
Bimo pun memutuskan untuk berdiri dan pergi menyusul Meca.
"Mec,emang ya Elo tu kadang-kadang ngeselin banget jadi cewek." Kata Bimo sambil mengikuti Meca dari sampingnya.
"Udah tau ngeselin,terus kenapa Kakak suka deketin gue?" Tanya Meca dengan herannya.
"Karena gue udah jatuh cinta sama Elo,gue nggak tahu kenapa gue bisa suka sama Elo." Jawab Bimo dengan santainya.
Begitu mendengar jawaban Bimo yang sangat jujur, Meca pun hanya bisa terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi.
Suasana sedikit canggung saat ini.
Bimo dan Meca pun sama-sama terdiam seribu bahasa.
Agar tidak canggung lagi,Meca pun memutuskan untuk melanjutkan jalannya yang sebelumnya berhenti karena berbincang sedikit dengan Bimo tadi.
Saat Meca akan melangkahkan kakinya,Ia ditahan oleh Bimo.
"Mec,gue nggak perlu jawaban dari Elo tentang perasaan gue kok. Gue cuma pengen Elo jangan pernah cuekin gue kayak gini untuk menghindar dari gue.
Gue pengen hubungan kita seperti teman yang dekat tanpa beban satu sama lain. Elo mau kan?" Jelas Bimo pada Meca.
"Iya gue mau kok Kak.Maaf sebelumnya karena gue belum bisa perasaan Kakak.
Lagipun gue juga nggak mau pacaran dulu." Kata Meca dengan ramah pada Bimo.
Bimo hanya menanggapi Meca dengan anggukan kepalanya.
Meskipun Meca belum bisa membalas perasaanya,tapi Bimo tidak masalah dengan itu.
Yang Ia mau sekarang hanya untuk bisa disamping Meca dengan nyaman tanpa rasa canggung. Dengan begitu,Meca juga bisa merasa nyama berada didekatnya.
"Kak,sepertinya hubungan kita seperti kartun Tom and jerry." Kata Meca.
"Tom and jerry,maksudnya?" Tanya Bimo bingung.
"Iya Kak. Di kartun Tom and jerry itu,Tom selalu mengejar jerry tanpa rasa lelah dan menyerah. Dia menggunakan banyak cara untuk mendapatkannya. Gue harap Kakak bisa seperti itu sama gue." Jelas Meca.
"Oh...jadi gitu. Gue sebagai Tom akan selalu ngejar Meca sebagai jerry untuk bisa mendapatkannya. Begitu gue bisa mendapatkannya,pasti Jerry akan menjadi milik gue selamanya." Kata Bimo sambil tersenyum pada Meca.
Meca hanya tersenyum menanggapi ucapan Bimo yang begitu bersemangat.
Tidak tahu mengapa Meca bisa berpikir seperti itu. Ia merasa hubungannya dengan Bimo sama halnya dengan kartun Tom dan Jerry,karena Bimo juga tidak lelah untuk mengejar Meca agar bisa menerima perasaanya.
Mungkin itu sebabnya Meca berpikir jika hubungannya dengan Bimo seperti kartun Tom dan Jerry.
"Ya udah,ayo pulang." Ajak Meca kepada Bimo.
Bimo pun menuruti kemauan Meca lalu mengikutinya dari belakang.
Setelah sampai di depan mobil Bimo,Meca dan Bimo langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
Meca dan Bimo segera memakai sabuk pengamannya masing-masing dan siap untuk pulang.
"Kak,nanti anterin gue ke toserba tempat gue kerja aja." Kata Meca
"Iya." Jawab singkat Bimo.
Selang beberapa menit,akhirnya Bimo dan Meca sampai di depan toserba tempat kerja Meca.
Meca pun keluar dari mobil Bimo,begitu juga dengan Bimo.
"Kak,terima kasih udah anterin gue. Gue masuk dulu ya..." Kata Meca sambil melangkahkan kakinya menuju pintu toserba.
"Tunggu Mec..." Kata Bimo tiba-tiba pada Meca.
Bimo langsung menghampiri Meca dan langsung berjongkok di hadapan Meca untuk membenarkan tali sepatu Meca yang terlepas.
Meca sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Bimo tadi.
Ia tidak percaya Bimo adalah laki-laki yang begitu perhatian.
Awalnya Meca berpikir negatif pada Bimo karena sifat perhatiannya pada perempuan hanya dijadikan bahan untuk modus saja.
Ternyata pikiran itu tidak benar adanya,seketika prasangka itu membuyarkan pikirannya.
"Jangan lupa menali sepatu Elo yang terlepas. Kalau Elo lupa,Elo bisa kesandung dan jatuh." Kata Bimo sambil bangun dari berjongkoknya.
"Oh..iya. Terima kasih Kak. Gue ma..suk dulu. Kakak hati-hati ya di jalan." Kata Meca dengan sedikit gugup dengan Bimo.
Meca pun langsung membuka pintu toserba dan masuk ke toserba dengan langkah terburu-buru.
Bimo yang melihat Meca pun tersenyum melihat perilaku Meca yang nampak gugup.
Ia pun kembali ke mobilnya dan pergi dari toserba tersebut.