
Hari silih berganti,mendatangkan cerita baru di setiap harinya.
Pagi hari ini Meca menjalankan rutinitas seperti biasanya.
Jika biasanya Ia akan bekerja dulu sebelum masuk kuliah di jam siang,kini Meca hanya bersantai di rumah.
Karena Ia juga sudah keluar dari tempat kerjanya dulu yaitu toserba. Saat ini,Meca belum mencari pekerjaan paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya.
Merasa bosan di rumah,Meca pun akhirnya keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan.
Sambil jalan-jalan,Ia juga bisa sambil mencari lowongan pekerjaan.
Meca pun memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan kota.
Pasti disana ada toko-toko atau kedai yang mungkin membutuhkan pekerja.
Jika nanti Ia lelah,Ia bisa mampir ke kedai untuk sekedar minum kopi atau minuman lainnya.
Sekitar 30 menit,Meca pun akhirnya telah sampai di tempat tujuannya. Memang cukup jauh untuk pergi ke tempat tujuannya tersebut.
Sesampainya disana,Meca pun tak mengendarai kendaraan,melainkan hanya berjalan kaki.
Memang benar dugaan Meca,banyak sekali toko-toko kecil dan cafe-cafe yang berjejer di sekitar sana. Ada pula pedagang kaki lima yang menjual sayur,buah,aksesoris,baju dan barang lainnya.
Semakin Meca berjalan menjauh,suasana di pusat perbelanjaan itu semakin ramai.
Tin.....tin....tin.....
Di saat Meca sedang santai berjalan,tiba-tiba ada suara klakson mobil berbunyi tepat di belakang Meca.
Meca pun langsung minggir,karena Ia pikir Ia telah menghalangi laju mobil yang membunyikan klaksonnya tersebut.
Tetapi,bunyi klaksonnya terus berbunyi seiring Meca berjalan. Padahal,Meca sudah tidak menghalangi jalan dari mobil tersebut.
Karena kesal dengan bunyi klakson mobil tersebut,lalu Meca pun menghentikan langkahnya.
Tampak pengendara mobil itu membuka kaca mobilnya.
"Meca!! Ini benar Elo?"
"Rengga?? Kenapa Elo bunyiin klakson Elo berkali-kali??" Tanya Meca dengan nada agak meninggi.
Tidak segera menjawab pertanyaan Meca,Rengga malah keluar dari mobilnya lalu menghampiri Meca dan berdiri di hadapannya.
"Maaf,tadi gue cuma pastikan kalau itu Elo.
Elo hilang beberapa minggu lalu,gue terus cari keberadaan Elo. Tapi,belum juga ketemu sama Elo. Dan sekarang,gue kaget banget kalau Elo sudah kembali. Ngomong-ngomong kapan Elo kembali?" Jelas Rengga.
"Kemarin." Jawab Meca dengan singkat.
"Oh...gitu. Apa Bimo sudah tahu,kalau Elo sudah pulang?" Tanya Rengga.
"Sudah." Jawab Meca dengan pelan.
"Laki-laki sialan itu!! Nggak bilang sama gue." Gumam Rengga sambil memaki Bimo.
"Apa ada lagi,yang Elo tanyakan?" Tanya Meca.
"Enggak. Ngomong-ngomong Elo mau kemana? Mau gue anterin naik mobil?" Tanya Rengga.
"Enggak usah,gue cuma mau jalan-jalan disini dengan jalan kaki aja." Sahut Meca.
Rengga pun tampak berpikir sejenak lalu berucap kembali pada Meca "Mec!! Tunggu dulu,tetap disini!!"
Lalu Rengga pun naik mobilnya kembali sambil berkata lagi kepada Meca untuk tidak pergi dari tempatnya berdiri sekarang.
Meca pun diam sambil mengerutkan dahinya setelah mobil Rengga mulai berjalan menjauh darinya.
Aneh!! Rengga menyuruhnya menunggu,tetapi Rengga malah pergi meninggalkan Meca.
Tak mau ambil pusing dengan perilaku Rengga,Meca pun segera melanjutkan kembali perjalanannya.
Tak lama kemudian.....
"Mec!! Tunggu!!" Teriak Rengga yang terdengar di belakang Meca.
Meca pun langsung menoleh ke belakang,dan benar saja Rengga berteriak sambil mengejarnya.
"Kenapa Elo kembali? Dan Dimana mobil Elo?" Tanya Meca.
"Mobil gue,gue parkirkan ke tempat parkir sebelah sana itu." Kata Rengga sambil menunjukkan tempat parkir mobilnya pada Meca.
Meca pun langsung menoleh ke tempat parkir yang ditunjukkan oleh Rengga.
"Kenapa mobil Elo,Elo parkirkan?" Tanya Meca.
"Gue pengen jalan-jalan sama Elo." Jawab Rengga sambil tersenyum manis kepada Meca.
Mendengar alasan Rengga,Meca pun hanya bisa geleng-geleng kepala menyikapi perilaku Rengga tersebut.
Lalu,Ia pun memutuskan untuk berjalan kembali sambil tengok kanan dan kiri.
Melihat Meca berjalan,Rengga pun ikut berjalan sampai Ia bisa berjalan beriringan dengan Meca.
"Elo tahu nggak,gue bisa jalan sama Elo adalah hal yang langka." Ucap Rengga.
Meca pun lalu menoleh ke arah Rengga sambil berkata " Kenapa?"
"Ya,karena setiap gue mau jalan sama Elo selalu ada Bimo sialan itu." Ucap Rengga yang lagi-lagi mengumpat pada Bimo.
"Jangan mengumpat lagi sama Bimo!!" Perintah Meca dengan nada bicara datar.
