ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Kesal



Saat Meca melihat anak perempuan itu hampir menyelsaikan makannya, tiba-tiba ia teringat kalau ia harus kembali ke ruang taekwondo untuk melanjutkan kegiatannya.


"Kamu terusin makannya ya kakak mau masuk dulu. Inget dihabisin ya jangan sampai mubazir." Kata Meca pada anak kecil itu dengan ramah.


"Iya Kakak cantik." Kata anak perempuan itu dengan menekankan kata cantik pada Meca.


Meca pun tersenyum menanggapi anak kecil yang bicara cantik padanya.


"Kakak ini sisa sedikit,tapi nanti aku makan lagi kok. Sekarang aku mau pergi cari sampah dulu." Kata anak perempuan itu pada Meca.


"Owh yaudah,hati-hati ya." Kata Meca dengan ramah.


Anak perempuan itu pun hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.


Anak perempuan itu menoleh dan melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan. Meca pun membalas dengan melambaikan tangannya.


Saat ia akan balik badan tiba-tiba Bimo sudah ada dihadapannya dan terkejut karena Bimo berdiri sangat dekat dihadapannya.ia pun langsung menghindar dengan menarik badannya kebelakang. Memang Bimo tadi setelah melihat keberadaan Meca,ia langsung pergi menghampirinya.


"Kak bisa nggak sih jangan deket-deket." Kata Meca kesal pada Bimo.


"Kenapa emangnya? Lo takut kalau terpesona sama gue ?" Kata Bimo sambil menaikkan alisnya pada Meca.


Meca pun berusaha menahan tawanya,tetapi ia tak bisa dan akhirnya ia tertawa dengan puasnya. Meca pun menggeleng-gelengkan kepalanya karena tak kuat dengan kepercayaan diri Bimo.


Bimo pun melihanya dengan wajah yang kesal. Ia tak pernah dibuat kesal dengan cewek sebelumnya,tetapi semenjak kenal Meca ia terus dibuat kesal olehnya.


"Udah lah Kak, gue mau balik ke ruang taekwondo dulu." Kata Meca masih dengan wajah cengengesan.


"Eh lo kan belum makan,kalau lo pingsan lagi gimana?" Tanya Bimo pada Meca.


"Gue udah makan." Bohong Meca pada Bimo.


"Jangan bohong,lo tadi gue lihat ngasih makanan lo ke anak kecil." Kata Bimo kesal.


"Jangan sok tau deh Kak." Kata Meca dengan kesal lalu pergi meninggalkan Bimo.


Bimo kesal karena Meca sangat cuek padanya lalu ia menghampiri Meca dan mengangkat Meca seperti mengangkat karung beras. Meca ditempatkan di pundaknya dengan kepala Meca yang tergantung di punggung Bimo.


Meca pun teriak-teriak dan memukul punggung Bimo supaya menurunkannya,tetapi cara itu tak berhasil. Bimo tetap tidak mau menurunkannya.Bimo akan menurunkan Meca,jika ia sudah menemukan tempat untuk Meca makan.


Setelah sampai di tempat yang akan Bimo kehendaki, Bimo pun menurunkan Meca ke tempat duduk taman untuk duduk dan memakan nasi pecel yang telah dibelinya. Ia pun berjongkok menghadap Meca sambil menyodorkan nasi pecel yang dibelinya tadi kepada Meca.


"Lo harus makan,kalau nggak makan lo bakal gue angkat seperti tadi." Marah Bimo pada Meca.


"Ini urusan gue Kak,mau makan atau nggak bukan urusan lo. Jangan jadikan gue seperti hewan peliharaan lo yang harus nurut semua kata lo." Kata Meca kesal pada Bimo.


Meca pun beranjak dari tempat duduknya lalu ia pergi meninggalkan Bimo dengan wajah yang kesal.


Bimo pun tak tau apa yang telah dilakukannya sehingga Meca mengira kalau ia menjadikannya sebagai hewan peliharaanya. Padahal ia sangat khawatir dengan Meca,tetapi Meca malah menganggapnya yang bukan-bukan.


Ia pun hanya tersenyum kecut lalu membuang makanan yang sudah dibelinya ke tempat sampah.