ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 136



Meca pun sontak terkejut dengan pertanyaan Rengga itu.


Jelas sekali jika Meca paham dengan maksud pertanyaan Rengga tersebut.


Meca yakin jika Rengga sekarang sedang menyatakan perasaanya pada Meca,tetapi Rengga menggunakan cara yang berbeda.


Tut...tut...tut....


Tiba-tiba dering ponsel Meca berbunyi di saat Rengga dan Meca sedang bertatapan. Bunyi dering ponsel itu pun mampu membuat Meca dan Rengga tersentak.


Tanpa pikir lama,Meca pun segera mengambil ponselnya guna memeriksa orang yang meneleponnya.


Setelah dilihat,ternyata yang menelepon Meca adalah Ibunya.


Meca teringat jika Ia keluar rumah tadi tidak izin kepada Ibunya. Meca yakin jika Ibunya sekarang pasti khawatir karena Meca tidak ada di rumah,apalagi sudah larut malam seperti ini.


"Halo..Bu."


"Meca. Kamu dimana? Kok nggak ada di rumah."


"Maaf,bu. Tadi aku nggak izin sama Ibu,soalnya cepet-cepet mau beli sesuatu. Tapi,Ibu jangan khawatir. Ini aku sudah di perjalanan pulang kok."


"Ya sudah kalau begitu. Hati-hati lo pulangnya,ini sudah larut malam soalnya."


"Iya bu."


Setelah Ibunya menutup teleponnya,Meca langsung mematikan ponselnya lalu menyimpannya kembali ke dalam tasnya.


"Kenapa Elo bohong sama Ibu Elo?" Tanya Rengga.


"Gue nggak mau bikin Ibu khawatir kalau gue jujur dengan apa yang gue alami sebenarnya." Sahut Meca.


"Oh..gitu. Apa Elo mau gue antar pulang?" Tawar Rengga setelah mendengar Meca bertelepon dengan Ibunya tadi.


Meca pun langsung mengiyakan tawaran Rengga dengan anggukan kepalanya.


Ia tak punya alasan untuk menolak tawaran Rengga. Sebab Meca juga ingin pulang dengan cepat supaya tidak membuat Ibunya tambah khawatir. Jika pun Ia pulang sendiri,pasti akan lebih rumit karena belum mencari kendaraan untuk pulang yang mungkin membutuhkan waktu cukup lama.


Dalam perjalanan ke rumah Meca,Rengga dan Meca hanya diam di dalam mobil tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Alasan Meca diam adalah karena sedang letih setelah tenaganya habis hanya untuk menangis tadi. Sebab itulah yang membuat Meca enggan untuk mengeluarkan suaranya.


Sedangkan Rengga masih canggung untuk memulai pembicaraan dengan Meca setelah mengungkapkan perasaanya tadi.


Rengga memilih untuk diam sambil sesekali melirik Meca yang ada disampingnya. Ia dapat melihat dari wajahnya jika Meca terlihat lelah. Maka dari itu,Ia memilih untuk membiarkan Meca menenangkan pikirannya terlebih dahulu dan tak mau mengungkit tentang pernyataan cintanya tadi.


Hampir setengah jam di perjalanan,akhirnya Rengga telah sampai di depan rumah Meca.


Begitu sampai di depan rumah Meca,Rengga pun segera mengingatkan Meca jika sudah sampai di rumahnya.


Saat Rengga menoleh ke arah Meca,ternyata Meca tengah tidur di jok mobilnya.


"Pasti Elo lelah banget,sampai Elo ketiduran begini." Gumam Rengga sambil menatap wajah Meca yang sedang tidur.


Cukup lama Rengga memandang wajah Meca sampai lupa untuk membangunkan Meca yang terlelap dalam tidurnya.


Bagi Rengga momen ini sangat langka,karena Ia bisa memandang wajah Meca dengan dekat.


Semakin Ia sadari,ternyata Ia sudah benar-benar jatuh cinta dengan Meca.


Dari cara Ia memandang wajah Meca,rasa khawatirnya Ia saat melihat gadis itu terluka ataupun sedih. Itu semua sudah menunjukkan jika Ia telah jatuh hati pada gadis yang sedang Ia pandang saat ini.


Entah apa yang membuat Rengga jatuh cinta pada Meca.


Mungkin karena rasa nyamannya Ia saat berada di samping Meca atau alasan yang lainnya,tetapi yang pasti mulai detik ini Ia akan mencoba mengejar Meca untuk mendapatkan hatinya.


Tanpa Rengga sadari,ternyata jarak wajahnya terhadap wajah Meca hanya beberapa centi saja.


