
Waktu berlalu,pagi pun tiba.
Seperti biasa Meca bangun jam 06.00 WIB. Hari ini ia tidak bangun pagi sekali,karena dia tidak datang ke tempat kerjanya yaitu toserba. Ia hari ini mempunyai shift siang karena Ia mempunyai jam kuliah pagi.
Meca sudah bersiap-siap. Mulai dari mandi, berpakaian bahkan sarapan.
Setelah semua rutinitas sudah dilakukan,Meca tinggal memakai sepatunya saja.
Ia mengambil sepatu sneakresnya yang berada di rak sepatu.
Saat ia akan memakai kedua sepatunya,tiba-tiba Ia teringat seseorang yang kemarin mengikat tali sepatunya. Siapa lagi kalau bukan Bimo.
"Kenapa tiba-tiba gue teringat sama Kak Bimo sih?" Gumam Meca sambil memegang kepalanya.
Meca terdiam sejenak sembari berpikir untuk menghilangkan pikirannya tentang Bimo.
"Gue harus ikat tali sepatu gue yang kenceng,supaya nggak lepas-lepas. Tentunya Kak Bimo nggak akan mengikat tali sepatu gue lagi. Dengan begitu,gue nggak akan teringat Kak Bimo lagi." Gumam Meca.
Meca pun segera mengikat tali sepatunya dengan kencang. Bahkan Ia mengikatnya dua kali.
Setelah selesai,Ia pun berdiri lalu pergi dari rumahnya untuk menuju ke kampus.
Setelah setengah jam lamanya untuk menuju kampus,akhirnya Meca tiba di kampusnya.
Di kampus
Sesampainya di kampus,Meca segera berjalan menuju ruang kelasnya.
Setelah sampai,Ia pun masuk lalu menerima pelajaran dari dosen seperti biasa.
Tak terasa waktu cepat berlalu,kini waktu pulang pun tiba.
Meca segera keluar kelasnya lalu langsung menuju ke tempat kerjanya yaitu toserba.
Meca menuruni tangga demi tangga untuk keluar dari kampusnya.
Saat Ia menuruni tangga,tanpa sadar seseorang laki-laki memperhatikannya dengan senyuman yang merekah di wajahnya.
Dia adalah Bimo Ardiansyah yang sedang bermain basket di lapangan sambil memperhatikan Meca dari kejauhan.
Rambut Meca yang sedikit beterbangan karena tertiup angin membuat Meca sedikit mempesona di mata Bimo.
Bimo berhenti dari permainannya untuk menatap Meca dari kejauhan.
Saat Meca akan menuruni tangga selanjutnya,tiba-tiba handphonennya berbunyi.
Tanpa pikir panjang,Meca pun langsung mengambil handphonennya yang berada di saku celanananya untuk menerima panggilan telepon tersebut.
Ia melihat layar teleponnya,dan ternyata yang menelepon adalah Ibunya.
Meca pun langsung mengangkatnya.
Meca : Halo bu, ada apa?
Ibu : Halo Mec,kamu udah selesai kan kuliahnya?
Meca : Udah kok bu,ini Meca mau berangkat kerja
Ibu : Kamu nggak usah berangkat kerja. Langsung pulang ke rumah aja. Ada tamu soalnya yang mau ketemu sama kamu.
Meca : Tamu? Siapa bu? Biasanya Ibu kalau ada tamu nggak ada Meca juga nggak apa-apa.
Ibu : Pokoknya dateng aja ke rumah. Oiya soal kerja kamu tadi Ibu udah ijin sama bapak pemilik toserba itu.
Meca : Oh iya bu...Meca tutup ya bu teleponnya.
Ibu : Iya...
Setelah ibunya menjawab,Meca pun langsung menutup panggilannya dan mematikan handphonennya lalu memasukkan ke saku celanannya kembali.
Meca pun segera pergi ke rumahnya dengan berlari agar cepat sampai.
Bimo yang dari tadi melihat Meca dari kejauhan terkejut karena melihat Meca berlari dengan terburu-buru.
Ia pun memberhentikan permainan basketnya lalu pergi menyusul Meca.
"Bim,Elo mau kemana?" Teriak teman satu tim basket Bimo.
Bimo tidak menggubrisnya dan tetap berlari menyusul Meca.
Ia khawatir ada sesuatu terjadi sehingga Meca berlari buru-buru seperti tadi.