ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 139



Selepas dari kampus,Ibunya Meca pun langsung pulang ke rumahnya.


Sekitar 15 menit,Ia pun telah sampai di depan rumahnya.


Begitu sampai,Ia pun langsung masuk ke dalam rumahnya lalu langsung menghampiri Meca yang berada di dalam kamarnya untuk mengecek kondisinya dan juga,teringin menanyakan sesuatu pada anaknya itu.


Setiba di depan kamar Meca,Ibunya Meca pun langsung mengetuk pintu kamar Meca sambil memanggil namanya.


Tak butuh waktu lama,Meca pun langsung menjawab saat Ibunya memanggil namanya.


Saat Ibunya Meca baru masuk,terlihat Meca sedang berdiri di depan balkonnya dan langsung berbalik badan setelah melihat Ibunya masuk ke kamarnya.


"Kok kamu nggak tiduran? Malah berdiri disitu?" Tanya Ibunya Meca.


Meca pun tersenyum tipis lalu menjawab pertanyaan Ibunya "Aku ingin mendapat udara segar bu. Lagian,aku udah baikan kok,udah nggak kedingingan lagi."


Mendengar Meca sudah merasa sehat,Ibunya Meca pun menghampiri Meca untuk mengecek suhu badannya.


Ia pun menempelkan telapak tangannya ke dahi Meca untuk memeriksa suhu tubuhnya.


Alhasil setelah dicek,ternyata memang benar apa yang dikatakan Meca,jika Ia sudah merasa sehat. Suhu tubuh Meca sudah tidak terlalu panas seperti sebelumnya.Mungkin karena sudah diberi obat tadi.


Kebetulan Meca sudah merasa sehat,Ibunya Meca pun mulai menjalankan keinginannya tadi untuk menanyakan sesuatu pada anaknya itu.


"Mec!! Sini deh,Ibu mau bicara sama kamu." Suruh Ibunya Meca sambil mengode Meca untuk duduk di tempat tidur Meca.


Meca pun menuruti perintah Ibunya tanpa penolakan sedikitpun. Ia pun langsung menghampiri Ibunya yang tengah duduk di atas kasurnya. Ia pun duduk di sebelah kanan Ibunya.


"Ada apa?" Tanya Meca.


"Ibu sudah tahu semua masalah yang membuat kamu sedih beberapa hari ini." Ucap Ibunya Meca tanpa basa-basi.


Kedua mata Meca pun mengerjap setelah mendengar ucapan Ibunya barusan.


Sempat bingung dan merasa curiga pada ucapan Ibunya itu.


"Maksud Ibu?" Tanya Meca.


"Ibu tadi bertemu dengan Bimo dan menanyakan semua tentang kamu. Ibu sangat cemas,ketika Ibu tahu kalau kamu terlihat sedih beberapa hari ini. Dan kamu nggak mau cerita sama Ibu. Maka dari itulah,Ibu mencari tahu tentang kamu." Jujur Ibunya Meca dengan apa yang dilakukannya.


"Ibu,aku juga punya alasan untuk sembunyikan semua masalah aku dari Ibu. Aku tidak ingin kalau Ibu khawatir dengan masalah yang aku hadapi." Ucap Meca.


"Tapi,Ibu malah tambah khawatir kalau lihat kamu sedih kayak gitu. Masalah apapun yang kamu hadapi,kamu harus cerita sama Ibu ya.... lagipula,kita ini kan keluarga. Kamu cuma punya ibu disini." Ucap Ibunya Meca.


"Iya bu....Maaf udah nyusahin Ibu.." Ucap Meca sambil tersenyum tipis pada Ibunya.


Ibunya Meca pun mengangguk pelan sembari tersenyum lalu berucap kembali "Tadi kan Ibu dapat informasi dari Bimo,kalau kamu sedih karena merasa bersalah pada Bimo. Itu benar?


Meca pun terdiam sesaat sambil menundukkan kepalanya seraya berkata "Iya bu..entah kenapa aku selalu merasa bersalah banget setelah aku memutuskan hubungan aku dengan Bimo hanya karena keegoisanku untuk memilih menyetujui kesepakatan dari Ayahnya Bimo itu."


"Kalau Ibu jadi kamu,pasti Ibu juga akan merasakan hal yang sama. Tapi,asal kamu tahu Bimo nggak mau kamu sedih lagi karena rasa bersalah kamu sama dia.


Bimo mau kamu bahagia lagi." Ucap Ibunya Meca.


Meca pun mengangkat kepalanya sambil menatap Ibunya dengan tatapan sayu.


"Bimo adalah laki-laki yang baik. Dia nggak pernah buat aku kecewa. Setiap aku memikirkan perbuatan aku ke dia,aku merasa menjadi orang jahat." Ucap Meca dengan air mata yang menggenang.


Melihat anaknya sedih,Ibunya Meca pun lantas langsung mengelus pundak Meca dengan lembut untuk menenangkannya sejenak.


"Meca,kamu jangan tekan diri sendiri kayak gini!!Ibu tahu apa yang kamu rasakan saat ini,tapi rasa bersalah berkepanjangan akan membuat mental kamu down. Kamu harus bangkit kembali dan memulai lembaran baru lagi!!" Perintah Ibunya Meca dengan nada bicara lembut.


"Iya bu..Aku akan berusaha lupakan semua ini. Dan kembali seperti diriku semula." Sahut Meca sambil tersenyum.


