
Flashback
Sepuluh menit sebelumnya,Bimo sempat mendengar Angel berteriak ketakutan karena Meca.
Mendengar teriakan Angel,Bimo pun langsung menoleh ke arah Angel. Sebenarnya Bimo tak menghiraukan jika itu adalah urusannya Angel,tetapi begitu Ia mendengar nama Meca yang Angel sebut,Bimo langsung ingin ikut campur jika itu adalah urusannya Meca.
Bimo pun mendekati Angel dan Meca. Saat Ia akan mendekatinya,alangkah terkejutnya Bimo saat melihat Meca akan menampar Angel.Seperti Bimo tahu,Meca tidak pernah sekasar itu.
Tanpa pikir panjang,Bimo langsung berlari mendekati Meca dan menghentikannya sebelum Ia menampar Angel.
Bimo takut jika Meca menampar Angel,Meca akan terkena masalah apalagi ada banyak orang disekitarnya yang mungkin akan menonton.
Flashback Off
Meca terkejut saat tangannya ditahan oleh seseorang.Apalagi orang itu adalah orang yang pernah Ia kenal yaitu Bimo.
"Jangan lakukan!!" Pinta Bimo lalu menurunkan tangan Meca yang tadinya terangkat ke atas.
"Kenapa? Apa gue kelihatan jahat jika gue nampar dia?" Tanya Meca.
"Mec,Jangan gunakan kemarahan Elo untuk menyakiti orang lain." Ucap Bimo dengan nada bicara mulai meninggi.
"Kakak kira gue nyakitin dia(Angel) tanpa sebab? Kakak tahu nggak dia itu udah..." Ucap Meca terpotong karena disela oleh Angel.
"Udah Bimo,jangan marahin Meca! Mungkin dia masih kesal sama gue karena gue udah gangguin dia,jadi karena itu Meca mau balas dendam sama gue. Gue nggak apa-apa jika harus kena tampar sama Meca." Ucap Angel dengan nada bicara seakan-akan Ia adalah orang yang penyabar.
"Oh..kalau gitu,sini gue mau balas dendam sama Elo." Sahut Meca sambil menunjukkan senyum jahatnya.
Angel pun merasa takut setelah Meca malah akan menamparnya sungguhan.
Ia pikir dengan aktingnya itu bisa membuat Meca merasa malu di depan Bimo dan mengurungkan niatnya untuk tidak menamparnya,tetapi nyatanya tidak.
Bimo terkejut bukan main,saat Meca berubah menjadi orang yang tidak seperti Ia kenal sebelumnya.
"Kenapa!! Ini urusan gue bukan urusan Kakak. Kenapa Kakak tiba-tiba datang terus ikut campur !!Kenapa Kakak selalu ngurusin hidup gue?" Bentak Meca balik pada Bimo karena saking kesalnya.
" Pertanyaan itu selalu terlintas di kepala Elo Meca.Sebenarnya Gue juga nggak tahu,kenapa gue ingin selalu ngurusin hidup Elo. Setiap gue denger nama Elo,gue selalu nggak bisa untuk tidak melangkahkan kaki gue untuk nemuin Elo. Walaupun gue sedang marah sama Elo,walaupun gue sedang kesel sama Elo,walaupun gue nggak mau bertemu sama Elo tapi gue tetep nggak bisa berpaling dari Elo." Ucap Bimo dengan serius.
Meca pun hanya diam dan menatap Bimo dengan mata yang mulai berkaca-kaca setelah mendengar penjelasan Bimo.
Kini Ia tahu jika Bimo benar-benar cinta padanya,mungkin alasan itulah yang membuat Bimo selalu ingin mencampuri urusannya. Tetapi dengan bodohnya,Meca malah selalu memarahi Bimo jika Bimo berusaha melindunginya dengan selalu ingin tahu urusannya. Meca tidak pernah terpikirkan jika Bimo selalu mencampuri urusannya karena Bimo ingin melindunginya.
"Mec, maaf kalau cara gue untuk jatuh cinta sama Elo bikin Elo nggak nyaman. Gue janji akan berusaha lupain Elo supaya Elo bisa nglakuin apa yang ingin Elo lakuin dengan bebas tanpa campur tangan dari gue." Ucap Bimo sambil berusaha tersenyum walau hatinya sangat sakit.
"Ng..gak gitu kok..." Ucap Meca dengan terbata-bata karena menangis.
"Oiya...soal jaket gue itu. Elo ambil aja,Gue anggep sebagai hadiah untuk Elo atas pertemanan kita selama ini." Sahut Bimo masih dengan usahanya untuk tersenyum walau hatinya sakit.
Meca lalu melirik tas yang berisi jaket milik Bimo yang Ia pegang di tangan kirinya itu sambil meneteskan air matanya yang tidak bisa dibendung lagi.
"Kak...Maafin gue." Ucap Meca sambil menangis tersedu-sedu.
"Elo nggak perlu minta maaf Mec,gue tahu ini salah gue karena terlalu mencintai Elo." Sahut Bimo.
"Enggak Kak..." Ucap Meca sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Bimo berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan Meca. Lalu Ia pun memutuskan untuk menyudahi pembicaraanya dengan Meca.
"Huh..Kalau gitu gue ke kelas dulu. Bye..." Pamit Bimo lalu pergi dari hadapan Meca beserta Angel dan teman-temannya.
Entah kenapa saat Bimo mengatakan Bye(selamat tinggal),Meca merasa kata itu adalah kata perpisahan yang sangat menyakitkan baginya. Perkataan itu seperti mengandung makna jika Ia akan berpisah dengan Bimo untuk waktu yang lama.
Meca tidak tahu harus apa,Ia hanya menangis sambil membayangkan setiap perkataan Bimo tadi.