ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 105



Di perjalanan berkendara dengan Dio,Meca hanya diam dan memperhatikan jalan raya.


Dio mengajak bicara pada Meca hanya tentang menanyakan alamat rumah Meca.


Lalu setelah Meca menjawab,Dio tidak mengajak bicara Meca lagi.


Keadaan sunyi terus berlanjut sampai Dio dan Meca sampai ke rumah Meca.


Belum sampai di depan rumah Meca,Meca sudah meminta turun di jalanan menuju rumahnya.


"Kok minta turun sini?" Tanya Dio.


"Nggak apa-apa disini aja. Nggak jauh juga dari rumah gue Kak." Jawab Meca.


"Oh...gitu. Ya udah gue duluan ya.." Pamit Dio.


"Iya Kak,terima kasih udah mau nganterin gue dan nolong gue tadi." Ucap Meca.


"Iya sama-sama." Sahut Dio.


Setelah berpamitan,Meca pun melangkahkan kakinya untuk pergi.


Sementara itu,Dio masih duduk di motornya sambil melihat Meca sampai pergi menjauh.


Tiba-tiba Dio teringat dengan pertanyaannya mengenai hubungan Bimo dan Meca. Dirasa ini momen yang tepat untuk menanyakan pada Meca.


Dio pun berinisiatif untuk menanyakan pada Meca.


"Mec!! Tunggu!" Teriak Dio pada Meca yang mulai menjauh dari hadapannya.


Mendengar Dio memanggilnya,Meca langsung berbalik badan dan menghampiri Dio kembali.


"Ada apa Kak?" Tanya Meca.


"Kalau boleh tau gimana hubungan Elo sama Bimo?" Tanya Dio.


"Kenapa tiba-tiba Kakak nanyain soal itu?" Tanya Meca balik pada Dio.


"Maaf nih kalau gue ikut campur sama urusan pribadi Elo,tapi gue sebagai sahabat Bimo juga pengen tahu dia itu bahagia atau enggak. Karena menurut gue,Bimo itu bahagia banget kalau deket sama Elo Mec. Jadi,gue pikir Elo adalah pilihan tepat untuk hati Bimo setelah mantannya Angel." Jelas Dio.


Gue ngerasa bingung tentang perasaan gue ke Kak Bimo. Gue belum tahu banyak soal cinta." Sahut Meca.


"Oh...gitu. Menurut gue, Elo harus kasih kepastian ke Bimo. Karena menunggu perasaan cinta dari orang lain itu sangat menyakitkan. Jadi gue harap Elo bisa cepat balas perasaan cinta Bimo ke Elo." Ucap Dio.


Meca pun hanya terdiam,dan memikirkan perkataan yang telah dilontorkan oleh Dio tadi. Entah kenapa sekarang,Meca semakin bersalah pada Bimo.


"Ya udah gue duluan ya.." Pamit Dio.


"Iya Kak. Hati-hati di jalan." Sahut Meca.


Dio pun hanya mengangguk dan setelah itu pergi berkendara dengan motornya.


Sedangkan Meca berbalik badan lalu berjalan menuju rumahnya yang jaraknya hanya beberapa meter saja.


Setelah sampai di depan rumahnya,Meca langsung membuka pintu. Tetapi,sebelum itu Meca tak lupa untuk membuka kunci pintu rumahnya.


Setelah terbuka,Meca langsung masuk dan menuju kamarnya.


Sampai kamarnya,Meca langsung duduk di kasur empuknya sambil memikirkan perkataan Dio tadi.


"Apa benar yang diucapkan Kak Dio tadi?" Gumam Meca.


"Jika benar,pantas aja kalau Kak Bimo marah tadi. Karena mungkin gue sudah menyakiti perasaanya." Gumam Meca.


Raut muka Meca mulai sedih mengingat bagaimana Ia mengatakan jika 'cinta Bimo nggak harus terbalas olehnya'.


Meca tidak sadar jika perkataanya telah menyakiti perasaan Bimo.


Mungkin Meca hanya bodoh soal cinta,maka dari itu perkataan yang tidak harusnya dikatakan malah Ia katakan. Dan benar saja perkataannya itu langsung membuat perasaan orang menjadi terluka.


Maaf updatenya lama,karena author udah mulai sibuk karena sekolah😕.


Tapi author sempet-sempetin untuk update kalau ada waktu.


Tapi juga jangan lupa untu Like dan Vote ya..


Author lihat lumayan banyak yang baca,tapi yang like nggak ada 😔😔