
Dalam waktu kurang lebih satu jam Meca dan Bimo mencari jalan keluar dari hutan.
Dengan daya ingat Bimo yang cukup kuat akan jalan hutan ini,akhirnya Bimo dan Meca pun telah berhasil keluar dari hutan dengan selamat.
Sesampai Meca di tempat camping,Ia langsung disambut oleh Rengga dan Dhira.
Rengga dan Dhira masih menunggu kepulangan Meca sambil duduk.
Begitu dari kejauhan nampak batang hidung Meca,mereka berdua pun langsung berhamburan menghampiri Meca.
Melihat Meca di depannya,Rengga pun langsung memeluknya dengan erat.
Meca pun sontak terkejut dengan pelukan Rengga ini,apalagi di dekatnya ada Bimo yang kedua matanya hendak keluar saat melihat Rengga memeluk Meca.
"Elo kemana aja sih Mec? Gue udah cariin kemana-mana,tapi juga nggak ketemu. Eh,tapi Elo nggak apa-apa kan?" Serbu Rengga dengan pertanyaannya.
Semakin geram karena terbakar api cemburu,Bimo pun melepas pelukan Rengga dari Meca dengan paksa.
"Biasa aja kali." Ucap Bimo dengan tatapan mata yang sinis pada Rengga.
Rengga tidak menghiraukan Bimo,Ia tetap melihat Meca.
"Eh,tapi Elo beneran nggak apa-apa kan Mec?" Tanya Rengga sekali lagi.
"Gue nggak apa-apa kok." Jawab Meca.
"Mec,kok Elo bisa tersesat sih? Elo pasti takut ya di hutan sendiri?" Tanya Dhira.
"Gue nggak ada tenaga buat jawab pertanyaan Elo. Gue sekarang lapar banget." Sahut Meca dengan suara melemah karena lapar.
Dhira pun akhirnya tutup mulut dan mengajak Meca untuk makan.
Sedangkan Rengga dan Bimo masih di tempat dan saling bertatapan mata dengan tajam.
"Meca sekarang udah jadi pacar gue. Jadi,jangan pernah deketin dia lagi." Ingat Bimo pada Rengga lalu pergi setelah mengucapkan perkataanya barusan.
Rengga pun hanya bisa diam dan memikirkan ucapan Bimo barusan.
'Apa iya mereka udah pacaran?' Batin Rengga.
*******
Kini Meca dan Dhira pun duduk berhadapan.
Di hadapan mereka ada makanan ringan dan mie cup yang sudah diberi air panas.
Tanpa pikir lama,Meca pun segera menyantap mie cup yang sudah matang itu.
Sedangkan Dhira hanya melihat Meca makan,seperti melihat acara mukbang saja.
Disela makannya,Meca bingung dengan Dhira yang hanya memandangnya dan tidak ikut makan.
"Kok Elo nggak makan?" Tanya Meca disela Ia mengunyah mie di mulutnya.
"Gue nggak laper." Jawab Dhira.
Meca pun paham dan menganggukkan kepalanya pelan lalu menyantap mie cup itu lagi.
Saat enak-enaknya makan,tiba-tiba Angel dan kedua temannya yang selalu mengekor padanya,yang tidak lain Dea dan Lina pun datang menghampiri Meca.
Angel menyilangkan kedua tangannya ke dadanya sambil menatap Meca dengan sinis.
Melihat Angel datang,Dhira langsung menundukkan kepalanya karena takut.
Tetapi lain halnya dengan Meca,Ia tidak menoleh ke arah Angel sedikitpun.
"Dasar,cewek nggak tahu diri. Bisa-bisanya makan enak disini,setelah nyusahin semua orang untuk nyari Elo. Elo pikir Elo orang yang spesial gitu?" Omel Angel.
Cacian Angel tidak digubris oleh Meca,Meca malah menyruput mie yang ada di cupnya dengan keras,sehingga mengeluarkan suara yang cukup nyaring.
Srup...srup...
"Woy,gue ngomong sama Elo,cewek sialan." Ucap Angel dengan nada bicara meninggi karena merasa dicuekin oleh Meca.
Kemarahan Angel pun bertambah setelah beberapa kali dicuekin oleh Meca,apalagi sekarang Meca malah menganggap Ia seolah-olah tidak ada.
