
Setelah kejadian kemarin,Dhira pun memberanikan diri untuk pergi ke sekolah walaupun harus berjumpa dengan Angel.
Lagipula,Ia sudah dua hari tidak masuk ke sekolah tanpa alasan. Ia tidak mau nilainya menjadi buruk karena Ia bolos sekolah.
Saat ini,Dhira sedang berjalan masuk ke dalam kelasnya.
Saat Ia baru masuk ke dalam kelasnya,seluruh siswa yang berada di dalam kelas menatapnya dengan tatapan aneh.
Walaupun begitu,Dhira pun mencoba tidak mempermasalahkan itu semua. Ia mencoba tegar dan melanjutkan berjalan menuju bangkunya.
Dhira pun dibuat terkejut,setelah sampai di bangkunya. Bagaimana tidak?
Meja yang Ia tempati banyak tulisan dan coretan-coretan yang bertuliskan 'Pecundang' sampai memenuhi meja yang Ia tempati itu.
Dhira tahu betul siapa yang melakukan ini semua. Mungkin ini adalah suatu pembalasan yang dimaksud oleh Angel kemarin padanya.
Angel,Lina dan Dea pun akhirnya datang ke kelas lalu langsung menghampiri Dhira yang berdiri mematung di bangkunya.
"Dhira,Elo kaget kan dengan kejutan yang gue siapkan ini?" Tanya Angel seolah-olah sedang mengejek Dhira.
Dhira pun terdiam sesaat lalu menyahut pertanyaan dari Angel itu.
"Kenapa Elo lakukan ini ke gue?" Tanya Dhira dengan lirih.
Angel pun memiringkan bibirnya membentuk senyuman miring sambil berkata "Gue kan sudah bilang sama Elo,gue bukan Angel yang Elo kenal lagi. Dan gue sudah memutuskan kalau Elo adalah musuh gue. Jadi,nggak ada salahnya gue lakukan ini kepada musuh gue.
Dhira terus menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak percaya jika sahabatnya yang Ia kenal dengan baik telah menjadi iblis yang siap mengancamnya.
Sebelum pergi dari hadapan Dhira,Angel pun maju selangkah lalu membisikkan sesuatu padanya,Ia berkata "Dhira,ini baru permulaan. Jadi Elo tunggu saja selanjutnya."
Sebelum pergi dari hadapan Dhira,Angel pun sempat menunjukkan senyum khas seringainya pada Dhira.
Tak hanya Angel saja,Lina dan Dea juga ikut menatap Dhira dengan tatapan sinis saat berjalan melewatinya. Mungkin Lina dan Dea juga ikut benci terhadap Dhira karena berani mengkhianati Angel.
Sedangkan Dhira hanya bisa diam sambil menghela nafasnya dengan berat.
Dhira hanya bisa pasrah dan harus siap menghadapi pembalasan dari Angel yang mungkin lebih kejam daripada yang dilakukannya hari ini.
******
Dalam beberapa hari ini,hari-hari Dhira di sekolah menjadi mencekam karena harus menerima pembalasan dari Angel.
Mulai dari mempermalukannya di depan satu kelasnya dengan terus menyebutnya dengan sebutan pecundang,membuang barang-barangnya di tempat sampah dan mencoret-coret mejanya setiap hari.
Angel tak pernah merasa lelah untuk melakukan itu semua. Mungkin rasa dendamnya sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Bahkan rasa belas kasihnya pun sudah tiada.
Mendapat perlakuan buruk dari Angel,Dhira pun hanya bisa diam dan tak mampu berbuat apa-apa atau bahkan melawannya.
Dengan kuat hati,Dhira mampu menerima semua perlakuan buruk Angel padanya.
Ia juga harus menerima resiko atas perbuatannya itu. Walaupun merasa berat dan sedih,tetapi Dhira mencoba untuk tegar dan bersabar.
Suatu hari,Angel kembali menjahili Dhira.
Saat Dhira berjalan lewat di depannya,dengan sengaja Angel memajukan kakinya ke depan saat Dhira berjalan.
Dengan perbuatan Angel itu,secara langsung Dhira jatuh tersungkur sampai kedua lututnya mengeluarkan darah.
Mendapat luka di kedua lututnya,Dhira pun merasa meringis kesakitan.
Rasanya sangat sakit untuk berdiri karena kedua lututnya memar dan berdarah. Ia pun hanya bisa duduk di tempatnya jatuh.
"Ups...maaf nggak sengaja." Ucap Angel lalu menunjukkan senyum sinisnya.
