Bimo melihat wajah Meca dengan serius saat Meca mengobatinya. Ketika Meca mau mengambil handsaplast,keempat mata mereka bertemu dan saling tatap-tatapan. Mereka tatap-tatapan cukup lama hingga ada pelanggan yang masuk lalu Meca pun kaget dan langsung menoleh ke pelanggan.


"Beri handsaplast sendiri,gue mau layanin pelanggan." Kata Meca dengan nada ketus.


Lalu Bimo langsung mengambil handsaplast dan menempelkan pada siku tangannya yang terluka.


Bimo melihat Meca sedang melayani pelanggannya dan berkata terima kasih dan silahkan datang lagi dengan senyum yang manis di wajah Meca. Membuat Ia ingin melihat senyum yang manis itu setiap hari.


Bimo lalu mengambil inisiatif membeli minuman. Tetapi ia mengambil yang bukan dipesan oleh teman-temannya.


Ia mengambil minuman kopi sebanyak 5 lalu membawanya ke kasir.


Meca lalu langsung menjumlah harga minuman yang dibeli Bimo.


"Semuanya 15000." Kata Meca sambil memberikan minuman yang dibeli Bimo dengan wajah datar.


Lalu Bimo mengeluarkan uang sebesar 20000 pada Meca.


"Ni kembaliannya,terima kasih dan silahkan datang lagi." Kata Meca sambil menyodorkan uang pada Bimo dengan wajah datar.


"Lo kok nggak senyum sih,lo kan tadi sama pelanggan lainnya ramah gitu. Gue balikin lagi ni belajaann gue kalau gitu." Kata Bimo kesal.


Meca mencoba tidak marah dengan menarik napasnya dalam-dalam.


"Terima kasih dan silahkan datang lagi." Kata Meca sambil senyum dengan ramahnya.


"Sama-sama pasti deh gue akan datang lagi." Kata Bimo sambil mengedipkan matanya pada Meca.


"Pintu disebelah sana silahkan keluar." Kata Meca sambil menekankan nada bicaranya.


Lalu Bimo langsung keluar dan senyum-senyum sendiri.


"Dasar laki-laki modus." Kata Meca sambil melirik Bimo dengan tajam.