ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Percobaan Kabur



Setelah selesai mengganti bajunya,Meca pun akhirnya keluar dari kamar mandi.


Bimo yang ada dihadapannya pun sudah mengganti bajunya menjadi baju yang Ia pakai semula.


Mungkin Bimo sekalian ganti baju sambil menunggu Meca selesai ganti baju.


"Kak,ayo cepet keluar dari sini!" Ajak Meca pada Bimo yang ada di depannya.


"Iya....Meca." Kata Bimo dengan sabar karena menghadapi Meca yang tidak sabaran.


"Tunggu Kak,kita kalau mau keluar lewat mana? Dari yang gue lihat kayak nggak ada jendela yang sekitar ruang ganti ini." Tanya Meca bingung.


"Penglihatan Elo kurang tajam. Sini ikut gue." Ajak Bimo sambil menarik tangan Meca untuk mengajaknya melihat jendela yang bisa digunakan untuk melarikan diri dari ruang ganti itu.


"Lihat tuh...jendela itu ukurannya cukup lebar,jadi bisa untuk Elo keluar dari ruang ini dan nanti Elo bisa turun dari jendela itu lalu menapak ke cabang pohon yang ada di bawah jendela itu,terus Elo turun dari pohon itu. Akhirnya Elo bisa keluar dari ruangan ini." Jelas Bimo panjang lebar.


Meca sesekali melihat jendela yang akan Ia naiki nanti. Ia menelan salivanya pelan-pelan karena sedikit takut untuk naik ke jendela yang cukup tinggi itu.


"Tapi....Gue nggak akan kenapa-napa kan setelah turun dari jendela itu. Soalnya tinggi banget. Gue sedikit takut hehe..." Kata Meca khawatir.


"Tenang aja,nanti gue akan bantu Elo." Kata Bimo.


"Terima kasih ya Kak. Tapi...bagaimana gue bisa naik ke jendela yang cukup tinggi itu?" Tanya Meca.


"Sini naik...." Kata Bimo sambil berjongkok di hadapan Meca untuk mengendong Meca di lehernya supaya bisa naik ke jendela itu.


"Maksud Kakak gue digendong gitu?" Tanya Meca.


"Iya Mec,cepetan nanti ketahuan sama Dio. Cepet!" Suruh Bimo.


Meca terpaksa menuruti Bimo untuk naik keleher Bimo supaya bisa menggapai jendela yang cukup tinggi itu.


Meca pun mulai duduk di leher Bimo.


Setelah itu Bimo langsung mencoba berdiri untuk mengangkat Meca.


"Wah...gue tinggi banget." Kagum Meca setelah Bimo mengangkatnya ke atas.


"Hei! Kayak anak kecil aja. Pegangan ke tangan gue." Suruh Bimo pada Meca yang langsung Meca turuti.


"Cepet,Elo buka jendelanya!" Suruh Bimo.


Meca langsung membuka jendelanya dan langsung merangkak keluar dengan kakinya terlebih dahulu Ia tapakkan ke pinggiran jendela lalu perlahan Meca melepaskan genggaman tangannya dari Bimo.


Meca pun berhasil keluar dari ruangan itu dengan kabur lewat jendela.


Ia pun segera menapak di cabang pohon yang dimaksudkan Bimo tadi.


Setelah Meca berhasil keluar,sekarang giliran Bimo untuk keluar dari ruang taekwondo ini.


Ia pun keluar dari ruang ganti.Bimo langsung keluar dari ruangan latihan tanpa menoleh ke arah Dio maupun Citra.


"Bim..Elo mau kemana? Meca kemana juga?" Tanya Citra.


Bimo pun tidak menjawabnya dan tetap berjalan lurus ke depan.


"Biarkan,mereka mau kencan pertama. Biar seneng-seneng dulu,tapi besok gue buat intograsi mereka berdua." Kata Dio sambil melirik Bimo yang berjalan ke arah pintu.


Citra hanya menghembuskan nafasnya pelan melihat perilaku Bimo yang sangat cinta pada Meca.


Di luar ruang ganti


Bimo langsung menyusul Meca di luar ruang ganti tadi. Setelah sampai Ia pun melihat ke atas pohon itu dan terlihat Meca yang ketakutan untuk turun dari pohon yang cukup besar itu.


"Meca Elo nggak bisa turun ya?" Teriak Bimo dari bawah pohon.


"Kak..gue takut mau turun. Gimana nih..?" Rengek Meca pada Bimo.


"Elo cuma turun ke dua cabang pohon ini aja. Nanti Elo bisa lompat dan gue tangkep." Kata Bimo.


"Kak..emangnya gue bola apa? Main tangkep aja. Gue nggak mau mati karena jatuh dari pohon Kak." Kesal Meca pada Bimo.


Tiba-tiba tanpa sadar kaki Meca sedikit maju dari tapakannya di pohon karena mencoba berteriak kepada Bimo yang ada di bawah supaya mendengarnya dari atas pohon.


Meca pun akhirnya kehilangan keseimbangan dan jatuh dari pohon tersebut.