
Bimo berjalan menuju kantin untuk membeli makanan untuk Meca.
"Permisi saya mau beli nasi pecel bungkus." Kata Bimo sambil mengambil bungkusan nasi yang ada di dalam kotak mika.
"Iya silahkan,harganya itu Rp.10.000." Kata ibu-ibu penjual nasi pecel tersebut.
"Iya bu,ini uangnya." Kata Bimo sambil menyodorkan uang pada Ibu kantin tersebut.
Setelah membeli nasi pecel tersebut ia langsung pergi ke UKS untuk memberikan nasi pecel tersebut pada Meca.
Saat ia tiba di UKS,ia melihat Meca sudah tidak ada di ruang UKS tersebut.
"Ah dasar tu cewek dibilangan jangan kemana-mana malah ia kabur." Kata Bimo kesal sambil berkacak pinggang.
Lalu Bimo langsung berlari menuju ruang taekwondo untuk mencari Meca. Ia yakin kalau Meca ada di ruang taekwondo karena Meca tadi berkata kalau ia ingin meneruskan pemanasan.
Padahal Meca bukan di ruang taekwondo melainkan ia sedang membeli makanan di kantin.
Di kantin
Meca berjalan sambil memegang kepalanya yang lumayan sakit. Ia berjalan menuju tempat dimana makanan-makanan siap saji dijual.
"Bu,saya mau beli nasi bungkus ini. Harganya berapa ya bu?" Tanya Meca sambil menunjuk nasi bungkus yang mau dibelinya.
"Itu harganya Rp.5000 aja nak." Kata Ibu kantin pada Meca.
"Owh iya,ini bu uangnya." Kata Meca sambil menyodorkan uang 5000 an pada Ibu kantin.
Ia berpikir untuk tidak makan di kantin sini karena sangat ramai,ia lebih baik makan di taman depan kampus yang sepi. Lalu ia pergi ke taman depan kampus yang akan ia jadikan untuk tempat menyantap makanannya.
Di taman
Sampai taman ia duduk di bangku panjang yang terbuat dari kayu. Ia pun membuka nasi bungkus itu. Saat ia membuka nasi bungkus itu,tiba-tiba ia melihat seorang anak perempuan kira-kira masih seusia anak sekolah dasar sedang mencari sampah. Tubuh anak itu sangat kurus dan kotor. Meca melihat anak itu pun tak tega. Ia pun menutup kembali nasi bungkusnya dan ia berkeinginan untuk memberikan nasi bungkusnya kepada anak perempuan yang malang itu.
Meca pun pergi menghampiri anak itu.
"Iya kak." Jawab singkat anak itu.
"Kamu laper nggak?" Tanya Meca dengan sabar.
"Laper Kak,aku dari tadi pagi belum makan. Soalnya belum punya uang untuk beli makanan." Jelas anak perempuan itu pada Meca.
"Ni Kakak punya nasi bungkus buat kamu,kamu makan ya. Pokoknya harus dihabisin biar nggak laper lagi." Kata Meca sambil memberi nasi bungkusnya pada anak itu.
"Terima kasih Kak,Kakak baik banget. Beda sama kakak-kakak yang ada disini. Mereka sudah lihat aku beberapa kali tapi nggak ada yang mengasih aku makanan." Kata Anak itu pada Meca sambil tersenyum gembira.
Meca pun hanya tersenyum mendengar perkataan yang diucapkan anak perempuan itu pada Meca.
Anak perempuan itu pun duduk dan membuka nasi bungkus yang diberikan Meca lalu langsung menyantapnya dengan lahap.
Di ruang taekwondo
Bimo melihat kekanan dan kekiri untuk melihat keberadaan Meca.
"Lo lagi cari apa sih?" Tanya Dio pada Bimo.
"Meca kemana?" Tanya Bimo pada Dio.
"Nggak tau gue.Tadi dia bukannya sama lo." Kata Dio sambil menunjuk jari telunjuknya pada Bimo.
Bimo tak menjawab pertanyaan Dio dan memilih pergi untuk mencari Meca.
Ia berlari menuju tangga yang akan membawanya menuju rooftop. Ia pikir dengan melihat dari atas rooftop,ia lebih mudah menemukan Meca.
Setelah sampai di rooftop ia melihat ke bawah dan langsung melihat Meca yang sedang berada di taman bersama anak kecil. Ia melihat anak kecil yang sedang makan nasi.
Lalu ia berpikir "apakah iya yang memberi anak kecil itu makanan, Meca?"
Bimo tak menyangka cewek secuek Meca dan sedingin Meca masih mempunyai rasa peduli pada orang yang membutuhkan. Tanpa ia sadari ia tersenyum kagum pada Meca. Ia pikir tak ada cewek yang bisa sebaik Meca. Ya walaupun hari ini Meca membuanya kesal tetapi seakan rasa kesal dan marah itu pun hilang seketika saat melihat perilaku Meca yang membuatnya kagum dan semakin ingin menjadikan Meca sebagai pendamping hidupnya nanti.