ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Berpikir negatif



Meca menggeram kesal mengingat kejadian yang menimpanya di hari pertama Ia masuk kampusnya. Ia harus masuk kelas dengan celana yang basah kuyup. Dan ternyata yang membuat celana Meca basah adalah mobil Bimo.


Bimo menghampiri Meca yang dari tadi terus melihatnya dengan tatapan yang sinis. Bimo pun heran dengan raut muka Meca. Ia berpikir kalaupun Meca suka melihat tampilannya,yang pasti raut muka Meca bahagia. Tetapi ini kenapa Meca terasa ingin menerkamnya?


Bimo dan Dio pun akhirnya menghampiri Meca dan Citra.


"Ada apa dengan mata Elo?" Tanya Bimo dengan sedikit gugup karena melihat tatapan Meca yang melotot.


"Gue ingin memarahi Kakak." Kata Meca sambil menatap Bimo dengan sinis.


"Kenapa?" Tanya Bimo bingung.


"Karena Kakak pernah membuat gue malu saat pertama masuk kampus." Kata Meca dengan nada kesal.


"Maksud Elo?" Tanya Bimo.


"Tau nggak mobil Kakak pernah melewati kobangan air di jalan raya terus air kobangan itu kena ke gue. Jadinya celana gue basah dan gue malu banget." Jelas Meca dengan nada bicara semakin meninggi.


Bimo pun terdiam dan bingung mendengar penjelasan Meca.Bimo terus mengingat kejadian itu,tetapi Ia tetap tidak bisa mengingatnya.


"Mec,kenapa nggak bilang sama gue kalau celana Elo basah. Nanti gue bisa pinjemin celana kan." Kata Citra


"Kak,gue waktu itu belum kenal Kakak kan." Kata Meca


"Oh...iya gue lupa hehe...." Kata Citra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah lah,nggak usah dibahas lagi. Itu juga udah lama kan. Mending kita langsung berangkat aja yok." Ajak Dio


"Iya Mec,keburu malam nanti." Kata Citra.


Meca pun hanya menganggukan kepalanya. Pertanda Ia setuju dengan Dio dan Citra.


Citra pun segera menggandeng tangan Meca untuk segera meninggalkan toserba itu untuk pergi jalan-jalan.


Mobil Citra pergi duluan diikuti dengan mobil Bimo dibelakangnya.


Di Dalam Mobil Citra


Melihat Meca yang terdiam Citra pun akhirnya angkat bicara.


"Mec,Elo masih marah ya sama Bimo?". Tanya Citra


"Nggak sih Kak,cuma masih kesel aja. Habisnya nggak mau bilang maaf apa-apa gitu. Malah diem aja tadi huh..." Kata Meca sambil menghembuskan nafas dengan kasarnya.


"Bimo memang gitu orangnya. Tetapi dia itu orangnya perhatian sebenarnya. Pasti kalau tau mobil dia melewati kobangan air terus ngenai celana Elo. Pasti dia mau tanggung jawab." Jelas Citra sambil menyetir mobilnya.


"Kak,jangan ngebaik-baikin Bimo.Mentang-mentang Kakak pernah suka sama Bimo." Canda Meca


"Nggak Mec. Gue ngomong ini tu sungguhan. Dia itu sangat perhatian banget sama cewek. Makanya dia itu banyak yang naksir. Ya termasuk gue ini." Jelas Citra.


Meca yang mendengar penjelasan Citra pun hanya terdiam. Tiba-tiba Meca mengingat kejadian saat Bimo menjelaskan padanya kalau Bimo tidak ingin menjadikan Meca menjadi hewan peliharaan melainkan Bimo ingin perhatian saja kepadanya.


Meca segera menggeleng-gelengkan kepalanya untuk tidak memikirkan hal itu lagi.


"Enggak-enggak ini pasti cuma modus aja." Batin Meca.


"Kak,apa jangan-jangan Kak Bimo itu perhatian sama cewek cuma modus doang?" Tanya Meca curiga.


"Ya nggak lah Mec,bisa aja memang gitu sifat Bimo." Kata Citra meyakinkan.


Setelah mendengar perkataan Citra,Meca masih tidak yakin dengan sifat Bimo yang perhatian adalah bukan salah satu cara untuk modus ke semua cewek.


Entah kenapa Meca tak bisa berpikir positif pada laki-laki. Ia hanya berpikir kalau laki-laki itu banyak cara untuk bisa banyak mendapatkan cewek. Salah satunya mungkin laki-laki seperti Bimo.