Dalam jarak yang begitu dekat,Rengga pun tak ingin menjauh,Ia malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Meca.


Semakin dekat,dekat...dan...


Tiba-tiba ada seorang laki-laki masuk mobilnya lalu menyeretnya keluar dan langsung meninju pinggir bibirnya dengan kuat sampai Rengga jatuh tersungkur.


"Dasar laki-laki br*ngs*k Elo!!" Umpat laki-laki yang menghajar Rengga dengan tinjuan tangannya.


Rengga pun mencoba bangun dari jatuhnya dengan perlahan lalu menoleh ke arah laki-laki yang tiba-tiba datang langsung meninjunya itu.


"Oh...ternyata Elo. Terima nih!!" Ucap Rengga dengan kesalnya lalu meninju balik kepada laki-laki itu sebagai balasan karena sudah meninjunya duluan.


Laki-laki itu pun jatuh tersungkur karena ditinju oleh Rengga dengan kuat.


Laki-laki itu pun mencoba bangun lalu menarik kerah baju Rengga ke atas sambil menatapnya dengan kedua mata yang melotot saking marahnya.


"Jangan sentuh cewek gue!!" Bentak Laki-laki itu dihadapan wajah Rengga.


Rengga pun menunjukkan senyum seringainya lalu berkata" Cih...cewek Elo? Bukannya Elo udah putus sama Meca?"


Ya,laki-laki yang meninju Rengga tidak lain dan tidak bukan adalah Bimo.


Bimo geram setelah melihat Rengga mencari kesempatan pada wanita yang dicintainya.


Walaupun Meca bukanlah pacarnya lagi,tetapi rasa cemburunya masih membara karena Bimo masih mencintai Meca.


Flashback On


Setelah bisa menenangkan pikiran dan hatinya,Bimo pun memutuskan untuk pulang. Ia juga ingin segera pulang dengan cepat dan menemui Ayahnya.


Bimo membawa motornya melaju membelah jalanan malam yang sepi.


Bimo pun menghentikan motornya sejenak setelah melihat rambu lalu lintas yang menunjukkan warna merah yang artinya harus berhenti.


Di tengah Bimo menunggu rambu berubah warna menjadi hijau,Ia pun sedikit tersentak saat menoleh ke arah sampingnya yang memperlihatkan Rengga dan Meca yang sedang berdua di dalam mobil.


Tin..tin...tin...


Suara klakson mobil yang dibelakangnya membuyarkan lamunan Bimo. Ia tak sadar jika rambu sudah berubah warna menjadi hijau karena terus memperhatikan Rengga dan Meca yang berada di mobil yang sama.


Lalu Bimo pun segera melajukan motornya setelah mendapat peringatan dari pengendara mobil yang menunggunya untuk jalan.


Bimo pun merubah keputusannya untuk segera pulang,Ia memilih untuk mengikuti mobil Rengga dari belakang. Ia ingin tahu kemana Rengga membawa Meca pergi pada larut malam seperti ini.


Rasa panik dan cemburu becampur menjadi satu setelah melihat gadis yang disukainya satu mobil dengan laki-laki saingannya itu.


Hampir setengah jam Bimo mengikuti mobil Rengga,akhirnya Ia berhenti setelah mobil Rengga berhenti di depan rumah Meca.


Bimo pun sedikit lega,karena rasa curiganya tidak terjadi. Ternyata Rengga hanya ingin mengantar Meca pulang saja.


Tetapi keanehan terjadi saat Rengga dan Meca belum juga keluar dari mobil setelah sampai di depan rumah Meca.


Bimo pun masih menunggu mereka keluar dari mobil. Setelah Ia menunggu cukup lama,ternyata Meca dan Rengga pun tak kunjung keluar dari mobil.


Bimo pun mulai merasa curiga lagi dan lagi.


Ia pun memutuskan untuk turun dari motor lalu menghampiri Rengga dan Meca yang berada di dalam mobil. Ia ingin tahu kenapa Rengga dan Meca berlama-lama di dalam mobil,padahal jelas jika sudah sampai di rumah Meca.


Saat Bimo baru tiba di samping mobil Rengga,Ia pun langsung membelalakkan kedua matanya karena terkejut setelah melihat Rengga akan mencium Meca di saat Meca sedang tertidur lelap.


Kecurigaannya kali ini benar,jika Rengga akan berperilaku macam-macam terhadap Meca.


Tanpa pikir lama,Bimo pun segera masuk ke dalam mobil Rengga lalu menyeretnya keluar dan menghajarnya.


Flashback Off


Jangan Lupa klik ikon ๐Ÿ‘๐Ÿปuntuk menaikkan popularitas novel saya.


Happy reading ๐Ÿ˜