ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 89



Meca masih menundukkan kepalanya,Ia tidak berani menatap wajah Bimo karena masih diselimuti rasa malu.


"Kenapa Elo diam? Nggak mau marah-marah lagi?" Ejek Bimo pada Meca.


Dengan sangat terpaksa,Meca memberanikan diri untuk menatap wajah Bimo. Ia sadar bila melakukan salah pada Bimo.


"Maaf tadi sudah marah-marah sama Kakak." Kata Meca dengan nada bicara pelan.


"Makanya,jangan keburu marah ,denger penjelasan gue dulu biar nggak salah paham." Kata Bimo.


Meca pun mengangguk-anggukan kepalanya pertanda Ia mengerti apa yang diucapkan Bimo.


"Tapi,Elo kenapa ngira gue mau bikin elo cemburu? " Tanya Bimo.


"I...tu.. karena Kakak kan mau tahu perasaan gue gimana kalau lihat foto itu,terus Kakak bakal seneng kalau bener gue cemburu." Jelas Meca sambil berpikir bagaimana menjelaskannya.


"Bener ucapan Elo. Gue seneng kalau lihat Elo beneran cemburu tadi. Padahal gue nggak ada rencana buat bikin Elo cemburu." Kata Bimo dengan menunjukkan senyum nakalnya.


"Siapa yang cemburu,gue nggak cemburu." Elak Meca sambil membuang muka dari Bimo.


"Masa?" Tanya Bimo sambil mendekatkan wajahnya pada Meca.


Meca merasa jantungnya berdebar-debar saat jarak wajahnya dengan Bimo hanya beberapa centi saja.


Bimo ingin rasanya tertawa melihat wajah Meca yang kaku dicampur dengan malu saat Ia menatapnya. Tetapi tawanya Ia tahan karena Ia ingin menatap Meca lebih lama lagi.


"Ih...apaan sih. Gue mau pulang." Kata Meca lalu pergi dari hadapan Bimo.


Melihat Meca akan pergi,Bimo segera menarik tangan Meca lalu menempatkan Meca kepelukannya.


Sret...


Meca membelalakkan matanya karena terkejut dengan ulah Bimo yang selalu secara tiba-tiba seperti itu.


Meca mencoba melepaskan pelukan dari Bimo,tetapi malah Bimo memeluknya semakin erat.


"Kenapa Kakak selalu gini sih?" Tanya Meca dengan kesalnya.


Ia menutup kedua matanya sambil merasakan hangatnya pelukan mereka berdua.


"Gue cinta sama Elo.." Bisik Bimo di telinga Meca.


Meca kaget dengan ucapan Bimo barusan.


Tetapi entah mengapa saat Bimo mengucapkan kata-kata tadi Meca merasa senang.


Buktinya sekarang senyum merekah di wajahnya.


Lama mereka berpelukan sampai tidak sadar ada seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka berdua yang sedang berpelukan.


Siapa lagi kalau bukan Ibu Vina atau Ibunya Bimo.Awalnya Ia tidak ingin mengganggu kemesraan Meca dan Bimo,Ia awalnya ingin memanggil pembantunya untuk segera memasak,kebetulan pembantunya sedang membersihkan taman.


Vina pun menghampiri pembantunya itu,tetapi saat Ia lewat tiba-tiba melihat Meca dan Bimo sedang berpelukan. Lalu Ia pun berhenti untuk menonton kemesraan antara Bimo dan Meca.


Vina terus memandangi mereka dengan senyum yang merekah di wajahnya. Ia merasa bahagia jika putranya bisa menemukan wanita yang tepat.


Entah kenapa Vina merasa Meca adalah anak yang baik,padahal Ia belum kenal Meca terlalu lama tetapi sudah merasa Meca adalah perempuan yang tepat untuk putra semata wayangnya.


Meca tiba-tiba melepas pelukan Bimo,Ia terkejut setelah melihat Ibu Vina atau Ibunya Bimo sedang memperhatikannya dengan Bimo.


Bimo heran mengapa tiba-tiba Meca melepas pelukannya,padahal Meca tadi cukup nyaman berada di pelukannya.


Vina yang menyadari bila Meca tahu keberadaannya,Ia pun langsung lari terbirit-birit.


"Ada apa?" Tanya Bimo.


"itu...dari tadi ada Ibu Kakak yang dari tadi memperhatikan kita saat pelukan. Ibu Kakak nggak marah kan?" Tanya Meca.


"Ngapain marah,malah mama gue bakal seneng kalau gue bisa pacaran sama Elo." Kata Bimo sambil melemparkan senyum bahagianya pada Meca.


Meca tidak tahu harus berkata apa,Ia hanya bisa menundukkan kepalanya untuk mengurangi rasa canggungnya.