
Meca berjalan ditepi jalan dengan tengok kanan dan kiri untuk melihat ojek atau angkot yang sedang lewat.
Saat Ia berjalan,terlihat dua orang cowok yang sedang duduk di tepi jalan.
Mereka terlihat sedang melirik Meca yang sedang berjalan melewatinya.
Melihat kedua laki-laki itu meliriknya,Meca langsung membuang muka dengan sewotnya dari tatapan kedua laki-laki itu.
Meca tidak suka dengan kedua laki-laki yang sedang meliriknya karena tampilan kedua laki-laki itu terlihat tidak baik.
Tampangnya yang terlihat seperti berandal,pakainnya yang terlihat tidak sopan untuk dipandang dan di anggota tubuh kedua laki-laki itu terpampang tataoo pada bagian tangan dan leher.
Meca yang melihatnya pun bergidik ngeri. Ia meneruskan berjalannya seperti biasa. Ia berjalan lurus kedepan tanpa melihat kedua laki-laki itu.
Kedua laki-laki itu terus menatap Meca yang berjalan melewati mereka.
Salah satu dari mereka mengode dengan cara menyenggol siku temannya sambil melirik Meca. Ia mengode temannya bermaksud untuk mengejar Meca.
Temannya pun langsung mengangguk paham.
Mereka berdua mengikuti Meca dari belakang.
Meca menyadari ada orang yang mengikutinya. Ia berpikir pasti kedua laki-laki tadi.
Ia mempercepat jalannya.
Kedua laki-laki itu semakin dekat dengan Meca.
Meca pun akhirnya memutuskan untuk lari sekencang-kencangnya.
Kedua laki-laki itu pun langsung mengejar Meca yang terlihat lumayan jauh dari mereka.
Meca tidak bisa melawan mereka,apalagi mereka adalah laki-laki.
Melawannya pun tidak bisa karena tenaga mereka lebih kuat darinya.
Meca berusaha lari sekencang-kencangnya untuk menghindari kedua laki-laki itu.
Tetapi kedua laki-laki itu berlari dua kali lebih cepat dari Meca.
Sialnya,Meca berhasil ditangkap oleh kedua laki-laki itu.
Kedua laki-laki itu mengepung Meca.
Meca tak bisa berbuat apa-apa,Ia hanya bisa berharap ada seseorang yang menolongnya.
"Mau kemana Elo?" Tanya salah satu laki-laki itu dengan senyum jahatnya.
Laki-laki itu memegang tangan Meca.
"Hei! Lepasin tangan gue,atau nggak gue teriak nih." Ancam Meca.
"Hahahaha.....mau teriak? Teriak aja,tapi kalau nggak ada yang datang nanti ikut kita ya. Nanti bisa senang-senang..hahaha..." Kata teman laki-laki satunya.
"Hei!!!!!" Teriak laki-laki yang ada di tepi jalan dengan mobilnya yang terparkir disampingnya.
Laki-laki itu berjalan menghampiri kedua laki-laki itu dan Meca.
Meca yang melihatnya pun tersenyum senang,apalagi yang akan menolongnya adalah Bimo.
Flashback
Bimo mengendarai mobilnya ke arah toserba tempat kerja Meca. Ia ingin bertemu Meca untuk meminta maaf sekali lagi.
Di dalam perjalanannya menuju toserba,tiba-tiba Ia dikejutkan dengan kejadian semacam perampokan oleh kedua laki-laki ke seorang perempuan.
Ia awalnya tidak tahu jika perempuan itu adalah Meca.
Semakin dekat dengan tempat kejadian itu,Bimo sangat terkejut karena perempuan yang akan ditolongnya adalah perempuan yang Ia suka yaitu Meca.
Ia mengepalkan tangannya karena kesal dengan kedua laki-laki itu.
Sesampainya di tempat kejadian Ia langsung turun dari mobilnya.
Flashback Off
Tanpa pikir panjang,Bimo langsung menendang perut laki-laki yang memegang tangan Meca.
Laki-laki itu langsung jatuh tersungkur.
Teman laki-laki itu pun geram dan langsung membalas Bimo dengan sebuah hantaman dari tangannya yang tertuju pada pipi Bimo.
Tetapi Bimo langsung menahan tangan laki-laki tersebut dan memuntir tangan laki-laki itu sampai laki-laki itu kesakitan.
Setelah perkelahian berlangsung sedikit lama,akhirnya Bimo mengalahkan kedua laki-laki itu.
Kedua laki-laki itu sudah babak belur dihantam dan dipukul oleh Bimo.
Sedangkan Bimo hanya kena pukul sekali pada pelipisnya.
Meca yang menyaksikkan perkelahian pun ikut ngeri.
Ia sejak tadi hanya berdiri mematung melihat perkelahian antara Bimo dan kedua laki-laki yang ingin mengganggunya tadi.
"Pergi! Jangan pernah ngangguin cewek ini lagi." Teriak Bimo pada kedua laki-laki itu.
Kedua laki-laki itu pun langsung lari terbirit-birit karena takut kena pukul dan hantaman Bimo lagi.