
Keadaan masih saja hening karena Meca masih belum menjawab pertanyaan dari Dio.
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat seorang laki-laki. Siapa lagi kalau bukan Bimo.
"Gimana udah lengkap semua Yo?" Tanya Bimo pada Dio yang ada di depannya.
"Udah lah. Calon pacar Elo juga sudah ada nih." Kata Dio sambil melirik Meca.
"Elo tadi ngomong apa sama Meca ha?" Tanya Bimo kesal pada Dio.
"Sabar,sabar Bim. Gue cuma mau bantu Elo untuk dapat jawaban dari Meca." Jawab Dio dengan santainya.
"Gue nggak bisa jawab sekarang. Puas kan Kak sudah gue jawab." Kata Meca agak sewot pada Dio.
Setelah mengatakan Meca lalu pergi dari hadapan semua orang yang ada di ruang latihan taekwondo itu.
Meca kesal dengan sikap Kak Dio yang bisa-bisanya membuat Meca malu di depan semua anak ekstra.
Meca masuk kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan baju yang biasa dipakai taekwondo ataupun silat.
Setelah Ia mengganti bajunya,Ia pun hendak keluar kamar mandi,tetapi Ia mengurung niatnya itu.
"Gue malu banget lagi mau keluar. Gimana nih ya?" Gumam Meca di dalam kamar mandi.
Tok....tok..tok..
"Mec,Elo nggak apa-apa kan di dalem?" Tanya Bimo khawatir pada Meca yang dari tadi belum keluar dari kamar mandi.
Flashback On
Setelah Meca pergi,Bimo pun ikut pergi ke kamar mandi cowok untuk mengganti bajunya.
Setelah selesai,Ia pun keluar dari kamar mandi dan menuju ke ruang latihannya tadi.
"Cit...Meca belum balik juga dari kamar mandi?" Tanya Bimo pada Citra.
"Belum tuh...sebentar lagi balik kok. Biasa lah cewek dandan dulu kan juga bisa." Jawab Citra
"Oh.. gitu ya." Kata Bimo.
Bimo terus melihat jam dinding untuk melihat waktu berjalan.
Tak terasa sudah 15 menit Meca belum kembali juga dari kamar mandi.
Bimo pun tambah khawatir dengan Meca. Ia takut jika Meca pingsan lagi. Apalagi di kamar mandi.
Bimo pun segera berlari ke kamar mandi untuk melihat keadaan Meca.
"Gue dobrak ya pintunya!" Kata Bimo pada Meca karena dari tadi tidak ada jawaban dari Meca yang membuat Bimo khawatir.
"Kak...jangan! Gue buka nih pintunya." Kata Meca sambil membuka pintu kamar mandi yang Ia kunci.
"Kenapa Elo lama sekali sih? Gue khawatir Elo pingsan lagi tau." Marah Bimo pada Meca yang membuat Meca merinding ketakutan.
"Gue nggak apa-apa kok." Jawab Meca dengan pelan.
"Kenapa lama banget di kamar mandi?" Tanya Bimo.
"Gue malu mau keluar." Jawab Meca.
"Karena masalah Dio tadi?" Tanya Bimo.
Meca menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Bimo.
"Kak...boleh nggak kalau gue nggak ikut ekstra sekali aja?" Tanya Meca.
"Kalau sama gue boleh-boleh aja,tapi kalau sama Dio nggak tahu gue." Jawab Bimo.
"Kak Dio sangat menakutkan,Gue nggak mungkin berani ijin sama dia. Kak...Elo bisa nggak ngeluarin gue dari ruangan ini tanpa ketahuan sama Kak Dio?" Tanya Meca.
"Gue bisa. Tapi Gue juga ikut keluar sama Elo." Jawab Bimo
"Bukannya Kakak mau ngajar anak-anak lainnya?" Tanya Meca.
"Elo mau keluar dari sini nggak?" Tanya Bimo.
Meca menganggukkan kepalanya dengan cepat menjawab pertanyaan Bimo.
"Kalau gitu jangan banyak tanya. Mending nurut aja." Kata Bimo.
"Ya udah deh. Gue ganti baju dulu." Kata Meca sambil menutup pintu kamar mandi yang Ia tempati tadi.
"Ngapain ditutup lagi?" Tanya Bimo sambil menahan pintu kamar mandi yang akan ditutup Meca.
"Kak....Elo mau ngintip Gue ganti baju ya?" Kesal Meca.
"Emang boleh?" Tanya Bimo sok polos.
Tanpa aba-aba,Meca langsung menendang betis kaki Bimo yang membuat Bimo meringis kesakitan.
"Gue kan cuma bercanda Mec,Elo malah nendang kaki gue. Gue nyesel mau bantuin Elo." Teriak Bimo di luar kamar mandi yang Meca tempati.
Di dalam kamar mandi,Meca hanya menyengirkan mulutnya mendengar ucapan Bimo yang tidak jelas.