ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 117



Tiba-tiba pertanyaan itu terlintas di kepala Meca. Entah kenapa Meca bisa berpikir begitu. Mungkin karena Ia diberikan dua botol minuman tadi oleh Rengga dan Bimo.


Tetapi setelah dipikir-pikir olehnya tidak mungkin jika Rengga juga menyukainya.


Meca pun menggeleng-gelengkan kepalanya karena sadar jika Ia terlalu kepedean diperebutkan oleh dua orang laki-laki dan memikirkan hal yang tidak penting seperti itu.


Sudah cukup Meca menenangkan diri disana,lalu Ia pun memutuskan untuk kembali. Jika Ia terlalu lama disini,bisa-bisa Ia memikirkan hal yang lebih aneh lagi.


Saat Meca melangkahkan kakinya,tiba-tiba Ia mendengar suara burung.


Cit...cit..cit...


Suara burung itu lebih mirip dengan seekor anak burung yang baru lahir.


Meca pun berpikir pasti anak burung itu jatuh dari sarangnya. Lalu ibu burung itu pasti akan sedih jika kembali anaknya sudah tidak ada di sarangnya.


Merasa kasihan,Meca pun lalu mencari-cari anak burung tersebut.


Meca merunduk sambil melirik kanan dan kiri untuk menemukan anak burung itu.


Setelah cukup lama mencari,akhirnya Meca menemukan anak burung itu.


Lalu Meca pun berjongkok untuk mengambil anak burung yang tersangkut di semak-semak.


Setelah mengambil,Ia pun berdiri lalu menengadahkan kepalanya untuk mencari sarang anak burung itu.


Meca pun mulai berjalan sambil melihat atas untuk menemukan sarang burung.


Karena belum ditemukan,Meca pun terus berjalan menjauh dari tepi sungai tadi.


Tanpa sadar kini Meca telah berjalan masuk ke dalam hutan.


Setelah sekian lama Meca berjalan,akhirnya Ia menemukan sarang burung.


Untungnya sarang burung itu tidak terlalu tinggi untuk digapainya.


Meca pun berjinjit lalu meletakkan anak burung itu di sarang tersebut.


"Jangan jatuh lagi ya.." Ucap Meca sambil tersenyum.


Selesai sudah Ia membantu anak burung itu. Lalu Meca berbalik badan lalu pergi.


Tetapi Meca tidak langsung pergi,Ia berdiri mematung sambil memperhatikan jalan yang aneh baginya.


Akhirnya Meca baru sadar,jika Ia sudah berjalan memasuki hutan belantaran ini.


Walaupun Meca tidak tahu jalan,Ia berusaha untuk mencari jalan keluar dari hutan ini sebelum hari mulai gelap.


*****


Rengga,Bimo,Dio dan Dhira masih asyik memakan makanan ringan.


Mereka tidak sadar jika Meca sudah lama tidak kembali dari kamar mandi.


Tetapi faktanya,Meca tidak ke kamar mandi dan malah sekarang tersesat tak tahu jalan kembali.


Mungkin ini karma bagi Meca karena sudah membohongi mereka jika Ia tidak ke kamar mandi,melainkan pergi ke tepi sungai.


Hari sudah menjelang siang,Meca belum kembali ke area camping ini.


Bimo pun mulai merasa khawatir pada Meca,pasalnya sudah beberapa jam Ia duduk untuk menunggu Meca kembali.


Tetapi sampai sekarang Meca belum menampakkan batang hidungnya.


Tak mau ambil pusing,Bimo pun berdiri dan beranjak pergi.


Saat Ia akan pergi,Dio pun mencegatnya.


"Mau kemana Bim?" Tanya Dio.


"Elo mau ke kamar mandi cewek? Nggak takut dikira ngintip?" Tanya Dio.


Bimo pun lalu terdiam sesaat sambil memikirkan pertanyaan Dio tadi.