Mendengar perintah dari Meca,Rengga langsung diam seribu bahasa.
Tiba-tiba hatinya terasa sedih,saat Meca membela Bimo di hadapannya.
"Kenapa Elo tiba-tiba tanya hal itu?" Tanya Meca balik pada Rengga.
"Elo kan tahu,Gue suka sama Elo. Makanya gue pengen tahu Elo masih cinta nggak sama Bimo." Sahut Rengga sambil tersenyum tipis.
Meca pun menghentikan langkahnya sejenak lalu menghadap ke arah Rengga sambil berkata "Apa kalau gue bilang masih cinta sama Bimo,Elo akan menyerah?"
"Enggak. Gue akan terus mengejar Elo,sama kayak Bimo yang berhasil mendapatkan hati Elo. Gue akan terus maju." Ucap Rengga dengan yakin.
Mendengar ucapan Rengga yang terlihat tulus,Meca pun tak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya diam sambil menatap Rengga dengan tatapan datarnya.
Jika Meca bisa jujur,Ia memang masih mencintai Bimo. Di hatinya saat ini hanya ada Bimo seorang.
Tetapi,Meca tak mau langsung jujur pada Rengga karena Ia takut jika menyakiti perasaanya.
Maka dari itu,Meca memilih untuk diam tanpa menyanggahi ucapan Rengga tadi.
Sedangkan Rengga saat ini juga sedang menatap Meca dengan senyum di wajahnya. Bagi Rengga,hal ini sangat langka bisa bertatapan lama dengan Meca.
Ia juga sadar jika Meca sangatlah cuek padanya.
Tetapi,tiba-tiba....
Bruk.....
Ada orang yang menabrak Meca dari belakang. Hal itu membuat Meca jatuh di pelukan Rengga.
Karena terlalu kuat orang yang menabrak Meca tadi,sehingga Meca sampai jatuh tersungkur ke depan badan Rengga.
Rengga pun otomatis langsung terdorong ke belakang sampai kepalanya terbentur tiang listrik yang ada di pinggir jalan.
Meca pun langsung terkejut sampai mulutnya menganga saat melihat kepalanya Rengga yang terbentur cukup keras di tiang listrik.
Karena takut jika kepala Rengga luka.secara refleks,Meca pun segera menyentuh kepala Rengga sambil mengelusnya seraya berkata " Elo nggak apa-apa?"
Memang terasa sakit saat kepalanya tadi terbentur ke tiang listrik. Tetapi,Rengga tak menghiraukan rasa sakitnya itu.
Di tengah kepalanya yang masih sakit,hatinya malah gembira karena mendapat perhatian dari Meca.
Apalagi,sampai Meca mengelus-ngelus kepalanya.
Di tengah Meca yang khawatir,Rengga malah tersenyum tipis sambil menatap Meca dengan lekat.
"Gue cinta sama Elo,Mec." Ucap Rengga tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba ngomong itu sih?" Tanya Meca dengan bingungnya.
Lalu Rengga pun mendekatkan wajahnya pada Meca sambil memiringkan kepalanya.
Semakin dekat....dekat....
Melihat Rengga semakin dekat dengannya,Meca pun mencoba memundurkan kepalanya.
Tetapi,semakin Meca memundurkan kepalanya,Rengga malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Meca.
Tak mau terjadi hal yang macam-macam apalagi di tempat umum seperti ink,akhirnya Meca mendorong bahu Rengga agar menjauh darinya.
"Jangan!! Elo udah gila ya?" Ucap Meca dengan kesalnya lalu pergi meninggalkan Rengga begitu saja.
Sedangkan Rengga hanya diam dan terpaku di tempatnya berdiri.
Menyadari jika Meca marah padanya,Rengga pun segera mengejar Meca.
"Mec!! Tunggu,Mec!!" Teriak Rengga sambil berlari pelan untuk mengejar Meca.
Belum sampai mengejar Meca,tiba-tiba kepala Rengga terasa sakit yang luar biasa.
Ia menahan rasa sakitnya itu,dan tetap berlari sambil memegang kepalanya yang sakit.
Rengga terus memanggil-manggil nama Meca,tetapi tetap saja Meca tak mau menghiraukannya.
"Mec!!"
Meca tetap saja berjalan tanpa menoleh ke belakang saat Rengga memanggil-manggil namanya. Ia merasa kesal dengan perbuatan Rengga tadi padanya. Menurut Meca itu sudah melewati batas.
"Eh,laki-laki itu kenapa? Ayo tolong dia!!" Ucap salah satu perempuan sambil berlari.
Meca merasa bingung,karena banyak orang yang lari dengan raut wajah khawatir.
Karena penasaran,Meca pun menoleh ke belakang.
Dan ternyata sudah ada sekumpulan orang yang berkumpul membentuk lingkaran.
Tiba-tiba Meca teringat Rengga. Ia takut jika orang yang berkerumun itu sedang menolong Rengga.
"Rengga? Apa dia terluka?" Gumam Meca.
Meca pun langsung menghampiri orang yang berkerumun itu dan mencoba menerobos kerumunan untuk melihat orang yang Ia duga adalah Rengga.
"Rengga!!" Teriak Meca dengan terkejutnya setelah melihat jika memang orang yang menjadi pusat perhatian itu adalah Rengga.
Meca pun langsung berjongkok dan menempatkan kepala Rengga di pangkuannya.
"Tolong panggilkan ambulan!!" Pinta Meca pada sekumpulan orang tadi.
"Rengga! Bangun!!" Rengek Meca sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rengga.
**********
Jangan lupa klik ikon 👍🏻untuk menaikkan popularitas novel saya.
Happy reading 🥰🥰