ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Jangan Ikut Campur



Setelah beberapa menit menuju perjalanan kampus,akhirnya Meca sampai di kampus tempat kuliahnya.


Sesampai kampus Meca langsung menuju ruang kelasnya untuk memulai kelasnya pagi hari ini sampai siang nanti.


*********


Selang beberapa jam,akhirnya Meca menyelesaikan kelasnya.


Ia pun berjalan keluar dari ruang kelasnya.


"Mec!" Teriak seseorang laki-laki dari kejauhan.


Tiba-tiba terdengar seseorang laki-laki yang memanggil Meca dari kejauhan.


Mendengar namanya dipanggil,Meca pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


Meca langsung menyeritkan alisnya,karena jarang sekali seorang laki-laki yang memanggilnya itu mencarinya. Dia adalah kakak senior pengampu ekstrakurikulernya yaitu Dio.


Tiba-tiba Meca mulai mengingat masalah yang Ia buat saat ekstrakurikuler lalu.


'Apa jangan-jangan Kak Dio nyariin gue mau marahin gue. Gara-gara gue melarikan diri saat ekstralurikuler lalu.' Batin Meca khawatir.


Karena takut nanti akan dimarahin oleh Dio,Meca pun memutuskan untuk melarikan diri.


Dio bingung dengan tingkah laku Meca,saat Ia panggil malah Meca lari darinya.


"Mec! Elo mau kemana?" Teriak Dio sambil mengejar Meca yang lari darinya.


Meca berusaha menghindari Dio,tapi karena kecepatan larinya tidak sebanding dengan kecepatan larinya Dio.


Akhirnya Meca dapat dikejar oleh Dio dan tertangkap olehnya.


"Mec! Kok Elo malah lari gue panggil?" Tanya Dio.


"Maaf,Kak waktu itu nggak ngikuti ekstra Kakak. Malah gue melarikan diri. Gue tadi takut kalau Kakak marah jadi gue lari." Jelas Meca sambil menundukkan kepalanya karena takut memandang wajah Dio.


Dio langsung bingung mendengar ucapan Meca yang bicara tidak jelas padanya.


Meca langsung berani memandang wajah Dio,karena Dio ternyata bukan ingin memarahinya.


"Oh....begitu. Kak Dio mau ngomong apa?" Tanya Meca.


"Ikut gue! Jangan ngomong disini." Kata Dio.


Meca mengangguk-anggukan kepalanya dan langsung mengikuti kemana Dio pergi.


Dio membawa Meca pergi ke taman kampus.


Karena tempatnya tidak begitu ramai.


Mereka pun duduk di kursi yang ada di taman tersebut.


"Mec,sebenarnya gue mau ngomong soal Bimo." Kata Dio.


"Huh... Kak Bimo lagi?" Tanya Meca.


"Gue mau tanya,sebenarnya Elo tuh suka nggak sama Bimo?" Tanya Dio.


"Lagi-lagi nanya soal ini. Gue tau kak Dio adalah sahabat Kak Bimo dan Kakak merasa peduli sama Kak Bimo,tapi Kak Dio nggak berhak selalu tanya tentang perasaan gue ke Kak Bimo. Gue paling nggak suka orang yang ikut campur ke perasaan gue. Walaupun itu keluarga gue sendiri. Jadi Kak Dio,jangan pernah urusin masalah perasaan gue sama Kak Bimo lagi." Jelas Meca


"Permisi." Pamit Meca.


Karena terlalu kesal,Meca pun bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan Dio seorang diri.


Meca memang sangat tidak suka ada orang yang mencampur urusan soal perasaannya.


Menurut Meca hanya dirinya yang bisa mengubah dan menentukan perasaan suka atau tidak sukanya kepada seseorang laki-laki dan tidak ada sangkut pautnya oleh orang lain.


"Ah....dasar cewek sombong! Dari segi mananya Bimo suka cewek kayak gitu? Sifatnya aja ngeselin kayak gitu." Gumam Dio sambil melihat Meca dengan tatapan tajam.


Dio pun bangun dari duduknya lalu memutuskan untuk pergi dari taman itu.


Tolong Like and Vote 🤗🤗