
Setelah beberapa menit mengobrol di mobil Citra. Akhirnya mobil Citra pun berhenti di sebuah tempat karaoke.
Meca terkejut dengan tempat yang dipilih Citra. Tempat karaoke bagi Meca adalah tempat dimana orang akan bermabuk-mabukan. Dan yang paling Meca tidak suka adalah tempat yang sangat ramai.
Meca tidak begitu suka tempat ramai dan berisik.
Meca dan Citra pun turun dari mobil.
Diikuti dengan Dio dan Bimo yang juga turun dari mobil sport Bimo.
"Kak,ini kita mau main ke tempat karaoke ini?" Tanya Meca sambil melihat tempat karaoke tersebut.
"Iya,emangnya kenapa?" Tanya Citra balik.
"Gue nggak kebiasa di tempat kayak gini." Jawab Meca
"Maka dari itu Elo harus sesekali kesini. Biar terbiasa gitu." Sela Dio pada Meca.
Meca hanya terdiam mendengar perkataan Dio. Ia sebenarnya tidak ingin ke tempat karaoke,tetapi Ia tidak tahu bagaimana cara menolaknya. Meca merasa tidak enak pada semua orang.
Meca terpaksa mengiyakan permintaan Dio.
Akhirnya mereka berempat masuk ke tempat karaoke tersebut. Di dalam tempat karaoke tersebut mereka berempat sudah disambut dengan dua pelayan cantik dari tempat karaoke tersebut.
Tampilan dua pelayan itu membuat Meca bergidik ngeri karena pakaiannya yang ketat sampai membentuk body dua pelayan wanita itu.
Mereka berempat pun terus berjalan kedalam ruangan tempat karaoke tersebut.
Terlihat Citra sedang mengobrol dengan pelayan laki-laki.
"Mas,biasa ruang karaoke VIP." Pesan Citra pada pelayan laki-laki itu.
Pelayan laki-laki itu pun langsung menganggukkan kepalanya pertanda siap menjalankan pesanan Citra.
Tiba-tiba saat Citra mengajak Bimo,Dio dan Meca untuk mengikuti pelayan laki-laki itu. Ada seorang laki-laki yang sedang mabuk mendekati Meca dengan sempoyongan.
Tanpa pikir panjang,Meca meninju perut laki-laki yang sudah kurang ajar terhadap Meca. Tetapi aksi Meca tidak berhasil karena tangan Meca dihentikan oleh Bimo dan ditariknya keluar dari tempat karaoke tersebut.
"Lepas Kak!" Marah Meca pada Bimo.
Setelah keluar dari tempat karaoke tersebut,akhirnya Bimo melepaskan tarikan tangannya terhadap Meca.
"Apa Elo udah gila? Kalau Elo tadi sampai buat masalah sama tu cowok mabuk,bisa-bisa Elo lebih dari dielus rambut Elo nantinya." Jelas Bimo dengan nada bicara yang meninggi.
"Gue tu paling....paling nggak suka sama cowok kayak gitu. Gue mau menghajarnya." Kata Meca
"Mec,gue tau cewek juga harus melawan kalau ada cowok yang kayak gitu. Tapi,Elo jangan gegabah dulu kayak tadi. Gue khawatir Elo habis hajar cowok yang tadi,Elo malah diapa-apain sama dia."Jelas Bimo pada Meca.
"Kakak pikir gue juga nggak takut sama cowok kayak tadi. Gue takut Kak,tapi gue nglakuin ini hanya untuk harga diri gue." Kata Meca.
"Mec,Elo bener bener cewek baik. Gue nggak salah milih suka sama Elo." Batin Bimo kagum terhadap Meca.
Di satu sisi Citra dan Dio sudah ada di dalam tempat karaoke VIP yang sudah dipesan oleh Citra tadi.
Terlihat Citra mondar-mandir menunggu kedatangan Meca dan Bimo,sedangkan Dio sudah duduk santai dan minum soda ditambah makan camilan yang disediakan oleh pelayan laki-laki tadi.
"Aduh,dimana sih Meca sama Bimo? Kok nggak kesini-kesini." Gumam Citra khawatir.
"Elo tu kenapa bingung banget? Mending makan ni camilan. Elo kan udah bayar mahal untuk ini." Kata Dio dengan santainya.
"Ah dasar... gue tu khawatir sama Meca kalau dia kenapa-kenapa gimana. Kan tadi gue juga barengan sama dia kesini." Kesal Citra pada Dio.
"Kan tadi sama Bimo si Meca. Biar Bimo yang ngurus Meca nanti. Gitu aja kok susah." Kata Dio.
"Bener juga kata Elo. Mereka kan berdua tadi." Kata Citra dengan nada bicara merendah karena Ia sedikit sedih mengingat Bimo itu menyukai Meca. Ia pikir pasti Bimo akan menjaga Meca dengan baik.
Citra pun tidak memikirkan Meca dan Bimo dan memutuskan bergabung dengan Dio duduk santai di kursi sofa yang nyaman. Ia pun mengambil camilan yang ada di atas meja lalu Ia makan dengan lahap.