ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 145



Setelah itu,Rengga pun berjalan mendekati mobilnya lalu langsung membawa mobilnya pergi dari rumahnya Meca.


Bimo pun juga segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi untuk mencari informasi mengenai Meca bersama lawannya itu.


Bimo berpikir untuk mencari informasi mengenai Meca lewat orang terdekatanya terlebih dahulu. Ia memutuskan untuk pergi ke tempat kerjanya Meca yaitu toserba. Ia ingin menanyakan kepada Bapak pemilik toserba.Mungkin saja,Bimo bisa tahu sesuatu dari Bapak pemilik toserba itu mengenai keberadaan Meca.


Kini Bimo pun telah sampai di depan toserba tempat kerja Meca. Tanpa pikir lama,Bimo pun langsung masuk ke dalam toserba tersebut. Sungguh kebetulan saat Ia masuk,Bapak pemilik toserba sedang ada di ruang kasir toserbanya.Lalu Bimo pun langsung menemuinya.


"Permisi,Pak." Ucap Bimo dengan sopan.


"Oh.. ya. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Bapak pemilik toserba itu.


"Maaf,saya mau tanya. Kebetulan saya adalah teman Meca dan saya sedang mencarinya. Apa Meca beberapa hari ini tidak masuk kerja?" Tanya Bimo to the point.


"Oh...Meca. Beberapa hari yang lalu,dia mengundurkan diri dari toserba saya. Katanya,dia ingin bepergian gitu." Sahut Bapak pemilik toserba.


"Kalau boleh saya tahu,Meca bepergian kemana ya,Pak?" Tanya Bimo.


"Oh...saya kurang tahu kalau itu. Dia nggak bilang sama saya,jika mau pergi kemana." Jawab Bapak pemilik toserba.


"Oh...begitu. Terima kasih Pak,atas waktunya. Saya pergi dulu...Permisi." Pamit Bimo pada Bapak pemilik toserba.


Bapak Pemilik toserbanya pun mengangguk pelan sambil tersenyum ramah pada Bimo setelah Bimo berpamitan padanya.


Bimo pun keluar dari toserba lalu masuk kembali ke dalam mobilnya dengan perasaan yang kecewa karena gagal mendapat informasi mengenai keberadaan Meca.


Meskipun gagal,Ia masih punya partner yang membantunya yaitu Rengga.


Memang mereka bekerja sama untuk mencari keberadaan Meca. Mereka sepakat untuk berpencar demi mencari Meca.


Lalu Bimo pun memutuskan untuk menghubungi partnernya guna mengetahui kabar darinya mengenai informasi tentang Meca yang mungkin telah didapatkan oleh Rengga. Demi mencari Meca,Mereka berdua bertukar nomor telepon dan menjadi partner,walaupun dengan hati yang terpaksa.


*****


Di samping itu,Rengga memutuskan untuk pulang ke rumahnya mencari Ibunya.


Alasan Rengga mencari Ibunya adalah karena Ia tahu jika Ibunya Meca dan Ibunya sangat dekat. Jadi,Ia pikir Ibunya pasti tahu-menahu tentang kehidupan Ibunya Meca. Mungkin,Ia bisa dapat informasi mengenai keberadaan Meca saat ini dari Ibunya.


Begitu sampai rumahnya,Rengga pun langsung masuk ke dalam rumahnya sambil memanggil Ibunya berulang kali.


Mendengar suara Rengga yang menggema seluruh rumah,membuat Ibunya Rengga yang berada di dapur terkejut dibuatnya.


Apalagi,Rengga berteriak-teriak seperti sedang ada sesuatu yang mendesak.


Ibunya Rengga pun langsung lari menghampiri Rengga,karena penasaran mengapa anaknya itu berteriak-teriak memanggil namanya.


"Ada apa? Kok kamu teriak-teriak manggil Ibu? Kamu sakit ya?" Tanya Ibunya Rengga dengan paniknya.


"Enggak,bu. Aku nggak apa-apa. Aku cuma mau tanya sesuatu sama Ibu sebentar aja." Ucap Rengga.


Wajah Ibunya Rengga yang tadinya terlihat cemas seketika menjadi kebingungan setelah anaknya itu ingin menanyakan sesuatu padanya yang sepertinya sangat penting,sehingga anaknya itu langsung pulang lalu mencarinya.


Akhirnya Rengga mengajak Ibunya untuk duduk sambil berbicara tentang apa yang akan ditanyakannya tadi.


