ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Kehidupan Sehari-hari Meca



Pukul 6 pagi matahari terbit tampak setengah. Suasana hangat bagus untuk sarapan dan mandi. Lain halnya dengan Meca,ia sepagi ini harus berangkat bekerja di toko toserba.Ia harus bekerja karena untuk mencukupi biaya kehidupannya sendiri. Ia sudah tak punya bapak/yatim. Ia hanya punya Ibu dan Kakak laki-laki di keluarganya. Kakak laki-lakinya pun tidak bisa membiayai penuh kebutuhan Meca karena kakaknya sudah punya keluarga sendiri.


Maka dari itu,ia harus kerja keras untuk menggapai cita-citanya agar ia bisa membanggakan orang tuanya. Terutama bapak nya,karena bapaknya lah yang mendukung Meca untuk kuliah di kampus yang terkenal ini.


"Ibu aku berangkat dulu".ijin Meca.


"Kamu nggak sarapan dulu?" Tanya ibu Meca.


"Nggak sempat sarapan di rumah, ini aku udah bawa bekal untuk aku makan di toserba nanti". Jawab Meca sambil memegang kotak makan warna biru.


"Owh ya udah,hati-hati ya." Kata ibu Meca sambil tersenyum.


"Iya bu." Sahut Meca sambil mencium punggung tangan ibunya.


Setelah berpamitan,Meca punbergegas pergi ke toserba. Ia hari ini mendapat kelas siang sekitar jam 1,Jadi ia bekerja hanya sampai jam 1 siang lalu ia harus berangkat kuliah.


Ia bekerja toserba biasanya,mendapat shift pagi dan malam atau juga bisa tergantung ia masuk kuliah jam berapa.


Sesampainya ia di toserba,ia langsung memakai rompi kerjanya.


"Permisi pak,saya sudah datang,bapak bisa pergi pulang".kata Meca pada bapak pemilik toserba.


"Owh iya silahkan. Bapak ini juga sudah lelah banget." Kata bapak pemilik toserba itu.


"Iya pak silahkan istirahat." Kata Meca dengan ramah.


Lalu Bapak itu bergegas pulang kerumahnya.


Pekerjaan Meca di toserba ini biasanya menata produk yang akan dijual,memeriksa produk yang akan kadaluwarsa,melayani pelanggan,dan mengisi produk yang mulai kosong.


Ia tak masalah melakukan itu semua meski melelahkan,tetapi yang Meca agak kurang suka adalah ia harus tersenyum ramah pada semua pelanggan toserbanya. Maklum Meca jarang tersenyum ramah seperti itu. Selain pada orang yang lebih tua,anak-anak,dan wanita yang menurutnya baik.


Tetapi di toserba ini ia harus tersenyum pada semua orang termasuk laki-laki.


Waktu ia melamar di toserba ini dulu,ia hampir tak diterima di tempat kerjanya.


Flashback


Meca melihat toko kanan kirinya untuk melihat tulisan "Dibutuhkan karyawan". Ia hanya mencari tulisan itu,tetapi setelah menengok sana-sini tak ada satu pun tulisan yang menggantung atau menempel di depan toko.


"Oh..kebetulan,saya pemilik toserba dan saya sedang mencari karyawan baru di toserba saya."Kata laki-laki paruh baya tadi dengan ramah.


Seketika wajah Meca langsung semringah mendengar ucapan dari Bapak tersebut.


"Pak, apakah saya boleh melamar di toserba bapak?" Tanya Meca dengan semangat.


"Ehm... mari kita interview di toserba saya dulu.Ayo ikutin saya". Ajak bapak pemilik toserba pada Meca.


"Ini kan toserba ya...kok pakek acara interview segala. Emangnya gue mau kerja di perusahaan." Batin Meca.


Setelah ditunjukkan jalan oleh bapak tadi menuju toserbanya ia langsung ditanya-tanya tentang keahliannya dalam melayani pelanggan dan mengelola toserba.


Melihat Meca sudah mengerjakan semua pekerjaan dengan baik,Bapak pemilik toserba itu pun berdecak kagum dengan kehebatan Meca.


"Wah kamu udah ahli banget ya..ngelola toserba ini,eh tapi ada satu yang kamu nggak bisa". Kata bapak pemilik toserba.


Meca terbelalak matanya karena ia pikir ia sudah melakukan pekerjaannya dengan baik.


"Kamu nggak bisa senyum saat melayani pelanggan.Keramahan adalah kunci keberhasilan untuk mendatangkan pelanggan. Kamu bisa kan? Ya kalau nggak bisa ya nggak papa bapak bisa cari karyawan lain." Ancam bapak pemilik toserba.


"Eh jangan gitu pak.Ya. Saya akan usahain tersenyum ramah pada semua pelanggan toserba ini." Kata Meca dengan sungguh-sungguh.


"Ehm...baiklah kalau gitu,bapak terima kamu bekerja disini". Kata bapak pemilik toserba sambil tersenyum ramah.


"Terima kasih Pak,tapi pak,apa saya boleh minta shift soalnya saya harus kuliah". Tanya Meca.


"Oh..nggak papa kok yang penting bukan malam hari. Kalau siang atau pagi kamu minta shiftnya, Kamu tinggal telpon bapak". Jawab bapak pemilik toserba.


"Oiya pak siap. Terima kasih pak atas pengertiannya." Kata Meca dengan sigap.


"Ya.. sama-sama."Kata bapak toserba dengan ramah.


Kembali dari flashback


Walaupun Meca sedikit tak terbiasa ramah pada semua orang,tetapi ia harus terima pekerjaanya tersebut dan ia hampir setiap hari melakukan pekerjaan itu semua dan setelah itu harus berangkat kuliah. Sesekali dia mengeluh tetapi ia selalu mengaju pada prinsipnya yaitu harus kerja keras kalau ingin berhasil.