"Ngel!! Berhenti!!" Bentak Bimo dari kejauhan setelah kebetulan lewat dan melihat perbuatan Angel pada Dhira.
Mendengar suara Bimo,lantas Angel pun langsung menoleh ke arahnya. Begitu juga dengan Dhira yang masih terjatuh ke tanah.
"Gue kan sudah bilang untuk merubah sikap Elo ini. Kenapa Elo malah semakin parah?" Marah Bimo yang sudah berada di hadapan Angel.
"Tutup mulut Elo!! Bagaimana bisa Elo ngatain temen Elo seperti itu. Gue nggak habi pikir sama Elo,Ngel. Kenapa Elo menjadi seperti ini,bahkan Elo ajak Lina dan Dea untuk merundung Dhira. Bukannya Elo yang pantas disebut pengecut?" Ucap Bimo.
Mendengar semua ucapan Bimo yang dilontarkan tadi,membuat Angel sedih sampai air mata di pelupuk matanya mengalir di pipinya.
"Apa Elo bener-bener benci sama gue,sampai Elo...bilang gue pengecut?" Tanya Angel di sela tangisannya.
"Angel,maaf. Gue nggak bisa lagi berhubungan sama Elo. Gue sudah nggak tahan melihat perbuatan kasar Elo itu. Mari kita putus." Ucap Bimo dengan penuh keyakinan.
"Enggak!! Gue nggak mau. Apa hanya dengan masalah ini,Elo mau putus sama gue? Enggak!! Gue nggak mau putus sama Elo." Ucap Angel yang berusaha menolak keputusan Bimo itu dengan berlinang air mata.
"Terserah!! Maaf,gue sudah nggak suka sama Elo." Ucap Bimo lalu berjongkok untuk membangunkan Dhira yang masih jatuh di tanah dengan luka di kedua lututnya.
"Ayo,obati di UKS luka Elo itu." Ajak Bimo saat berhasil memapah Dhira yang sulit berjalan karena kedua lututnya luka.
Dhira pun hanya menurut dengan Bimo,memang Ia juga sedang butuh bantuan untuk membuatnya berdiri.
"Bimo!! Elo memang jahat!! Bimo!!" Bentak Angel karena kesal melihat Bimo tampak acuh terhadapnya,dan malah menolong Dhira.
Bimo pun tak menggubris perkataan Angel,Ia tetap berjalan sambil memapah Dhira untuk membawanya ke UKS.
Sedangkan Angel,masih berdiri di tempatnya dengan lemas sambil terus meneteskan air matanya.
Tak sangka,hari ini adalah hari tersedih baginya. Bimo memutuskan hubungan dengannya karena masalah yang bukan disebabkan olehnya.
Angel juga tidak akan seperti ini jika bukan karena Dhira yang telah melukai hatinya.
Ya,semua ini adalah salah Dhira. Hubungan Bimo dan Angel sebelumnya baik-baik saja. Tetapi,setelah Dhira membuat masalah padanya,Bimo menjadi membencinya dan akhirnya memutuskan hubungan dengannya.
"Tunggu saja Dhir!! Gue akan buat Elo menderita lebih dari ini." Gumam Angel sambil menggertakkan giginya.
****
Sejak itulah,hubungan persahabatan Dhira dan Angel retak. Hubungan Angel dan Bimo pun juga mulai retak.
Dari situlah,Bimo mulai membenci Angel dan tak mau berhubungan dengannya lagi.
Bimo memang tidak suka dengan cewek yang kasar dan berhati jahat.
Melihat perubahan sifat Angel itu,membuat Bimo marah dan benci terhadap Angel.
Entah siapa yang salah di antara Dhira dan Angel. Keduanya melakukan kesalahan masing-masing.
Rasa dendam,egois telah membuat mereka menjadi orang yang tak mempunyai rasa belas kasih.
Dendam dan egois telah membuat persahabatan Angel dan Dhira retak.
******
Selesai sudah kisah masa lalu Angel dan Dhira.
Kalau menurut readers,siapa yang salah di antara mereka.
Angel atau Dhira??
Jika para readers,mempunyai pendapat silahkan komen di bawah ya... ๐
Setelah ini, author akan kembali menceritakan bab tentang tokoh utama yaitu Meca.
Merasa penasaran dengan Meca yang menghilang?
Tenang,tunggu saja kisah selanjutnya...๐คฉ
Jangan lupa klik ikon ๐๐ปuntuk menaikkan popularitas novel saya...
selamat membaca ๐๐