"Ibu tahu sesuatu nggak,tentang rumah saudara Ibunya Meca? Kan,Ibu teman dekat Ibunya Meca." Tanya Rengga tanpa basa-basi.


"Kenapa kamu langsung tanya itu? Kok Ibu,jadi bingung." Ucap Ibunya Rengga yang masih kebingungan.


"Jadi,kamu mau cari keberadaan Meca gitu?" Simpul Ibunya Rengga.


"Iya,bu. Aku....jatuh cinta sama Meca. Aku nggak mau kehilangan dia." Ucap Rengga dengan jujur pada Ibunya.


Ibunya Rengga pun tampak terkejut seketika mendengar perkataan anaknya itu.


Seakan tak percaya jika anaknya itu telah jatuh hati pada Meca.


"Kamu beneran cinta sama Meca?.Kamu.." Ucap Ibunya Rengga yang terpotong karena Rengga menyelanya.


"Ibu,itu dibicarakan nanti aja. Yang penting sekarang,Ibu beri tahu alamat saudara Meca ke aku. Aku butuh sekarang." Sela Rengga yang sudah tak sabar.


"Iya,iya. Kalau setahu Ibu,Meca itu punya saudara laki-laki yang sudah berkeluarga. Mungkin,Meca sama Ibunya pindah ke rumah saudara laki-lakinya itu. Untuk alamatnya,Ibu hanya tahu daerahnya saja. Ibu tidak tahu pasti alamat rumah saudara laki-lakinya itu." Ucap Ibunya Rengga.


"Nggak apa-apa bu,sebutin aja yang Ibu tahu." Desak Rengga.


"Daerahnya itu sekitar kota xxxxx,tapi letak rumah pastinya,Ibu ngga ingat." Ucap Ibunya Rengga.


"Oh...iya Bu. Terima kasih. Rengga pergi dulu.." Pamit Rengga dengan tergesa-gesa.


"Rengga kamu mau kemana?" Teriak Ibunya Rengga yang melihat anaknya itu terburu-buru keluar dari rumahnya.


Melihat kelakuan anaknya,Ibunya Rengga hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia baru mengerti jika Rengga akan berperilaku seperti itu demi cinta pertamanya.


******


Setelah mendapat informasi dari Ibunya,Rengga pun langsung bergegas pergi menuju alamat yang diberikan Ibunya tadi.


Saat Ia baru masuk mobil,tiba-tiba ponselnya berdering yang artinya menunjukkan jika ada orang yang meneleponnya.


Rengga pun melihat layar ponselnya lalu langsung mengangkat panggilan telepon tersebut setelah mengetahui jika orang yang meneleponnya adalah Bimo.


Di dalam panggilan telepon tersebut,ternyata alasan Bimo meneleponnya karena ingin tahu jika Rengga sudah mendapat informasi mengenai Meca atau belum.


Dengan tegas,Rengga memberi tahu Bimo jika Ia berhasil mendapat alamat saudara laki-laki Meca.


Mendengar Rengga telah mendapat alamat yang mengarah pada keberadaan Meca,Bimo pun langsung semangat untuk mencari Meca lebih lanjut.


Akhirnya,Rengga dan Bimo memutuskan untuk pergi menuju alamat yang telah diberikan Ibunya Rengga tadi.


Mereka sepakat untuk berpencar lagi guna mencari alamat pasti rumah saudara laki-laki Meca. Dengan berpencar,mereka berharap akan lebih cepat untuk menemukan keberadaan Meca,dibanding dicari berdua.


Setelah berhasil membuat kesepakatan diantara mereka berdua,akhirnya mereka pun mengakhiri panggilan teleponnya.


Selepas itu,Rengga langsung masuk ke dalam mobilnya lalu membawa mobilnya pergi menuju kota xxxxx,sama halnya yang dilakukan Bimo saat ini.


Kalau menurut readers,Rengga dan Bimo akankah bisa langsung menemukan Meca tanpa kesulitan ataupun halangan???


Jika salah satu dari mereka telah menemukan Meca,kira-kira bagaimana reaksi Meca???


Jika penasaran,tunggu terus ceritanya dan selalu ikuti terus alur ceritanya!! ๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa klik ikon ๐Ÿ‘๐Ÿปuntuk menaikkan popularitas novel saya....


Selamat membaca ๐Ÿ˜๐Ÿ˜