ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 78



Mereka terus bertatapan satu sama lain dengan sangat lekat.


Tiba-tiba pikiran Bimo mulai tidak karuan. Ia melihat bibir Meca yang mungil dan mengingat kejadian saat Ia mencium Meca di toserba kemarin.


Bimo menelan ludahnya saat melihat bibir Meca.


Tanpa sadar,Ia semakin mendekati wajah Meca dan memiringkan kepalanya untuk mencium bibir Meca lagi.


Meca pun merasa aneh dengan tingkah Bimo,pasalnya Bimo semakin mendekat ke wajahnya.


Bimo semakin mendekati wajahnya hingga hanya terbentang jarak beberapa senti saja.


Meca akhirnya mengerti jika Bimo bertingkah laku seperti itu karena akan menciumnya.


Karena takut Bimo akan menciumnya,Meca pun berteriak.


"Jangan!!!" Teriak Meca.


Mendengar teriakan Meca,semua penumpang bis kaget dan langsung menoleh ke arah Meca.


Tidak hanya para penumpang bis, Bimo pun sama terkejutnya setelah mendengar teriakan Meca. Ia baru tersadar dari perbuatannya itu.


"Ada apa mbak?" Tanya salah satu penumpang bis pada Meca.


Meca hanya terdiam seribu bahasa saat ditanya oleh salah satu penumpang bis.


"Mbak mau diapa-apain ya sama mas ini?" Tanya salah satu penumpang sambil menunjuk Bimo.


"Saya nggak diapa-apain sama laki-laki ini. Saya tadi cuma kaget liat ada pencopet di jalan mau menghajar orang." Bohong Meca pada para penumpang yang menanyakan keadaannya tadi.


Meca terpaksa berbohong karena Ia tak mau Bimo dihajar oleh semua orang penumpang bis hingga babak belur jika Meca bicara jujur tentang Bimo yang akan menciumnya. Pasti mereka mengira Bimo telah melakukan pelecehan terhadapa dirinya.


Bimo tercengang saat Meca berbohong demi melindunginya.


Ia merasa seperti orang bodoh sekarang.


Hampir melakukan hal tidak senonoh di tempat umum. Dan parahnya lagi,Ia melibatkan orang yang Ia cintai untuk melakukan hal yang sangat bodoh itu.


Tidak tahu mengapa,Ia tidak bisa menahan nafsunya saat menatap Meca.


"Maaf Mec,gue akan menjauh dari Elo biar gue nggak ngelakuin hal yang bikin Elo takut lagi." Kata Bimo


Lalu Bimo pun pergi berpindah tempat untuk lebih jauh dari Meca.


Bahkan Bimo pun membalikkan badannya,berdiri membelakangi Meca untuk mencoba tidak melihat Meca.


Pandangannya lurus kedepan tanpa menoleh ke arah Meca sedikitpun.


Sama halnya dengan Meca,Ia tidak berani lagi menatap Bimo.


Sepanjang jalan,Ia hanya memandang jalan raya yang sedang dilewati bis yang ditumpanginya.


Lama-kelamaan Meca merasa bosan di dalam bis. Ia pun berinisiatif mengeluarkan handphonenya untuk mendengarkan beberapa musik supaya bisa mengurangi rasa bosannya.


Tak lupa Ia mengambil handsat miliknya yang berada di dalam tasnya.


Ia segera mencolokkan handsatnya ke dalam Handphonenya lalu meletakkan alat pendengar suara tersebut ke kedua telinganya.


Meca menggeser layar handphonenya untuk memilih lagu-lagu yang akan didengarnya.


Setelah menemukan lagu favoritnya,Meca pun langsung menekan tombol putar dan mendengarkan lagu tersebut.


Sedangkan Bimo sekarang sedang melihat jalanan yang selama ini ditempuhnya.


Tiba-tiba Bimo melihat di depan bis yang ditumpanginya ada seorang nenek yang sedang menyebrang. Tetapi supir bis itu tidak segera menghentikan bisnya padahal jarak bis dengan seorang nenek itu sudah lumayan dekat.


"Pak,awas di depan!" Teriak Bimo pada supir bis.


Mendengar teriakan Bimo penumpang-penumpang di dalam bis pun sontak terkejut dan segera mencari pegangan supaya tidak jatuh saat supir bis mengerem secara mendadak.


Bimo melihat Meca seperti santai saja,bahkan Meca tidak berpegangan dengan erat.


"Mec,pegangan yang erat!" Teriak Bimo pada Meca.


Bimo berteriak pun tidak digubris oleh Meca,Bimo berpikir'mungkingkah Meca masih marah dengannya' hingga tidak mau mendengarkannya.


Tetapi pikiran Bimo ternyata salah setelah melihat Meca tengah mendengarkan musik. Mungkin karena itu,Meca tidak bisa mendengarnya berteriak.


Bimo pun segera berlari ke arah Meca untuk memberitahunya,tetapi Ia sudah terlambat.


Pak supir itu mengerem secara tiba-tiba saat Ia tengah berlari ke arah Meca.