Memang ada benarnya perkataan Dio tadi,tapi bagaimana pun juga Bimo harus memeriksa apakah Meca masih di kamar mandi.


"Gue aja yang periksa Meca ke kamar mandi." Ucap Dhira.


"Ya udah. Gue ngikutin Elo dari belakang." Sahut Bimo.


Lalu Dhira pun pergi duluan diikuti Bimo yang mengekor dibelakangnya.


Sedangkan Rengga dan Dio menunggu di tempat duduk itu.


Sesampai di kamar mandi,Dhira langsung mengecek satu persatu ruangan yang ada.


Sedangkan Bimo menunggu Dhira di luar.


Tak lupa juga Dhira mengetuk pintu sebelum masuk ke setiap ruangan kamar mandi itu.


Ada lima ruangan kamar mandi yang sudah Ia cek,tetapi dari lima kamar mandi itu tidak ada Meca di dalamnya. Melainkan orang lain dan sebagian kamar mandinya masih kosong.


Dhira pun keluar dari kamar mandi dengan wajah kecewa karena tidak bisa menemukan Meca.


"Meca nggak ada di kamar mandi." Ucap Dhira setiba di hadapan Bimo yang dari tadi menunggunya.


Bimo langsung terkejut saat Meca tidak ada di kamar mandi. Ia mulai cemas dengan Meca.


Entah kenapa Dhira merasa kasihan pada Bimo yang terlihat khawatir seperti itu.


Karena Dhira yakin jika Bimo memang mencintai Meca dan pastinya tidak mau kehilangan Meca.


Dhira pun memutar otak supaya bisa menemukan ide untuk tahu keberadaan Meca.


"Gue tahu. Bentar gue telpon Meca dulu,semoga dia jawab." Ucap Dhira setelah berpikir.


Bimo pun mengangguk lalu menunggu telpon Dhira bisa tersambung dengan telepon Meca.


Lama menunggu,akhirnya panggilan Dhira dijawab oleh Meca.


Bimo pun antusias menunggu kabar dari Meca,tetapi tiba-tiba raut muka Dhira terlihat kecewa saat menerima panggilan dari Meca.


"Kenapa?" Tanya Bimo.


"Handphone Meca ketinggalan di tempat duduk tadi. Jadi yang jawab ini Rengga dan katanya Meca belum ada disana." Jawab Dhira.


Deg...


Sekali lagi Bimo terkejut dan tambah cemas setelah mendengar ucapan Dhira tadi.


Ini menandakan jika Meca memang hilang atau mungkin tersesat.


Tak habis akal,Bimo pun segera berlari meninggalkan Dhira lalu pergi untuk mengambil microfon dan mengumumkan kepada semua orang jika Meca telah hilang.


'Pengumuman selaku saya ketua panitia camping ini,diharap semua orang untuk membantu saya mencari cewek yang bernama Meca. Karena Meca telah hilang dan mungkin tersesat. Bagi siapa yang tidak mau ikut mencari,jangan harap bisa kembali pulang dari sini!!!


Semua orang terkejut dengan pengumuman yang disiarkan oleh Bimo itu.


Bagaimana tidak,bunyi pengumuman itu terdengar sangat nyaring dan menakutkan karena pada bagian akhir pengumuman terdapat sebuah ancaman bagi semua orang yang ikut camping.


Mendengar pengumuman tersebut,sontak semua orang langsung berhamburan mencari perempuan bernama Meca.


Sekian dari mereka semua banyak yang mengeluh dan enggan mencari Meca,tetapi mau bagaimana lagi jika mereka tak mau mencari nanti mereka takut jika ancaman Bimo itu terjadi disetiap masing-masing mereka. Mau tidak mau semua orang mencoba membantu sebisa mungkin.


Tak hanya Bimo saja yang terkejut jika Meca hilang,Rengga pun sama kagetnya setelah mendengar Meca hilang.


Ia pun juga berusaha mencari dimana keberadaan Meca saat ini.