ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 122



Udara pagi yang masih dingin di area tempat camping,membuat semua orang memakai baju yang tebal.


Matahari baru muncul setengah,tetapi sinarnya yang muncul mampu mengurangi rasa dingin di tubuh dan memberikan kehangatan.


Di pagi ini,semua orang menjalankan kegiatannya masing-masing seperti makan,mandi dan bersiap-siap untuk pulang dari tempat camping ini.


Sekitar jam 08.00,panitia pelaksana mengumumkan kepada semua orang untuk berkumpul karena hendak berangkat pulang.


Lantas semua orang pun berkumpul,tak terkecuali Meca dan Dhira yang berdiri bersampingan sambil membawa tas bawaan mereka berdua.


Semua orang menunggu pengumuman dari panitia pelaksana.


Tak lama kemudian,seorang laki-laki datang ke tengah kerumunan sambil membawa speaker di tangannya untuk menyuarakan pengumuman.


'Halo,teman-teman. Nggak terasa kita udah mau pulang aja......


Ucapan basa-basi disampaikan oleh laki-laki yang akan membawakan pengumuman tersebut.


Mendengar suara laki-laki di speaker itu,membuat Meca terperangah. Meca seperti mengenal suara laki-laki tersebut.


Meca pun mencoba melihat siapa laki-laki yang memberikan pengumuman itu.


Tetapi,Ia tidak bisa melihatnya karena banyak orang yang didepannya sehingga terhalang oleh badan orang tersebut.


Dhira pun menangkap perilaku Meca yang sedang kebingungan sambil mendongakkan kepalanya.


"Ada apa Mec?" Tanya Dhira karena penasaran dengan perilaku Meca.


"Elo,tau nggak siapa laki-laki yang bicara di speaker itu?" Tanya Meca to the point.


"Oh..itu kan Bimo,eh maksud gue Kak Bimo.


Elo nggak tahu ya..dia kan yang udah ngadain acara camping ini." Sahut Dhira.


"Kak Bimo? Dia ketua pelaksana camping ini?" Tanya Meca seakan tak percaya jika Bimo yang mengadakan acara camping ini,apalagi biayanya gratis.


"Iya Meca." Jawab Dhira mencoba meyakinkan Meca sekali lagi.


Mulut Meca pun langsung ternganga karena tak menyangka Bimo membuat acara camping seperti ini secara gratis.


Meca pun berpikir tentang biaya yang dikeluarkan Bimo untuk mengadakan camping.


Jika dipikir,pasti mengeluarkan biaya yang banyak.


'Satu lagi pengumumannya,jika sebelumnya kalian tidak boleh duduk di bis dengan pacar atau teman laki-laki dengan teman perempuan,sekarang kalian diperbolehkan. Kalian bebas memilih pasangan duduk di bis!!'


Mendengar pengumuman dari mulut Bimo,membuat semua orang senang.


Mereka langsung berhamburan memilih pasangan duduk di bis nanti.


Begitu juga dengan Bimo,Ia langsung mencari Meca untuk Ia ajak duduk bersama.


Setelah melihat kanan,kiri akhirnya Meca terlihat di retina matanya.


Tanpa pikir lama,Bimo pun langsung berlari menghampiri Meca.


Di sisi lain,ternyata Rengga juga sedang berlari ke arah Meca untuk mengajaknya duduk bersama.


Saat berlari beriringan,Rengga dan Bimo baru sadar jika mereka mengincar mangsa yang sama yaitu Meca.


Sama-sama sadar,salah satu dari mereka pun berusaha berlari dengan kencang sebelum Meca diambil oleh Bimo ataupun Rengga.


Mereka berdua menerobos kerumunan orang yang menghalangi jalan mereka.


Tak peduli lagi dengan omelan orang yang marah karena ulah Rengga dan Bimo yang menerobos jalan tanpa permisi.


Sedangkan Meca memilih untuk duduk bersama Dhira.


Kini Dhira dan Meca berjalan menuju bis yang akan mereka tempati nanti.


Setelah sampai di bis,Meca pun melangkah kakinya untuk naik di bis.


"Meca,jangan!!!!" Teriak Bimo dan Rengga yang melihat Meca akan masuk ke bis lain.


Mendengar teriakan tersebut,Meca pun mengurungkan niatnya untuk naik ke bis dan langsung menoleh ke sumber suara dengan mata terbelakak dan mulut menganga karena terkejut.


Bimo dan Rengga pun kini telah ada di hadapan Meca.


Bimo pun langsung menarik tangan Meca sebelah kiri dan mengajaknya pergi,tetapi Rengga dengan cekatannya menahan Meca pergi bersama Bimo dan menarik tangan Meca sebelah kanan.


"Lepaskan tangan Meca!!" Suruh Bimo pada Rengga.


"Nggak. Gue nggak akan biarin Elo bawa Meca." Sahut Rengga.


"Bisa nggak kalian berdua nggak kekanak-kanakan gini?" Tanya Meca dengan raut muka datar.


"Lepasin tangan gue!!!" Teriak Meca dengan kesalnya.