"Gitu dong...kan Ibu jadi tenang." Ucap Ibunya Meca sambil tersenyum.


Sebagai rasa sayangnya Ia dengan anaknya,Ibunya Meca pun memeluk Meca dengan erat sambil tersenyum bahagia setelah berhasil membuat Meca seperti sedia kala.


Melihat Ibunya memeluknya,Meca pun segera membalas pelukan Ibunya sambil sesekali tertawa ringan mendengar candaan Ibunya.


Memang seorang Ibu adalah penghibur terbaik saat kita sedang sedih. Kasih sayangnya tidak terhingga kepada kita.


******


Pagi yang cukup cerah ini,Meca siap menyambutnya dengan penuh semangat.


Pagi ini waktunya Ia untuk bekerja kembali di toserba setelah kemarin libur karena sakit.


Setelah badannya merasa sehat,Meca langsung bersiap untuk menjalankan kewajibannya seperti bekerja dan kuliah.


Waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi,itu artinya Meca harus bergegas pergi ke toserba untuk bekerja.


Setelah Ia selesai mempersiapkan diri,Ia pun langsung keluar dari rumahnya untuk segera berangkat.


"Meca!!" Panggil kedua laki-laki secara bersamaan.


Meca pun terkejut saat melihat kedua laki-laki itu sudah berada di depan rumahnya.


Ya,siapa lagi jika bukan Rengga dan Bimo.


Meca heran pada mereka berdua,mengapa mereka tak berhenti untuk menemuinya, setelah kemarin Meca telah membuat mereka kesal kepadanya.


Apalagi yang membuat mereka kembali padanya?


"Mec,gue denger Elo sakit ya? Elo nggak apa-apa kan sekarang?" Tanya Bimo dengan khawatirnya.


"Mec,gue mau bicara sebentar sama Elo." Ucap Rengga kemudian.


Meca pun tak menjawab setiap ucapan yang dilontarkan oleh Rengga maupun Bimo. Ia hanya diam sambil menatap mereka dengan tatapan kesal.


"Gue kan udah bilang,jangan bertemu sama gue. Kalau kalian terus nemuin gue,kapan kalian akan lupakan gue?" Ucap Meca.


Meca pun tampak menghela nafas sekejap,lalu berucap kembali " Sebaiknya kalian pergi sana!! Jangan buang waktu kalian untuk bertemu sama gue!!


Setelah menyuruh mereka pergi,Meca pun langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan mereka tanpa berpamitan. Walaupun Meca terlihat jahat terhadap mereka,tetapi Ia sudah tidak punya pilihan lagi untuk menemukan cara supaya mereka melupakannya. Mungkin dengan membuat mereka benci kepadanya,mereka akan segera melupakannya.


"Mec!! Elo sadar nggak kalau Elo sekarang benar-benar egois?" Tanya Bimo dengan suara cukup lantang,karena Meca sudah jauh dari hadapannya.


Mendengar ucapan Bimo,Meca pun menghentikan langkahnya sejenak lalu berbalik badan untuk menghadap ke arah Bimo.


"Iya bener. Gue sekarang emang egois kok,jadi benci aja sama gue." Ketus Meca lalu berbalik badan dan melanjutkan kembali perjalanannya.


"Lagi-lagi Elo pakai cara keras untuk menenangkan Meca. Elo pikir Meca akan kembali seperti semula kalau Elo terus jelek-jelekin dia kayak gitu?" Tanya Rengga.


Mendengar pertanyaan Rengga,Bimo pun hanya diam tanpa ingin untuk menjawab pertanyaanya.


"Kita harus pikir cara yang baik untuk merubah Meca seperti dulu lagi." Ucap Rengga kemudian.


Tanpa menoleh ke arah Rengga,Bimo pun menyahut ucapan Rengga barusan "Buat cara apapun,sepertinya tidak akan merubah Meca seperti dulu lagi,karena gue tahu Meca adalah cewek keras kepala. Dia nggak mudah terpengaruh oleh orang lain.


"Lihat kan!! Elo jelek-jelekin Meca lagi." Ucap Rengga sambil menunjuk Bimo dengan jari telunjukknya.


Bimo pun menoleh ke arah Rengga dengan tatapan sinis,seraya berkata "Diam bisa nggak?"


Lalu Bimo pun memutuskan pergi dari hadapan Rengga dan kembali lagi ke dalam mobilnya.


"Eh,Elo mau kemana? Tidak bisakah kita bekerja sama?" Tanya Rengga sambil berdiri di luar mobil Bimo.


Bimo pun tak menggubris ucapan Rengga. Ia malah menghidupkan mesin mobilnya lalu menyetir mobilnya untuk pergi dari rumah Meca dan pergi dari Rengga pastinya.


"Hei!!" Teriak Rengga saat mobil Bimo mulai berjalan.


Teriakan Rengga tidak dapat menghentikan Bimo untuk pergi. Tetap saja,Bimo tak merespon ucapan Rengga sedikitpun.


"Ck..ck...ck...dia sendiri yang bilang kalau Meca itu keras kepala,tapi dia nggak sadar kalau dia sendiri juga keras kepala." Ucap Rengga sambil geleng-geleng kepala melihat perilaku Bimo.


******


Jangan Lupa klik ikon ๐Ÿ‘๐Ÿปuntuk menaikkan popularitas novel saya....


Happy reading ๐Ÿ˜