
Mobil warna hitam berjenis mobil sport dengan bagian atas yang terbuka sedang melaju menuju kampus. Seketika cewek mengikutinya dan menunggu pengendara mobil itu keluar.
Pengendara mobil itu pun keluar dengan membuka kacamata hitamnya lalu membenarkan rambutnya yang acak-acakan karena angin. Seketika cewek-cewek histeris dan berteriak " ganteng banget".
Pengendara mobil itu adalah cowok yang pernah membantu Meca saat mau dibunuh oleh maling. Cowok itu adalah Bimo Ardiansyah. Cowok yang tampan dan mempunyai badan yang ideal dan dada yang lebar. Tingginya berkisar 180 cm. Ia memiliki hidung yang mancung,wajah yang ramping seperti wanita dan bibir yang tipis.
Walaupun Bimo sangat tampan tetapi ia selalu berpakaian dengan gaya yang sederhana. Biasanya ia memakai kaos dengan jeans atau kaos dengan tumpukan jaket. Untuk sepatunya ia selalu pakai sneakres. Ia berpakaian formal seperti memakai jas hanya untuk acara resmi saja.
Bimo sebenarnya orang sederhana. Ia ingin seperti laki-laki yang lainnya.
Ia juga tak ingin dikejar-kejar oleh cewek yang mengaguminya karena ia pikir cewek-cewek itu hanya menyukai kekayaanya dan bukan dirinya. Karena ia adalah anak dari keluarga yang memimpin perusahaan terbesar di kotanya. Maka dari itu Bimo kuliah di kampus ini mengambil jurusan perkantoran karena ia adalah anak yang akan mewarisi perusahaan keluarganya itu. Ayahnya selalu menuntut ia untuk giat belajar dan bahkan pernah meminta Bimo untuk kuliah di luar negeri karena menurut ayahnya Bimo kampus disana sangat bagus dan berkualitas. Tetapi sayangnya ia tak mau karena ia tak tega meninggalkan ibunya sendiri di rumah. Walaupun di rumah ada ayahnya tapi ayahnya sering ke luar kota bahkan ke luar negeri untuk masalah kerja,jadi ibunya sering sendiri di rumah. Maka dari itu Bimo tak tega melihat ibunya sendiri di rumah karena takut akan kejadian yang menimpa kakaknya beberapa tahun lalu.
Ayahnya sangat keras padanya ia selalu dituntut untuk mendapatkan nilai yang bagus dari mulai ia masuk sekolah dasar. Jika Bimo mendapatkan nilai yang jelek,ia tidak boleh keluar untuk main dengan temannya. Ia dikurung di kamar untuk belajar supaya nilainya tidak jelek lagi.
Waktu ia masih SD ia selalu iri kepada teman-temannya yang bermain di luar bersenang-senang sambil tertawa,sedangkan ia harus dikurung untuk belajar dan merasakan tekanan yang harusnya tak dialami oleh anak kecil sepertinya. Tetapi sekarang ia tak bisa lagi seperti dulu. Ia ingin kebebasan dari tekanan saat ia masih kecil. Dan sekarang ia akan membuktikan pada ayahnya kalau ia akan berhasil tanpa ditekan olehnya.
Ia tak suka dikejar-kejar cewek menurut ia yang seharusnya cowok yang mengejar cewek dan bukannya cewek yang mengejar cowok.
Tipekal cewek yang disukai Bimo adalah tipekal cewek yang sederhana dan unik.
Cewek itu pastinya juga baik dan tidak cerewet. Ia tak suka cewek cerewet karena menurutnya cewek cerewet itu suka minta itulah apalah dan kalaupun tak dikasih cewek itu ngambek atau marah.
Ia pernah punya pacar waktu SMA tapi sekarang ia sudah memutuskan pacarnya itu karena sifat pacarnya sudah berubah. Tetapi pacarnya itu masih tak mau menerima kalau ia putus dengan Bimo makanya pacarnya itu selalu mengikuti Bimo dan bahkan sekarang satu kampus dengan Bimo.
Tetapi Bimo tak akan pernah kembali lagi pada ceweknya itu.
Ia sekarang sedang mencari pengganti baru yang pas menurut hatinya.