Mendengar Meca marah,Rengga dan Bimo pun melepas genggaman tangan mereka dari tangan Meca.


"Duduklah sama gue!!" Jawab Bimo dan Rengga secara serempak.


"Hanya karena itu. Huh...maaf gue nggak bisa,gue mau duduk sama Dhira." Jawab Meca.


"Kenapa Elo nggak hargain kita(Bimo,Rengga) yang capek lari-larian demi bisa duduk sama Elo!!!" Ucap Bimo dengan kesalnya.


"Iya Mec,seenggaknya Elo harus milih salah satu dari kita." Tambah Rengga sambil melirik Bimo dengan tatapan sinis.


"Maaf ya..keputusan gue udah bulat." Sahut Meca lalu balik badan untuk pergi.


"Hei Mec,kalau Elo nggak milih gue..gue akan ngomong soal ciu..." Ucap Bimo terpotong.


Sebelum kata ciuman keluar dari mulut Bimo dan membuatnya malu,Meca pun segera berbalik badan dan menutup mulut Bimo dengan telapak tangannya untuk membungkam mulutnya.


"Ok..gue milih Kak Bimo." Ucap Meca sambil menahan emosinya.


Setelah Bimo tidak bicara lagi,Meca melepas tangannya dari mulut Bimo.


Melihat usahanya berhasil,Bimo tersenyum puas sambil melirik Rengga.


Sedangkan Rengga hanya membalas senyuman Bimo dengan tatapan sinis.


"Maaf ya Dhir,gue nggak bisa duduk sama Elo." Ucap Meca.


"Nggak apa-apa kok Mec." Sahut Dhira dengan senyum di wajahnya yang Ia paksa.


"Maaf.." Ucap Meca pada Rengga.


Rengga pun hanya bisa mengangguk dengan wajah kecewa.


Rengga pun dilanda kecewa berulang kali.


Saat berangkat,Ia gagal untuk mengajak Meca duduk bersama,dan saat pulang pun usahanya juga gagal.


Meca dan Bimo pun masuk bis dan langsung duduk di kursi bis.


Rengga dan Dhira pun masuk bis yang sama dengan Meca,tetapi mereka duduk berjauhan dengan Meca dan Bimo.


Mereka tidak mau melihat orang yang mereka suka bermesraan di depan matanya,maka dari itu mereka memilih duduk berjauhan dengan Meca dan Bimo.


Seperti biasa,Meca duduk di dekat jendela,sedangkan Bimo berada di sampingnya.


"Apa bener yang ngadain camping ini,Kakak?" Tanya Meca karena masih tak percaya jika Bimo lah yang menyelenggarakannya.


"Iya. Elo suka kan tempat kayak gini?" Tanya Bimo.


"Tunggu,jangan bilang Kakak ngadain camping gratis ini untuk gue?" Tanya Meca.


Bimo menganggukkan kepalanya untuk membalas pertanyaan Meca.


"Kenapa nglakuin hal sejauh ini? Kenapa Kakak selalu nyenengin gue?" Tanya Meca yang tidak habis pikir dengan perilaku Bimo yang terlihat agak berlebihan padanya.


Bimo pun tersenyum menanggapi pertanyaan Meca,lalu dengan cepat langsung memajukan wajahnya dan mengecup bibir Meca dengan singkat.


"Kak,banyak orang tau." Decak sebal Meca sambil menengok kanan kiri karena takut ada orang yang melihat Bimo menciumnya tadi.


"Gue cinta sama Elo itulah jawaban dari pertanyaan Elo tadi." Ucap Bimo.


Meca hanya bisa diam setelah Bimo menjawab pertanyaanya.


Meca dan Bimo hanya bertatapan dan saling diam. Karena tak mau berada di suasana canggung ini, Meca pun berinisiatif untuk mendengarkan lagu.


"Kakak mau dengerin lagu? Gue ada banyak lagu di handphone gue." Tawar Meca sambil membuka handphonenya.


"Iya boleh. Putarin lagu yang sering Elo dengerin ke gue." Ucap Bimo.


"Ok." Jawab Meca.


Akhirnya Meca dan Bimo mendengarkan lagu bersama dengan satu handset untuk berdua.


Sesekali mereka bertukar pandang sambil tersenyum.


Di lain sisi,Meca dan Bimo sedang di mabuk cinta,beda lagi dengan Rengga dan Dhira yang hatinya terasa galau.


Walaupun duduk berdua,Rengga dan Dhira hanya diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan.


Karena sunyi,Dhira pun memulai pembicaraan.


"Reng,Elo ada perasaan suka sama Meca? Kalau Elo suka kenapa nggak nyatain aja,sebelum terlambat kan?" Tanya Dhira.


Mendengar pertanyaan Dhira,Rengga hanya bisa terdiam.


Sebenarnya Rengga juga tidak tahu,Ia memiliki perasaan suka atau tidak pada Meca. Tapi yang sekarang Rengga rasakan adalah ingin dekat dengan Meca dan kesal jika Meca dekat dengan Bimo.


Apa ini yang namanya jatuh cinta?


Jangan lupa tekan ikon 👍🏻untuk menaikkan popularitas novel saya