
Hari yang sibuk dimulai lagi untuk Meca.
Karena hari ini Meca kembali masuk kampus.
Kring....kring.....
Jam beker berbunyi menunjukkan pukul 05.30 WIB pertanda masih pagi.
Meca beranjak dari tempat tidurnya sambil menggapai jam bekernya yang berbunyi untuk Ia matikan supaya tidak berdering lagi.
"Aduh kenapa badan gue nggak enak gini ya? Apa mungkin habis bangun tidur. Ya udah lah gue mandi aja biar badan gue seger." Gumam Meca sambil memegangi leher belakangnya.
Meca pun langsung mengambil handuknya dan langsung menuju kamar mandi.
Setelah mandi,Meca langsung bersiap-bersiap pergi ke tempat kerjanya yaitu toserba.
Ia mendapat Shift pagi karena Ia mendapat jadwal kampus siang.
Meca pun langsung mengikat rambutnya ke atas seperti biasanya.
Hari ini Meca memakai hoodie berwarna abu-abu dengan celana jeans seperti biasanya.
Setelah siap,Meca pun keluar dari kamarnya lalu menuju dapur untuk mengambil makanan yang akan Ia jadikan bekal untuk sarapannya nanti.
Meca pun mengambil kotak makan yang Ia isi dengan nasi,telur mata sapi dan sambal terasi. Sangat sederhana memang tetapi bagi Meca itu sudah lebih dari cukup untuk mengganjal rasa laparnya.
Ibunya mungkin sudah pergi ke pasar. Jadi sebelum Ibu Meca pergi ke pasar,Ia sudah menyiapkan nasi dan lauk untuk Meca.
Kotak makan itu pun langsung Ia masukkan ke dalam tasnya. Lalu Ia segera bergegas pergi ke tempat kerjanya.
Di Toserba
Setelah beberapa menit Meca menuju halte dan menaiki bus akhirnya Meca sampai di tempat kerjanya yaitu toserba.
Ia langsung membuka pintu dengan kunci cadangan yang diberikan oleh bapak pemilik toserba itu pada Meca.
Setelah Meca membuka pintu,ada banyak penyetor barang yang datang ke toserbanya untuk menjual barang-barang yang sudah dipesan oleh bapak pemilik toserba itu.
Meca pun langsung menghampirinya.
"Ini barang-barang yang sudah dipesan?" Tanya Meca pada bapak penyetor barang-barang itu.
"Iya mbak,ini rinciannya. Dan juga makanan camilan serta minumannya ada di kotak ini." Kata bapak penyetor barang itu sambil menyerahkan selembar kertas pada Meca sebagai bukti pemesanan.
"Iya Pak,terima kasih." Kata Meca sambil menerima kertas bukti pemesanan.
"Iya mbak sama-sama. Ya udah saya permisi dulu." Kata Bapak penyetor barang itu.
Setelah bapak penyetor barang itu pergi,Meca pun langsung mengangkat kotak-kotak berisikan makanan dan minuman tersebut lalu memindahkannya ke dalam gudang toserba.
Bimo sedang jogging pagi ini. Ia memang suka olahraga di pagi hari karena udara masih sejuk.
Ia biasanya jogging di sekitar pinggir jalan raya.
Saat Ia melihat sekeliling jalan sambil berjogging terlihat seorang perempuan yang mengangkat kotak-kotak yang berat. Terlihat perempuan itu sangat lelah dan hampir tidak kuat mengangkat kotak lagi.
Perempuan itu pastinya Mecalina Putri. Seorang perempuan yang Bimo cintai.
Bimo pun langsung menghampiri Meca dan membantunya mengangkat kotak-kotak untuk dibawa ke dalam toserba.
"Kak,apa yang Elo lakuin?" Tanya Meca pada Bimo.
"Masak Mec. Ya ngangkat kotak ini lah. Gitu aja kok tanya." Kata Bimo sambil mengangkat kotak di yang ada di kedua tangannya.
"Kak nggak usah.Aku bisa sendiri." Elak Meca.
"Gue mau bantuin elo Mec. Nggak usah sungkan-sungkan sama gue." Kata Bimo masih membawa kotak di kedua tangannya.
"Tapi Kakak bantuinnya ikhlas kan. Nanti Kakak minta upah lagi ke gue." Kata Meca.
Bimo pun meletakkan kotak yang ada di kedua tangannya ke tanah kembali.
"Hei! Gue nggak ngerti ya kenapa Elo selalu berpikiran negatif mulu sama gue. Gue bantuin seseorang itu tanpa pamrih ya nggak kayak Elo." Kesal Bimo pada Meca sambil mengangkat kotak yang Ia letakkan tadi lalu pergi masuk ke dalam toserbanya
"Emang gue pernah minta balasan kalau gue bantuin seseorang?" Gumam Meca bingung.
"Hei! Elo mau bengong disitu aja. Nih kotak mau diletakkan dimana?" Teriak Bimo pada Meca dari dalam toserba.
"Oh...iya-iya bentar..." Kata Meca sambil membuka pintu toserbanya untuk masuk kedalam.
"Kotak ini dimasukkan ke dalam ruangan gudang di sebelah kiri itu." Kata Meca sambil menunjuk ruangan gudang.
"Oh...iya. Mec lo jaga kasir aja,biar gue yang ngangkat kotak-kotak sisanya itu." Kata Bimo
"Tapi Kak...." Kata Meca
"Jangan membantah. Gue nggak akan minta upah kok." Kata Bimo sambil pergi menuju ke ruangan gudang.
Setelah Bimo kembali dari ruang gudang,Meca menghentikan langkah Bimo.
"Kak,makasih ya." Kata Meca sambil tersenyum ramah.
Bimo yang melihat senyum tulus itu pun langsung senang dalam hatinya.
Ia pun ikut tersenyum melihat wajah Meca yang manis saat Ia senyum.