ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 56



Ibu Meca masih memikirkan bagaimana Ia harus bicara kepada Ibu Rengga tentang perjodohan Meca dengan Rengga nanti jika dibatalkan.


"Ibu mau mikirin sampai kapan? Tamunya sedang nunggu kita." Tanya Meca pada Ibunya yang sedang melamun.


Ibunya pun sedikit terkejut karena menyadari apa yang sudah dilakukannya.


"Eh..ya ampun,Ibu sampai lupa. Ya udah ayo kita ke ruang tamu." Ajak Ibu Meca.


Meca pun menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju. Lalu Ia dan Ibunya keluar dari kamarnya untuk pergi ke ruang tamu.


Di Ruang Tamu


Terlihat Ibu Rengga dan Rengga yang sedang duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Meca dan Ibunya.


Mereka pun langsung semangat begitu melihat Meca dan Ibunya sedang berjalan menghampiri mereka.


Meca dan Ibunya pun duduk di kursi sofa yang berada di depan Ibu Rengga dan Rengga.


"Maaf ya,lama pasti nunggunya. Soalnya tadi bicara masalah kuliah Meca." Bohong Ibu Meca dengan melemparkan senyumannya.


Meca langsung menoleh pada Ibunya karena terkejut setelah mendengar perkataan Ibunya yang tidak benar adanya.


"Ya kan Mec?" Tanya Ibu Meca dengan tersenyum sambil mengode pada Meca agar mengiyakan pertanyaannya.


"Iya. He...he.... Maaf atas ketidaknyamanan tadi." Jawab Meca dengan senyuman yang dipaksakan di wajahnya. Mau bagaimana lagi,Meca merasa kasihan pada Ibunya.


"Nggak apa-apa. Kita nggak masalah sama itu." Timpal Ibu Rengga


'Entah sampai kapan sandiwara ini nanti.' Batin Meca


"Oiya tadi Ibu kamu bilang kamu sedang kuliah ya? Kamu kuliah di kampus mana?" Tanya Ibu Rengga pada Meca.


"Iya tante. Aku kuliah di kampus xxxxxx" jawab Meca.


"Kebetulan banget,Rengga juga mau pindah kuliah di kampus itu. Kalian emang jodoh banget ya..." Kata Ibu Rengga sambil tersenyum bahagia.


Meca hanya menjawabnya dengan senyuman yang dipaksakan. Ia tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan kepada Ibu Rengga. Ia hanya bisa tersenyum kecut. Sebenarnya Meca tidak mau lagi berhubungan dengan Rengga,tetapi malah Ia harus satu kampus dengan Rengga.


Sedangkan Rengga yang mendengarnya pun sedikit terkejut. Tetapi di wajahnya tidak menampakkan kebahagiaan,ia hanya berekpresi datar.


"Malah lebih baik,kalau Rengga bisa antar jemput Meca." Saran Ibu Rengga yang membuat Meca sangat terkejut hingga membelakkan matanya.


"Ibu,nggak bisa aku kalau harus antar jemput. Rumah kita jauh dari rumah Meca. Bisa-bisa aku sering terlambat berangkat kuliah sama pulangnya." Sela Rengga pada Ibunya.


"Iya tante,nggak usah repot-repot. Pasti nanti aku sama Rengga sempetin bertemu kok setiap hari." Kata Meca


"Ya udah deh. Terserah kalian mau lakuin apa yang penting sering komunikasi aja ya." Kata Ibu Rengga.


"Iya tante." Timpal Meca


Rengga pun hanya mengiyakan Ibunya dengan anggukan kepalanya.


"Ini udah mau sore. Kita pamit dulu tante,Mec." Pamit Rengga dengan tiba-tiba sambil berdiri dihadapan Meca dan Ibunya.


"Lohhh...kok pamit?" Tanya Ibu Rengga sedikit terkejut.


"Aku masih punya urusan di rumah bu..." Bisik Rengga pada Ibunya.


Meca dan Ibunya pun ikut berdiri dihadapan mereka.


"Urusan apa?" Tanya Ibu Rengga.


Rengga pun tak menggubrisnya,Ia tetap kekeh dengan tekadnya untuk pamit pulang.


Ia langsung menyalami tangan Ibu Meca.


Ibunya digandeng tangannya supaya mengikutinya untuk pamitan pulang.


"Kita pamit dulu ya tante. Permisi...." Kata Rengga sambil menyalami tangan Ibu Meca.


"Oh..iya hati-hati pulangnya." Timpal Ibu Meca.


"Eh...maaf ya Rengga suka gini orangnya. Kapan-kapan kita ngobrol lagi..." Kata Ibu Rengga


"Iya...nggak apa-apa kok." Kata Ibu Meca.


Meca dan Ibunya pun mengantar Rengga dan Ibunya sampai ke depan rumah Meca.


Rengga dan Ibunya masuk ke dalam taksi yang sudah mereka pesan terlebih dahulu. Kemungkinan Rengga yang memesannya tadi saat ngobrol di ruang tamu.


Ibu Rengga melambaikan tangannya kepada Meca dan Ibunya sebagai tanda perpisahan. Meca dan Ibunya pun membalasnya dengan lambain tangan juga.


Setelah itu,Ibu Rengga dan Rengga mulai pergi meninggalkan rumah Meca.


"Ibu harus cepat ngomong sama Ibu Rengga sebelum semuanya bertambah rumit." Kata Meca.


"Huh...ibu akan coba." Timpal Ibu Meca.


Meca dan Ibunya pun masuk ke dalam rumahnya.