ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 134



"Tidak. Gue nggak mau putus dari Elo hanya karena kesepakatan konyol dari Papa gue." Tolak Bimo dengan tegas.


"Tolong Bim!! Gue juga nggak mau putus dari Elo,tapi ini menyangkut harapan cita-cita gue." Mohon Meca pada Bimo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa sudah nggak ada cara yang lain? Hanya karena beasiswa Elo aja,gue juga bisa bantu penuhi biaya kuliah Elo." Ucap Bimo.


"Uang dari Elo itu asalnya dari mana? Ayah Elo. Begitu,Ayah Elo tahu jika Elo bantuin gue selama ini,pasti dia akan mencari segala cara untuk tetap misahin gue sama Elo,Bim." Ucap Meca.


"Kenapa Elo sangat terobsesi dengan beasiswa dari Papa gue? Kenapa!!" Tanya Bimo dengan nada meninggi karena sudah tidak tahan dengan emosinya.


"Kenapa? Elo tahu kan,gue cuma orang miskin yang selalu berharap mendapatkan bantuan dari orang lain. Gue bersyukur banget,ketika gue bisa kuliah dengan biaya beasiswa ini. Dengan itu,gue mungkin bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik yang bisa membuat Ibu gue bangga.


Dengan begitu,gue nggak terus berharap bantuan dari orang lain di kehidupan gue.


Mungkin dengan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,gue juga bisa membantu orang yang lebih membutuhkan seperti gue ini." Jelas Meca dengan air mata yang berlinang di kedua matanya hingga jatuh pada pipinya.


Mendengar suara dari hati Meca,Bimo pun terenyuh. Ia bukan orang yang tidak punya hati,sehingga tidak merasakan kesedihan orang lain. Bimo juga ikut merasa sedih mendengar ucapan Meca yang sangat menyayat hati itu. Ia merasa jika semua ucapan yang dilontarkan oleh Meca adalah sebuah kejujuran yang tulus dari dalam hatinya,tanpa dibuat-buat.


Entah kenapa,setelah mendengar semua ucapan Meca itu membuat Bimo berpikir dua kali untuk melarang Meca menyetujui kesepakatan yang Ayahnya buat.


Bimo tidak mau Meca tertekan dan merasa sedih karena sikap egoisnya itu.


Mungkin akan lebih baik jika Bimo mengikhlaskan semua ini untuk kebahagiaan Meca.


Percuma saja,jika Ia mempertahankan hubungannya dengan Meca,tetapi Meca tidak merasa bahagia.


Tut...tut...tut...


Bunyi dering ponsel Meca membuyarkan lamunannya dan Bimo.


Mendengar ponselnya berbunyi,Meca pun langsung mengambil ponselnya dari tasnya lalu melihat layar ponselnya untuk melihat siapa orang yang telah meneleponnya.


Tertera nama ' Ayahnya Bimo' di layar panggilan telepon Meca.


Meca pun langsung bisa tahu alasan Ayahnya Bimo meneleponnya sekarang.


Sudah pasti untuk menanyakan keputusan Meca atas kesepakatan yang disepakati olehnya dan Meca.


Sebelum Meca mengangkatnya,Ia melihat wajah Bimo dengan penuh harapan agar Bimo menyetujui permintaanya.


"Apa Elo udah setuju?" Lirih Meca.


Tanpa menjawab pertanyaan Meca,Bimo pun langsung merebut ponsel Meca yang berada di genggaman tangan Meca tersebut dengan paksa.


"Apa yang Elo lakuin?" Tanya Meca dengan menampakkan raut muka terkejut.


Setelah mendapatkan ponsel Meca,Bimo pun segera mengangkat panggilan telepon yang Ia yakini dari Ayahnya.


Dan benar saja,tebakan Bimo memang benar jika yang menelepon Meca tidak lain adalah Ayahnya. Dari suaranya dan maksud dari ucapannya pun sudah bisa langsung ditebak,jika itu adalah Ayahnya sendiri.


"Apa sekarang Papa merasa puas? Keinginan Papa terwujud?" Tanya Bimo dengan kedua matanya yang menyala karena merasa geram dengan perilaku Ayahnya.


"Ha...ha...ha....jangan tanya lagi. Yang pasti Papa senang bisa melawan keegoisan kamu."


"Ok. Setelah ini,jangan pernah ganggu Meca lagi dengan keputusan konyol yang pernah Papa buat itu!!"


Sebelum Ayahnya menjawab,Bimo pun segera menutup panggilan teleponnya,karena sudah tidak tahan lagi mendengar ejekan yang mungkin dilontarkan oleh Ayahnya yang bisa membuatnya naik pitam.


"Jangan pernah hubungin Papa gue lagi!! Gue akan hapus nomer ponselnya di ponsel Elo." Ucap Bimo pada Meca lalu dengan cekatan mencari nomer Papanya di ponsel Meca dan langsung menghapusnya agar tidak menghubungi Meca lagi.


Setelah menghapus kontak Ayahnya di ponsel Meca,Bimo pun mengembalikan ponsel Meca kepada pemiliknya.


"Makasih,Mec buat semua waktu yang Elo berikan untuk bersama gue. Walaupun kebersamaan kita tidak lama,tetapi gue bisa merasa waktu-waktu saat gue bersama Elo itu adalah saat yang indah bagi gue. Tanpa gue sadari,waktu perpisahan telah tiba..." Ucap Bimo dengan kesedihan yang mendalam di dalam hatinya,sampai air mata yang menggenang di kedua matanya tidak bisa dibendung lagi.


"Maaf Bim. Gu..e mem..ang orang bodoh yang sel..alu nyakitin hati Elo." Ucap Meca dengan tertatih-tatih karena menangis setelah mendengar ucapan Bimo.


Siapa yang tidak sedih,jika mendengar kata perpisahan? Sudah pasti semua orang akan merasa sedih,karena makna dari kata itu adalah tentang keadaan seseorang atau sekumpulan orang yang saling menyayangi satu sama lain yang harus berjauhan dengan orang-orang yang disayanginya dengan kurun waktu yang cukup lama.


Kebersamaan pasti akan selalu dirindukan oleh orang-orang yang mengalami peristiwa yang dinamakan perpisahan.


Semua itu sama halnya dengan Meca dan Bimo alami saai ini.


Di saat Meca dan Bimo sudah saling cinta satu sama lain,tiba-tiba rasa cinta mereka harus pupus hanya karena masalah sepele.


"Ini udah malem,sebaiknya Elo pulang. Jangan terlalu sedih dengan semua ini!!gue yakin kita sedang diuji." Ucap Bimo yang mencoba menenangkan Meca walaupun hatinya pun juga sedang sakit.


"Terima kasih untuk semua rasa sayang Elo untuk gue. Sampai jumpa lagi..." Ucap Meca sebelum pergi meninggalkan Bimo.


Bimo pun tak mampu menanggapi jawaban dari ucapan Meca,Ia hanya menganggukkan kepalanya sambil terus menunduk karena tak mampu menatap wajah Meca dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Entah kenapa saat Meca melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Bimo,Ia merasa sangatlah berat.


Tidak bisa dipungkiri rasa sedih yang menerpanya dan rasa bersalahnya pada Bimo,sehingga berat untuk melupakan semua ini.


Dan sampai akhirnya,Ia dan Bimo hanya bisa menjalani kehidupannya masing-masing tanpa kehadiran salah satu dari keduanya.


Maaf telat update ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ karena author sibuk banget...


Jangan lupa klik ikon ๐Ÿ‘๐Ÿปuntuk menaikkan popularitas novel saya.


Happy reading ๐Ÿ˜๐Ÿ˜