ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Kejutan Untuk Citra



Melihat Citra kebingungan,Meca pun akhirnya menghampiri Citra.


"Suprise....." Kata Meca dengan lantangnya yang membuat Citra menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara.


"Mec,ini yang nyiapin Elo ya?" Tanya Citra.


"Iya dong Kak,tapi nggak sepenuhnya sih. Kak Bimo yang beliin makanan dan minumannya,hehe..." Kata Meca sambil cengengesan.


"Lo kok bisa Bimo?" Tanya Citra pada Meca karena bingung.


"Jadi tu gini Kak,......" Kata Meca.


Flasback On


Di Taman


Melihat Meca melamun,Bimo pun mengejutkannya.


"Dooor..." Seru Bimo pada Meca sambil memukul bahu Meca yang membuat Meca kaget.


"Ih.... apaan sih!" Bentak Meca pada Bimo.


"Ya Elo sih,nglamun aja entar kesambet gue juga yang bingung." Kata Bimo


"Gue tu lagi mikirin,gimana cara biar Kak Citra itu nggak sedih lagi." Kata Meca pada Bimo.


"Yah,ternyata mikirin orang lain." Kata Bimo sambil mengeluh.


"Apa? Kak,punya hati nggak sih. Udah bikin Kak Citra sedih terus malah nggak peduliin orang yang Kakak buat sedih." Kesal Meca.


"La terus? Masa iya gue harus nurutin apa yang dia mau. Ok!besok gue beliin hadiah deh biar nggak sedih lagi." Kata Bimo.


"Emangnya Kak Citra anak kecil apa? Tanya Meca yang membuat Bimo terdiam


Meca pun sejenak berpikir. Tiba-tiba Ia teringat dengan nasihat Ibunya saat Ia kecil dulu. Ibunya pernah bilang kalau sedang sedih sebaiknya makan sesuatu yang lezat dengan bercengkrama dengan orang lain dan menikmati makanan bersama adalah metode yang bisa menghilangkan kesedihan.


"Gue punya ide. Kak,ayo ke toserba!" Ajak Meca pada Bimo.


"Mau apa?" Tanya Bimo.


Meca pun tak menjawabnya dan langsung menarik tangan Bimo untuk pergi dari taman itu.


Bimo yang melihat Meca menarik tangannya pun senang dan senyum-senyum sendiri.


Di Toserba


Akhirnya Bimo dan Meca pun tiba di toserba yang dijadikan tempat kerja Meca.


Meca pun langsung menuju tempat etalase yang menyediakan makanan ringan. Meca pun memilih makanan ringan itu dengan cepat.


Tak lupa Meca juga memilih minuman bersoda yang ada di tempat pendingin. Ia mengambil 5 minuman bersoda dan 2 air putih.


Setelah selesai memilih,Meca pun langsung membawanya ke kasir. Diikuti juga Bimo yang dari tadi dibelakangnya.


"Uwahh...kayaknya mau pesta ya?" Tanya bapak pemilik toserba yang dibuat untuk tempat kerja Meca.


"Enggak Pak,ini cuma mau hibur teman aja." Kata Meca dengan ramah.


Bimo yang mendengar perkataan Meca pun langsung menoleh kepadanya dengan raut muka bingung.


Bapak pemilik toserba itu pun hanya mengangguk mengerti dan langsung menotal barang belanjaan Meca.


"Semuanya jadi 55.000 ya." Kata bapak pemilik toserba itu.


Meca pun mendekati Bimo dengan berjinjit karena Ia ingin membisikkan sesuatu padanya.


"Ini semua Kakak yang bayar anggap aja hadiah untuk Kak Citra,karena ide gue adalah untuk membuat acara makan sama Kak Citra. Terus Kakak nggak boleh ikut. Oh iya,terima kasih traktirannya. " Bisik Meca pada Bimo panjang lebar.


Bimo pun hanya mengganggukkan kepalanya yang artinya dia setuju dengan Meca. Lalu Bimo membayar semua barang belanjaan Meca.


Meca pun mengambil barang belanjaan yang sudah dibayar Bimo.


"Ya udah Kak,gue pulang dulu ya..." Kata Meca pada Bimo.


"Gue anter." Ajak Bimo.


"Enggak usah,akan lebih baik kalau gue pulang sendiri." Kata Meca.


Bimo pun hanya pasrah dengan penolakan Meca.


Flasback Off


Terlihat Meca dan Citra sedang duduk di atas kain dengan beberapa makanan dan minuman.


"Oh,jadi gitu ceritanya. Eh tapi Elo kapan nyiapin semua ini?" Tanya Citra.


"Malam kemarin setelah dari toserba. Gue sebenarnya khawatir kalau makanan dan minumannya diambil orang atau burung. Dan untungnya sampai sekarang nggak hilang satupun." Kata Meca sambil tersenyum


Citra pun tertawa setelah mendengar perkataan Meca. Meca melihatnya pun ikut bahagia.


"Kak,tau nggak? Gue khawatir sama Kakak,Gue pernah teman ketika SMP dia itu juga pernah ngalamin hal yang sama kayak Kakak. Dia itu ditolak cintanya sama cowok yang dia suka. Setelah itu,dia kayak banyak murung dan akhirnya mutusin untuk bunuh diri. Gue waktu itu bodoh karena nggak mau hibur dia,dan akhirnya gue menyesal setelah dia meninggal. Jadi Kakak nggak boleh kayak gitu ya." Jelas Meca pada Citra.


"Hahaha....apa sih Mec yang Elo pikirin. Gue nggak kayak gitu Kok,gue yakin Bimo itu bukan laki-laki yang cocok buat gue. Buktinya Tuhan ngerencanain buat enggak bikin gue pacaran sama dia. Pasti nanti gue bakal dipertemukan cowok yang lebih cocok sama gue." Jelas Citra.


Mendengar penjelasan Citra, Meca pun kagum sekaligus senang dengan perilaku Citra yang dewasa. Meca pun akhirnya lega karena kekhawatirannya terhadap Citra sekarang sudah hilang.