ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Meca cemburu



Meca mendekati rumah pohon itu,Ia berhenti di bawahnya lalu melihat ke atas untuk menikmati keindahan rumah pohon itu lagi.


Bimo pun menghampiri Meca. Ia berdiri disamping Meca lalu menoleh padanya.


"Kenapa bengong? Elo nggak pengen naik ke rumah pohon itu?" Tanya Bimo.


"Emang boleh?" Tanya Meca.


"Ya,boleh lah Meca." Jawab Bimo.


Meca pun tersenyum gembira lalu menaiki kayu-kayu yang disusun keatas . Kayu-katu itu ditempel ke pohon yang dijadikan pijakan untuk menaiki rumah pohon tersebut.


Dengan hati-hati,Meca menaiki kayu pertama dan kayu seterusnya sampai kayu terakhir.


Lalu,Ia pun sampai di rumah pohon itu.


Setelah sampai Meca segera duduk,tetapi saat Ia menoleh kebelakang,Ia dibuat terkejut karena di dalam rumah pohon itu terdapat banyak foto seorang cewek yang kira-kira seumuran dengannya.


Rambut cewek itu panjang lalu diikat ke belakang. Wajahnya cantik,ditambah lagi dengan senyum manisnya saat sedang difoto.



Meca lebih terkejut setelah melihat salah satu dari foto yang terpajang,terdapat Bimo sedang bersama cewek didalam foto yang dilihat Meca tadi.


Terlihat Bimo merangkul pundak cewek itu. Bimo dan cewek itu terlihat gembira didalam foto tersebut.



"Jadi,ini pacarnya Kak Bimo." Gumam Meca.


Entah kenapa,Meca langsung menyimpulkan jika cewek yang berada di foto itu adalah pacarnya Bimo.


Memang jika dilihat Bimo dan cewek yang berada di dalam foto itu terlihat mesra. Apalagi senyum yang merekah diantara keduanya.


Tiba-tiba Meca merasa kesal. Ia tak sadar bila Ia sedang cemburu pada cewek yang berada di dalam foto itu.


Sementara itu,Bimo datang menyusul Meca di rumah pohon.


Setelah sampai di rumah pohon,Bimo pun menghampiri Meca lalu duduk disampingnya.


"Iya,gue udah lihat. Apa Kakak pikir,gue bakal cemburu setelah melihat foto Kakak dan pacar Kakak? Enggak Kak." Marah Meca dengan tiba-tiba.


Bimo semakin tidak mengerti dengan ucapan Meca yang ngelantur kemana-mana.


"Maksud Elo?" Tanya Bimo


"Kakak nih...pura-pura nggak tahu apa sebenarnya tahu sih!! Gue tahu kok triknya Kakak. Kakak ngajak gue kesini,karena mau nunjukkin foto ini kan,terus Kakak pikir gue bakal cemburu.Gue nggak suka ya..sama cara Kakak yang kayak gini." Marah Meca pada Bimo.


Lalu Meca pun turun dari rumah pohon itu dengan buru-buru.


Bimo hanya melongo saat di omeli Meca.


Ia masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba Meca marah padanya.


"Hei...Mec,mau kemana?" Teriak Bimo lalu menyusul Meca yang turun dari rumah pohon itu.


Bimo tidak tahu mengapa Meca marah dengannya. Ia tidak terpikirkan jika Meca marah karena kesalahpahamannya tentang foto itu.


Meca pun telah turun dari rumah pohon itu.


Ia tidak menghiraukan teriakan Bimo.


Ia berjalan keluar dari taman itu.


Meca sangat marah pada Bimo kali ini.


Meca yang semula sangat gembira dengan kejutan yang diberikan Bimo,kini malah sangat marah dengan kejutan yang Bimo berikan padanya.


Ingin rasanya Meca cepat-cepat keluar dari rumah Bimo,lalu berteriak dan mengumpat Bimo tanpa sepengetahuannya.


Setelah berhasil turun dari rumah pohon,Bimo pun segera menghampiri Meca yang lari darinya.


Bimo pun berusaha menarik tangan Meca dengan cepat agar Meca tidak lari jauh darinya.


Tetapi setiap Bimo akan memegang tangan Meca,Meca segera menepisnya.Cara itu dilakukan berkali-kali oleh Bimo,tetapi tidak juga berhasil menghentikannya.