ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Hampir saja



Setelah Ibunya menelepon dan meminta Meca pulang,Meca langsung mengajak Bimo untuk pergi dari rumah Faris.


"Kak,tadi Ibu gue telpon,katanya suruh pulang." Kata Meca pada Bimo.


"Oh... ya udah ayo." Ajak Bimo.


"Faris,Kakak pulang dulu ya,soalnya udah malem juga. Kamu jaga diri baik-baik disini ya." Kata Meca pada Faris sambil mengelus kepalanya.


"Iya Kak. Kakak hati-hati ya. Sekali lagi makasih karena Kakak udah beliin makanan dan juga motivasi ke aku." Kata Faris.


"Iya sama-sama. Ya udah Kakak pamit ya." Kata Meca sambil bangun dari duduknya.


"Kakak juga pamit ya. Jaga kesehatan jangan sampai pingsan lagi." Kata Bimo sambil bangun dari duduknya.


Faris mengangukkan kepalanya pertanda Ia mengerti. Faris mencium tangan Meca dan Bimo sebagai tanda perpisahan. Begitu juga dengan adiknya Putri.


Lalu Meca dan Bimo pun melambaikan tangan kepada Faris dan adiknya sebagai tanda perpisahan sambil mengucapkan 'da..da...' dengan senyuman yang merekah di wajah mereka.


Meca dan Bimo pun kembali ke dalam mobil sport milik Bimo untuk lanjut menuju rumah Meca.


Di Dalam Mobil


Meca dan Bimo pun langsung memakai sabuk pengamannya masing-masing.


"Dimana alamat rumah elo?" Tanya Bimo pada Meca.


"Di jalan bunga No.56." Jawab singkat Meca.


"Ternyata rumah Elo perumahan." Kata Bimo.


Mendengar alamat yang diberikan Meca,Bimo pun langsung menghidupkan mesin mobilnya dan langsung membawa mobilnya ke alamat yang dimaksud Meca.


Beberapa menit di mobil,keheningan pun terjadi. Tidak ada yang mengajak bicara antara satu sama lain. Entah itu Bimo atau Meca. Mereka sama diamnya.


Meca hanya melihat penjuru jalan yang dilewati mobil Bimo dari kaca mobil depan,sedangkan Bimo hanya fokus menyetir mobilnya.


Meca pun lama-kelamaan mengantuk dan kepalanya mulai bergerak kebawah karena sudah terlalu mengantuk. Kepala Meca hampir terbentur kaca mobil depan karena kepalanya terus menunduk. Tetapi hal itu tidak akan terjadi karena Bimo dengan cekatan langsung menghentikannya dengan menangkap dagu Meca agar tidak terbentur kaca dengan tangannya yang besar yang ukurannya pas untuk wajah Meca yang kecil.


Posisi Bimo sekarang dengan tangan kirinya yang memegang wajah Meca,dan tangan kananya yang memegang setir mobil. Karena kuwalahan akhirnya Ia pun memutuskan untuk menghentikan dan menepikan mobilnya dulu untuk membenarkan posisi Meca tidur.


Setelah mobilnya ditepikan ke pinggir jalan, Bimo langsung membenarkan posisi kepala Meca agar tidak maju ke kaca depan mobil.


Ia sedikit hati-hati membenarkan posisi kepala Meca agar Meca tidak bangun.


Saat membenarkan kepala Meca untuk bersandar ke kursi mobil, Bimo sedikit salting karena Ia memegang wajah Meca saat Meca sedang memejamkan matanya. Bimo terus melihat wajah Meca saat tertidur. Tanpa sadar perlahan Ia mendekati wajah Meca dengan tangan kirinya yang sedang memegang wajah Meca. Posisi seperti ini memang seperti orang yang akan berciuman.


Entah tidak tau mengapa Bimo ingin mencium Meca,tetapi saat Ia hampir berhasil,Bimo disadarkan dengan ucapan Meca yaitu 'gue nglakuin ini hanya untuk harga diri gue'. Ucapan Meca terngiang-ngiang di kepala Bimo.


Lalu Bimo pun langsung tersadar dengan ucapan Meca. Ia ingin menghargai keputusan Meca dan tidak mengecewakan Meca.


Lalu Bimo pun langsung menjauh dari wajah Meca. Ia pun langsung membenarkan posisi kepala Meca untuk bersandar ke kursi yang Meca tempati.


'Makasih tuhan karena sudah ngingetin. Kalau sampai gue nyium Meca. Pasti Meca kecewa banget sama gue.'Batin Bimo


Lalu Bimo memutuskan untuk kembali menyetir mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya ke rumah Meca.