"Woy!!" Teriak Angel sambil menggebrek meja yang dipakai Meca dan Dhira untuk menaruh makanannya tersebut.
Dhira pun tersentak mendengar suara meja yang digebrek oleh Angel.
Meca pun menghentikan makannya dan mengeluarkan nafasnya dengan berat.
Sebenarnya Meca malas untuk meladeni omelan Angel,tetapi perilaku Angel yang sudah merusak suasana makan yang tenang telah membuatnya naik pitam.
Meca pun berdiri dari duduknya sambil memegang mie cup yang ada ditangan kananya lalu menghampiri Angel yang ada di depannya dengan emosi yang menggebu-gebu.
Melihat raut muka Meca yang terlihat marah,membuat Angel sedikit takut.
Tetapi,Angel berusaha menepis rasa takutnya supaya tidak terlihat gampangan di hadapan Meca.
"Kenapa? Mau marah?" Tanya Angel mencoba menantang Meca.
"Pergi!!" Suruh Meca dengan nada bicara datar.
"Elo pikir gue akan nurut kata Elo. Cih..
Gue ingetin ya..jangan sok-sok an deh Elo. Paling tadi Elo nangis kan karena tersesat tadi? Ha...ha..ha..." Ejek Angel sambil tertawa.
Tidak ada yang melerai mereka,Dhira,Dea dan Lina pun hanya menonton salah satu temannya yang bertengkar dengan musuhnya itu.
"Pergilah!! Sebelum gue,siram Elo dengan air kuah mie cup ini di wajah Elo." Ucap Meca sambil mengarahkan pandangannya ke arah mie cup yang dari tadi Ia pegang di tangan kanannya tersebut.
"Gue nggak takut." Sahut Angel dengan santainya,padahal di dalam hatinya Ia sangat takut.
Tetapi lagi-lagi Ia mencoba tenang supaya tidak terlihat penakut di hadapan musuhnya itu.
Tanpa pikir lama,Meca pun mengangkat mie cup yang ada di tangannya lalu mengarahkan ke wajah Angel untuk menakutinya.
Ya,sebenarnya Meca hanya ingin menakut-nakuti Angel saja supaya tidak mengganggunya.
Tidak mungkin Meca sampai tega menyiram wajah Angel dengan kuah mie yang masih panas itu.
Jika Meca melakukannya,sama saja Ia menjadi orang seperti Angel.
"Aaa..." Teriak Angel ketakutan.
"Sebenarnya Elo tuh penakut,tetapi masih aja suka gangguin orang. Pergi sana!!!" Ucap Meca.
"Inget ya..gue nggak takut sama Elo. Gue pergi hanya karena gue nggak mau jadi korban kelakuan dari cewek yang gila kayak Elo." Ucap Angel sebelum melarikan diri dari Meca.
Melihat Angel pergi,Dea dan Lina pun ikut pergi. Mereka berdua juga merasa takut pada Meca setelah melihat Meca yang menakutkan tadi.
Prok...prok..prok..
Suara tepuk tangan terdengar dari telapak tangan Dhira.
Dhira merasa takjub dengan keberanian Meca saat berhadapan dengan Angel tadi.
Mendengar suara tepuk tangan dari Dhira,Meca merasa bingung. Ia tidak tahu mengapa Dhira bertepuk tangan untuknya.
"Mec...Elo hebat banget sih,bisa ngelawan Angel. Sampai dia ketakutan kayak tadi." Puji Dhira.
"Nggak hebat itu Dhir,cuma ngelawan cewek kayak dia. Elo harusnya puji gue hebat,saat gue bisa ngelawan Kris John sampai dia kalah. Ha...ha...ha..." Canda Meca sambil tertawa.
Mendengar candaan Meca,Dhira pun ikut tertawa dengan lepasnya.
Meca pun kembali duduk dan memakan mie cup nya yang belum sempat habis karena diganggu oleh Angel tadi.
'Pantes Mec,Bimo suka sama Elo. Elo baik,pemberani dan Elo adalah cewek yang unik.' Batin Dhira sambil memandangi Meca yang tengah makan.
Jangan lupa tekan ikon👍🏻
Untuk menaikkan popularitas novel saya