ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Menabrak Anak Kecil



Bimo sampai lupa dengan memperhatikan jalan.


Sampai-sampai ada seorang anak yang menyebrang akan ditabraknya.


Meca pun panik dan menjerit pada Bimo.


"Kak,Awas !" Teriak Meca pada Bimo.


Bimo pun langsung tersadar lalu langsung menginjak rem dengan cepat.


Ciiiiiitttt......


Mobil Bimo akhirnya berhasil berhenti di depan anak kecil tadi.


Meca pun lega mobil Bimo tidak sampai menabrak anak kecil yang hendak menyebrang tadi. Meca pun lantas menghembuskan nafasnya pelan untuk mengurangi rasa takutnya.


"Gue nggak nabrak anak kecil tadi kan?" Tanya Bimo panik.


"Kayaknya nggak sih. Tapi kok itu orang-orang pada berkerumun. Kita lihat aja yuk Kak anak kecilnya." Saran Meca pada Bimo.


Mereka pun turun dari mobil untuk memeriksa anak kecil tadi.


Meca dan Bimo menerobos kerumunan orang-orang untuk melihat keadaan anak kecil tadi.


Ternyata saat dilihat Meca anak kecil tadi pingsan. Tetapi anehnya tidak ada luka sedikitpun.


"Kak,lebih baik kita bawa ke rumah sakit aja. Takutnya ada apa-apa." Saran Meca pada Bimo.


Bimo pun mengannggukan kepalanya pertanda Ia setuju dengan saran Meca.


Bimo pun mengangkat anak kecil itu ke mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit.


Meca membuka pintu mobil yang belakang untuk menempatkan anak kecil itu di dalam mobil Bimo.


Bimo dan Meca segera masuk mobil Bimo untuk segera membawa anak kecil itu ke rumah sakit.


Di Rumah Sakit


Anak kecil itu segera di tempatkan ke ranjang untuk dibawa ke UGD.


Setelah masuk ruang UGD,Meca dan Bimo hanya bisa menunggu diluar ruangan UGD.


Meca mondar-mondir menunggu dokter selesai memeriksa anak kecil itu.


Lain halnya dengan Bimo,Ia sekarang sedang duduk sambil melihat Meca yang mondar-mandir karena khawatir.


"Udah lah Mec,nggak usah khawatir. Dia nggak luka juga kok. Pasti dia cuma pingsan karena syok aja." Kata Bimo.


"Tentu aja khawatir. Nanti kalau ada apa-apa sama anak kecil itu kita pasti berururusan dengan polisi,belum lagi orang tua anak itu. Pasti mereka khawatir kalau anaknya kenapa-napa." Kata Meca.


Bimo hanya terdiam mendengar ucapan Meca. Ia tidak tahu lagi apa yang harus Ia ucapkan untuk membalas perkataan Meca.


Tak lama dokter yang memeriksa anak kecil itu pun keluar dari ruangan UGD.


Meca dan Bimo langsung menghampiri dokter itu dan langsung menanyakan keadaan anak kecil itu.


"Dok,gimana keadaannya?" Tanya Meca.


"Dia baik-baik aja. Dia pingsan gara-gara Ia kelaparan dan dehidrasi. Kalau nanti sudah siuman tolong diberi makanan dan minuman ya." Jelas dokter itu.


Meca dan Bimo hanya saling menatap karena bingung dengan sebab anak kecil itu pingsan bukan karena ditabrak.


"Oh.. iya dok terima kasih." Kata Meca.


"Iya sama-sama. Lain kali dijaga anaknya ya mas,mbak. Kalau nanti sampai kelaparan lagi bisa-bisa nanti terkena maag." Saran dokter.


Lain halnya dengan Bimo,Ia malah senyum-senyum sendiri melihat raut muka Meca.


"Tapi...." Kata Meca terpotong karena dokter itu sudah pergi dari hadapan Meca sebelum Meca selesai bicara.


"Gue padahal mau menjelaskan kalau anak kecil itu bukan anak gue." Kata Meca.


"Hahaha.... Dasar ibu-ibu." Canda Bimo sambil membuka pintu UGD untuk masuk.


Meca hanya menggerutu kesal mendengar ejekan Bimo.


Akhirnya Meca pun juga masuk ke ruang UGD untuk melihat keadaan anak kecil itu.


Setelah beberapa menit pingsan,anak kecil itu mulai membuka matanya perlahan. Itu artinya Ia sudah siuman.


Meca langsung mendekati ranjang yang ditiduri anak kecil itu.


Meca berada disamping anak kecil itu.


Diikuti dengan Bimo yang berdiri disamping Meca.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Meca pada anak kecil itu.


"Dimana ini? Siapa kakak?" Tanya Anak kecil itu kebingungan.


"Kamu ada dirumah sakit karena tadi kamu pingsan karena hampir ditabrak sama Kakak Bimo." Jelas Meca pada anak kecil itu sambil menunjuk ke arah Bimo.


"Tapi sebenarnya kamu pingsan bukan gara-gara Kakak tabrak,melaikan kamu kelaparan dan dehidrasi."Kata Bimo.


Meca langsung menoleh ke Bimo dan menyenggol Bimo dengan siku tangannya untuk menghentikan Bimo bicara. Meca merasa tidak tega kepada anak kecil itu.


Bimo hanya merespon Meca dengan tatapan bingung. Mungkin Bimo tidak mengerti maksud Meca.


"Aku emang sudah dari kemarin belum makan Kak. Aku tadi mau beli makanan untuk aku dan adik aku." Jelas anak kecil itu.


"Oh... gitu ya. Emangnya orang tua kamu kemana?" Tanya Meca pada anak kecil itu.


"Aku udah nggak punya orang tua. Aku hanya anak jalanan." Kata anak kecil itu dengan nada bicara yang merendah.


"Ya udah Kakak beliin makanan aja ya." Kata Meca dengan ramah.


"Gue aja yang beliin." Kata Bimo.


"Beneran?" Tanya Meca pada Bimo.


"Iya. Kayaknya Elo nggak percaya banget sama kebaikan gue." Kata Bimo.


"Terus nanti Kakak juga anterin kamu ke rumah kamu. Sekalian Kakak juga mau beliin makanan buat adik kamu." Kata Meca pada anak kecil itu.


"Makasih ya Kak. Kalian baik banget." Puji anak kecil itu.


"Jangan dipuji gitu nanti ada yang terbang. Tapi pasti bukan Kakak tapi orang disamping Kakak ini." Kata Meca sambil melirik ke arah Bimo.


"Maksud Elo itu gue?" Tanya Bimo sambil melotot pada Meca.


"100 buat Kakak." Kata Meca pada Bimo.


Bimo membalas Meca dengan menarik bagian atas hoodie(yang kayak topi itu pokoknya. Maaf author nggak tau namanya 😁) Meca sehingga menutupi wajah Meca.


"Dasar." Seru Meca pada Bimo karena kesal.


Anak kecil itu pun tertawa melihat kelakuan Meca dan Bimo.