
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Itu artinya Meca harus segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Seperti biasa Ia harus pergi lebih awal dari jam masuk kampus,karena jarak toserba dari kampus cukup jauh.
Meca segera berkemas dan menelepon bapak pemilik toserba untuk menggantikannya menjaga toserba.
Setelah menelepon,bapak pemilik toserba itu pun langsung datang ke toserba.
Memang rumah bapak pemilik toserba itu sangat dekat dengan toserba miliknya.
Setelah itu Meca langsung berpamitan kepada bapak pemilik toserba itu untuk kuliah.
Meca segera bergegas pergi ke kampus.
Seperti biasa berjalan untuk pergi ke halte lalu menunggu bis datang.
Di Kampus
Meca pun akhirnya tiba di kampus.
Meca melewati beberapa ruangan kelas dan ruangan-ruangan lainnya untuk menuju ke ruang kelasnya.
Ketiga cewek menghampiri Meca dengan wajah yang sombong.
Siapa lagi kalau bukan Angel,Dea dan Lina yang suka mengusik Meca.
"Apa kabar cewek penggoda?" Tanya Angel dengan senyum yang sinis.
"Maaf gue sibuk. Nggak ada waktu buat Elo. Minggir!" Kata Meca pada Angel.
"Kalau gue tunjukkin sesuatu buat Elo. Pasti Elo akan ada waktu buat gue." Kata Angel dengan senyum yang jahat.
"Apa yang mau Elo tunjukkin?" Tanya Meca
"Penasaran ya pasti. Oke gue tunjukkin foto Elo dan...." Kata Angel sambil mengeluarkan handphonennya dan menunjukkan foto yang Dea ambil kemarin kepada Meca.
Flasback On
Dea sedang membeli camilan di supermarket.
Setelah selesai Ia pun kembali ke dalam mobilnya. Tetapi saat Ia akan membuka pintu mobilnya,dari kejauhan nampak Meca dan Bimo sedang duduk berdua di warung.
"Kok mereka deket lagi?bukannya mereka udah nggak bersama lagi sejak beredar rumor itu. Meca memang pintar merayu Bimo. Gue harus foto nih...buat bukti lagi kalau si Meca memang suka goda Bimo." Gumam Dea sambil mengeluarkan handphonennya dari tas selempangnya lalu langsung memotret Bimo dan Meca.
Setelah memfoto,Dea pun langsung masuk mobil untuk pergi.
"Elo mau ancam gue lagi?" Tanya Meca dengan wajah yang datar.
"Apa Elo takut?" Tanya Angel dengan senyuman jahatnya.
"Gue heran sama Elo ya. Suka banget ancem orang. Oke Elo mau buat kesepakatan kan?" Tanya Meca
"Aduh....Elo emang pinter banget ya. Suka bener kalau nebak. Oke, gue mau Elo jangan deket-deket Bimo.."Kata Angel terpotong karena Meca langsung menyela
"Oke gue bisa." Sela Meca
"Tunggu gue belum selesai bicara. Masih ada satu lagi permintaan gue. Elo harus minta maaf sama gue dengan cara berlutut di kaki gue." Kata Angel dengan senyum jahatnya.
"Apa Elo udah gila? Gue nggak akan naruh harga diri gue ke orang rendahan kayak Elo." Marah Meca pada Angel.
Angel langsung naik pitam saat Meca mengatainya orang rendahan.
Ia pun langsung menampar Meca,tetapi tangannya langsung dihentikan oleh seorang laki-laki yaitu Bimo.
Meca pun terkejut dengan kedatangan Bimo.
"Gue pernah bilang sama Elo. Jangan nyentuh Meca!" Teriak Bimo pada Angel sambil melepaskan tangan Angel yang Ia pegang tadi.
"Kenapa? Apa Elo jatuh cinta sama dia? Iya?" Tanya Angel dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Ya. Emangnya kenapa? Apa Elo cemburu sama Meca karena Elo udah nggak ada kesempatan buat balik sama gue?" Tanya Bimo dengan senyum jahatnya.
"Kak!" Teriak Meca pada Bimo karena Bimo asal-asalan bicara kalau Ia jatuh cinta padanya.
Apalagi semua anak kampus sedang bergerombol menyaksikkan kejadian ini.
"Diam!" Teriak Bimo pada Meca.
"Gue peringatin sama Elo Ngel. Elo udah nggak ada kesempatan buat balik sama gue lagi. Beribu cara Elo coba. Gue nggak akan jatuh cinta lagi sama Elo." Kata Bimo pada Angel.
Entah kenapa Meca merasa tidak jelas mendengar ucapan Bimo,ditambah lagi penglihatannya mulai kabur.
Lama-kelamaan Meca sempoyongan dan
Brukk.....
Meca jatuh pingsan.