
Di Taman
Meca pun akhirnya sampai di taman depan kampus. Ia pun berhenti dibelakang pohon untuk menjalankan rencana Citra yaitu memvidio Citra saat menyatakan perasaan ke Bimo. Tetapi Meca tidak tahu kalau rencana Citra gagal.
Meca pun melihat kearah taman,tetapi yang membuat Meca heran adalah tidak ada seorang Bimo disana,dan hanya Citra saja yang sedang duduk di kursi taman dengan menundukkan kepala.
Lalu Meca pun berpikir kalau Bimo sudah membohonginya karena tadi Bimo bilang kepadanya kalau Ia sudah datang dari tadi,tetapi sebenarnya Bimo belum datang.
Lantas Meca pun langsung menelepon Bimo untuk menanyakan keberadaannya.
Meca pun mengeluarkan handphonenya dari saku celananya lalu langsung mencari kontak dengan nama Kak Bimo.
Tak lama kemudian panggilannya tersambung.
Meca : Halo, kok Kakak nggak ada ditaman,katanya tadi udah sampai dari tadi.
Bimo : Gue udah sampai kok,tapi gue sekarang bukan ada ditaman
Meca : Loh,terus Kakak dimana?
Bimo : Dibelakang Lo
Meca pun terkejut mendengar Bimo yang mengatakan kalau Ia berada dibelakangnya. Meca takut jika rencananya akan diketahui Bimo.
Lantas Ia pun menoleh kebelakang dan ternyata benar Bimo memang sudah ada dibelakangnya.
Meca tidak bisa berkata-kata bahkan panggilannya dengan Bimo pun belum Ia matikan. Ia masih meletakkan handphonennya di telinganya sambil menatap Bimo yang sedang melihatnya juga.
Bimo : Lo nggak mau matiin panggilannya?
Meca pun langsung terbangun dari kagetnya lalu langsung mematikan panggilannya dengan Bimo dan langsung menyimpan handphonennya di sakunya.
Bimo pun menghampiri Meca. Kini mereka sudah berhadapan dengan jarak yang lebih dekat.
"Kenapa kok diem aja?" Tanya Bimo pada Meca.
"Kak,kita kan mau latihan? Gimana kalau Kakak tunggu dulu ditaman terus gue beli minuman dulu." Kata Meca sambil melangkahkan kakinya untuk pergi,tetapi Bimo menarik tangannya.
"Jangan melarikan diri,emangnga gue nggak tau apa yang Lo rencanain sama Citra?" Kata Bimo sambil memegang tangan Meca.
Meca mendengarnya pun sontak terkejut. Ia pikir Bimo belum mengetahuinya,tetapi malah Bimo sudah lebih tau detail rencananya dan Citra.
Meca pun melepas genggaman tangan Bimo darinya.
"Jadi Kakak sudah tahu?" Tanya Meca
"Mec,gue kira Lo tu pintar dalam melakukan sesuatu. Ternyata gue salah, Lo malah mudah dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingannya." Kata Bimo pada Meca yang membuat Meca kesal.
"Kak,emangnya gue juga mau ngelakuin ini. Gue juga nggak mau. Kakak tahu nggak gue nglakuin ini hanya untuk hilangin rumor gue sama Kakak." Jelas Meca.
"Maksud Lo?" Tanya Bimo bingung.
"Kakak tidak tahu ya, kalau Kak Citra itu suka sama Kakak. Jadi gue pikir kalau Kakak bisa nerima cintanya dan pacaran,maka rumor itu juga akan hilang." Jelas Meca
Bimo pun hanya terdiam saat mendengar kalau Citra suka kepadanya.
"Kak,tadi itu Kak Citra mau nyatain perasaannya sama Kakak." Kata Meca
"Tapi rencana Lo sama Citra nggak akan berjalan dengan baik." Kata Bimo.
"Kenapa?" Tanya Meca.
"Lo akan tau sendiri nanti. Sekarang Lo harus ikut gue nemuin Citra." Kata Bimo sambil menarik tangan Meca untuk pergi ke taman
"Kakak sendiri aja,nanti gue malah jadi obat nyamuk." Kata Meca
Bimo tak menggubris penolakan Meca, Ia langsung menarik tangan Meca untuk pergi ke taman.