ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Keromantisan Bimo dan Meca



Ada salah satu orang yang berbadan besar,Ia tak sengaja menyenggol Meca dengan tenaga kuatnya lalu Meca pun kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh.


Tetapi sebelum Meca jatuh tersungkur ke tanah,Bimo dengan cepat menangkap tubuh Meca yang hampir jatuh.


Dengan cekatan Bimo menahan tubuh Meca dengan tangan kanannya yang berada di punggung Meca dan kedua kakinya yang membentuk sikap kuda-kuda supaya kuat menahan tubuh Meca.


Sedangkan Meca hanya bisa menutup matanya saat akan jatuh. Ia pasrah apabila harus jatuh tersungkur ke tanah.


Tetapi Meca merasa aneh pada tubuhnya,masalahnya jika dia jatuh,Ia tak merasakan sakit pada tubuhnya. Ia malah merasa tubunya melayang.


"Elo nggak apa-apa?" Tanya Bimo sambil memegang tubuh Meca agar tidak jatuh.


Mendengar ucapan itu,Meca perlahan membuka matanya yang dari tadi Ia tutup.


"Jadi,gue nggak jatuh?" Tanya Meca dengan polosnya.


"Hmm...ya enggak lah. Gue sekarang lagi nahan tubuh Elo biar nggak jatuh." Jawab Bimo sambil melemparkan senyuman manisnya pada Meca.


Mendengar ucapan Bimo,Meca pun tersontak kaget lalu langsung membenarkan tubuhnya yang sebelumnya miring ke samping menjadi berdiri tegak.


Ia sadar bahwa selama ini dirinya tidak jatuh karena ditahan oleh Bimo dan lebih parahnya Ia dipeluk oleh Bimo.


"Masuk bisnya jangan buru-buru nanti jatuh lagi. Ayo..." Ucap Bimo lalu menggandeng tangan Meca.


Meca tertegun saat Bimo menggandeng tangannya. Ia melihat betapa perhatiannya Bimo padanya.


Ia merasa Bimo lah yang selalu ada untuk melindunginya.


Tanpa sadar,senyum Meca merekah di wajahnya sambil memandang Bimo dari belakang.


Setelah semua orang yang berdesak-desakkan tadi masuk ke dalam bis,barulah Bimo mengajak Meca masuk ke dalam bis.


Saat tiba di dalam bis,semua tempat duduk sudah hampir penuh,untungnya ada dua tempat duduk yang tersisa.


Tanpa pikir panjang,Bimo langsung menarik Meca untuk menuju tempat duduk yang masih kosong itu.


Meca hanya menuruti kemana Bimo pergi.


Setelah sampai di tempat duduk yang Bimo maksud,Bimo dan Meca pun segera duduk.


Tak lama,ada seorang ibu hamil dengan anaknya memasuki bis.


Mereka tengak-tengok kekanan kekiri untuk melihat tempat duduk yang masih kosong tetapi mereka tetap saja tidak melihat tempat duduk yang kosong. Semua tempat duduk penuh alhasil mereka pun terpaksa berdiri.


Melihat itu membuat Meca kasihan,lalu ia berpikir untuk menghampiri Ibu hamil itu beserta anaknya untuk duduk di tempat duduknya dan tempat duduk Bimo.


"Kenapa?" Tanya Bimo dengan bingungnya.


"Itu di belakang ada ibu hamil sama anaknya nggak kebagian tempat duduk. Kasihan..." Jawab Meca.


Bimo pun langsung menoleh ke belakang untuk melihat Ibu hamil dan anaknya yang dimaksud Meca.


"Oh...iya. Nggak apa-apa." Timpal Bimo.


Meca senang jika Bimo menyetujuinya.


Meca dan Bimo pun langsung beranjak dan berpindah tempat.


Meca pun langsung menghampiri Ibu hamil itu.


"Bu...disana ada dua tempat duduk kosong. Silahkan kesana..." Ucapa Meca dengan ramahnya.


"Oh...terima kasih ya mbak." Timpal Ibu hamil itu.


"Iya...sama-sama." Kata Meca.


Lalu ibu hamil itu menggandeng tangan anaknya untuk mengikutinya duduk di tempat duduk Meca dan Bimo tadi.


Bimo pun menghampiri Meca untuk berdiri didepannya sambil memegang pegangan bis yang berada di atas kepalanya.


Meca pun agak gugup saat Bimo berdiri di depannya dengan jarak yang lumayan dekat.


"Ehem...kok Kakak disini? Kan masih banyak tempatnya." Kata Meca dengan tidak menatap wajah Bimo karena gugup.


"Kenapa emangnya? Elo deg-deg an ya?" Goda Bimo sambil menatap wajah Meca yang dari tadi merunduk dan tidak berani menatapnya.


"Enggak kok." Jawab Meca lalu memberanikan diri menatap wajah Bimo.


Bimo pun terus menatap wajah Meca sambil tersenyum manis di wajahnya.


Tidak tahu mengapa Meca merasa jantungnya hampir copot karena terus berdetak dengan keras saat menatap wajah Bimo yang sedang tersenyum padanya.


Meca baru menyadari wajah Bimo sangat tampan saat dia tersenyum.


Pantas saja banyak perempuan yang suka padanya.


Mereka terus bertatapan satu sama lain dengan sangat lekat.