ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 115



Setiba di tempat camping,semua orang berhamburan melakukan kegiatannya masing-masing. Ada yang berfoto ria bersama teman-temannya,ada yang memilih bersantai sambil duduk dan berbincang-bincang ringan dengan temannya.


Sedangkan Meca memilih untuk bersantai sambil duduk dan memakan makanan ringan bersama Rengga yang dari tadi terus menemaninya.


Saat Meca dan Rengga baru akan duduk,seorang perempuan dari jauh memanggil-manggil nama Meca.


Mendengar namanya dipanggil,Meca pun langsung menoleh ke arah perempuan yang memanggilnya tersebut.


Setelah mengetahui wajah perempuan yang memanggilnya,Meca pun langsung menyunggingkan senyumnya.


Karena Ia kenal betul dengan perempuan yang mengenalnya itu. Siapa lagi kalau bukan Dhira.


"Akhirnya gue bisa ketemu sama Elo Mec." Ucap Dhira sambil ngos-ngosan karena berlari kecil untuk menghampiri Meca.


Dari tadi memang Dhira sedang mencari-cari Meca,Ia sebenarnya ingin satu bis dengan Meca. Tetapi,sejak di kampus tadi Ia tidak menemukan batang hidung Meca.


Begitu tadi Dhira melihat Meca,lantas Ia pun langsung berlari ke arah Meca sebelum Meca hilang lagi dari penglihatannya.


"Ya udah ayo...duduk dulu. Elo pasti capek kan nyariin gue dari tadi." Ucap Meca sambil menyunggingkan senyum bodohnya.


Dhira pun hanya tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi depannya.


Selepas Dhira bersenda gurau dengan Meca,tak lupa Ia juga menyapa laki-laki yang berdiri di samping Meca yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.


Dhira pun berinisiatif untuk berkenalan dengan laki-laki yang ada di samping Meca itu. Dhira pun mengajak berjabat tangan sambil mengucapkan namanya,laki-laki itu pun membalas jabatan tangan Dhira dan mengucapkan namanya juga. Kini Dhira tau jika laki-laki itu namanya adalah Rengga dan Rengga pun juga tahu jika perempuan yang berteman baik dengan Meca itu bernama Dhira.


Tetapi Dhira merasa ini bukan pertama kalinya Ia bertemu dengan Rengga,Ia seperti sudah pernah berbicara dengan laki-laki yang baru berkenalan dengannya itu.


"Kayaknya gue pernah lihat Elo deh. Tapi,dimana ya..?" Ucap Dhira.


"Emang iya kita udah pernah ketemu. Waktu gue pertama masuk kampus dan tanya tempat ke elo." Sahut Rengga.


"Oh...iya.Gue inget sekarang.." Ucap Dhira setelah mengingat saat Ia pernah bertemu dengan Rengga sebelumnya.


"Jadi kalian udah saling kenal?" Tanya Meca.


Setelah berbincang-bincang sedikit,akhirnya Meca,Rengga dan Dhira pun memutuskan untuk duduk bersama.


Mereka duduk di kursi kayu,Meca duduk berdamping dengan Rengga dan Dhira duduk berhadapan dengan mereka berdua.


Lalu mereka(Meca,Dhira,Rengga)pun mengeluarkan makanan yang mereka bawa masing-masing dan memakannya bersama-sama.


Sambil makan,kadang kali mereka bertiga berbincang-bincang dan bercanda satu sama lain.


Di sisi lain,Bimo sedang memperhatikan Meca dan Rengga yang sedang bercengkrama dengan bahagianya.


Sedikit merasa kesal rasanya saat Meca menunjukkan senyumnya pada laki-laki lain. Ingin rasanya Ia menghampiri Meca dan menariknya untuk bercengkrama dengannya juga.


Tapi apa boleh buat,Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha melupakan Meca. Jika Bimo masih ingin menemui Meca lagi,maka Ia akan ingkar dengan janji yang Ia buat sendiri.


******


Sahabat karib Bimo yang tidak lain adalah Dio sedang mencari-cari keberadaan Bimo. Saat Ia berkumpul-kumpul dengan teman-temannya,hanya Bimo lah yang tidak ada di kumpulan mereka.


Setelah mencari kesana kesini,ternyata Dio menemukan Bimo sedang berdiri sambil termenung.


Karena penasaran apa yang sedang dilihat Bimo sampai Ia termenung, lalu Dio pun mengikuti arah pandang sahabatnya itu.


Dan ternyata sahabatnya itu sedang memandang perempuan yang Ia cintai yaitu Meca.


Entah kenapa Dio merasa kasihan pada sahabatnya itu semenjak Bimo menceritakan padanya bahwa Ia akan melupakan perempuan yang Ia cintai tersebut. Dio pun sempat terkejut dengan keputusan Bimo itu. Tidak ada angin ataupun hujan tiba-tiba Bimo melupakan sosok perempuan yang Ia cintai itu.


Sejak saat itulah,Bimo mulai terlihat murung dan sering termenung. Ia seperti kehilangan semangat hidup.


Dio pernah mencoba untuk memperkenalkan teman perempuannya pada Bimo supaya Bimo bisa mencari pengganti Meca dan bisa menghilangkan kesedihan sahabatnya itu. Tetapi,dari sekian banyak teman perempuannya itu,tidak ada satu pun perempuan yang bisa mengambil hati Bimo.


Dio memang tahu betul sifat sahabatnya itu saat Bimo sudah amat dalam mencintai seseorang,maka Ia tidak mau kehilangan orang tersebut.


Cukup berdiri lama sambil memandang sahabatnya yang sedang termenung,Dio pun berinisiatif untuk menghibur sahabatnya itu dengan ide cemerlang yang baru saja terlintas di pikirannya.