ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Kejutan Untuk Meca



"Meca,Ibu mau ngobrol-ngobrol sebentar sama kamu,boleh kan?" Tanya Ibunya Bimo.


"Boleh aja bu..." Jawab Meca dengan senang hati.


"Eh...tapi nggak boleh lama-lama ya..Ma.Soalnya aku mau nunjukkin sesuatu ke Meca." Sela Bimo.


Meca hanya menatap Bimo dengan bingung.


Dari tadi,Bimo seperti sedang menyiapkan kejutan melulu pada Meca.


Entah kejutan apa lagi yang akan dibuat oleh Bimo.


"Iya...iya..Mama janji nggak akan ganggu kalian pacaran." Timpal Ibunya Bimo.


"Makasih...Mama ku yang cantik." Ucap Bimo dengan senyuman lebarnya.


Ibunya Bimo pun hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan anaknya itu.


Bimo pun pergi dari hadapan Ibunya dan Meca.


Ia membiarkan Ibunya dan Meca berbincang-bincang terlebih dahulu.


Sedangkan Ia menyiapkan sesuatu yang akan ditunjukkan oleh Meca nanti. Ia yakin Meca pasti akan menyukainya.


"Ayo duduk dulu..." Ajak Ibunya Bimo pada Meca.


Meca pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti Ibunya Bimo dibelakangnya.


Setelah sampai di kursi sofa,Meca dan Ibunya Bimo pun duduk bersebelahan.


"Ibu seneng banget kalau tahu kamu adalah pacarnya Bimo." Ucap Ibunya Bimo seraya baru duduk.


"Maaf sebelumnya,sebenarnya saya itu bukan pacarnya Kak Bimo." Ucap Meca dengan hati-hati supaya tidak melukai hati Ibunya Bimo.


"Loh...tapi tadi kata Bimo,kamu calon menantunya Ibu.." Ucap Ibunya Bimo.


"Oh...soal itu,Kak Bimo cuma bercanda bu..." Timpal Meca sambil melemparkan senyumannya.


"Oh...memang tuh anak suka banget bercanda. Eh tapi kalau dilihat-lihat Bimo memang suka beneran sama kamu,Kenapa kamu nggak mau jadi pacarnya Bimo?" Tanya Ibunya Bimo to the point.


"Saya nggak mau pacaran dulu bu...soalnya saya masih mau fokus belajar dulu." Jawab Meca.


"Oh...gitu. Tapi,Ibu harap kamu bisa jadi pacarnya Bimo,karena Ibu yakin kamu adalah anak yang baik." Ucap Ibunya Bimo dengan penuh keyakinan.


Meca hanya bisa tersenyum sambil mencerna kata-kata dari Ibunya Bimo.


Di sela pembicaraan Meca dan Ibunya Bimo,Bimo datang menghampiri Meca.


Merasa tidak enak pada Ibunya Bimo karena sudah meninggalkannya ketika sedang mengobrol,Meca pun menoleh ke arah Ibunya Bimo.


Ibunya Bimo mengerti apa yang dikhawatirkan Meca.


"Gapapa pergi aja. Nanti Bimo ngamuk lagi." Canda Ibunya Bimo.


Meca pun tersenyum,lalu mengikuti kemauan Bimo.


Ia mengikuti kemana Bimo akan membawanya.


"Mau nunjukkin apa?" Tanya Meca.


"Pokoknya ada deh." Jawab Bimo.


Meca sedikit kesal karena Bimo selalu membuatnya penasaran.


"Lihat nih..."Kata Bimo setelah sampai di tempat tujuannya.


Meca pun ikut berhenti lalu melihat kedepan.


Meca langsung takjub dengan keindahan taman yang berada di belakang rumah Bimo.


Semua tampak hijau dan dan berwarna-warni karena ada bunga yang beraneka ragam.


Saat Meca menoleh ke kanan,Ia tampak kaget karena terdapat rumah pohon. Walaupun rumah pohon itu tidak cukup besar,tetapi nuasa kealamannya sangat terlihat.


"Kak,gue boleh ke rumah pohon itu?" Tanya Meca dengan penuh antusias.


Bimo pun menganggukkan kepalanya yang artinya memperbolehkan Meca untuk ke rumah pohon itu.


Setelah mendapat persetujuan Bimo,Meca pun langsung berhamburan mendekati rumah pohon itu.


Bimo pun tersenyum bahagia melihat tingkah laku Meca yang seperti anak kecil. Menurutnya hal itu sangat menggemaskan.


Jarang sekali Meca seperti itu,Biasanya Meca bersifat dingin dan tak banyak tertawa,tetapi hari ini Meca terlihat beda dari biasanya.


Bimo sangat puas jika Meca menyukai kejutan darinya.


Dari pertama memang dia sudah yakin Meca pasti menyukainya.


Karena dari yang Bimo tahu,Meca menyukai tempat yang asri dan indah seperti taman yang berada di belakang rumahnya ini.


Tolong Like dan Vote 😉