ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 148



Entah apa yang dipirkan oleh Meca maupun Bimo. Setelah lama tidak berjumpa,mereka hanya bertatapan dari mata ke mata tanpa ingin mengeluarkan ungkapan kerinduannya pada satu sama lain.


Sampai,akhirnya Meca lah yang pertama membuka percakapan.


"Apa pertemuan kita ini,sebuah kebetulan?" Tanya Meca.


"Iya. Sebuah kebetulan yang indah." Jawab Bimo sambil tersenyum tipis.


Meca pun menghela nafas sejenak sambil menundukkan kepalanya lalu mendongak kembali menatap Bimo sambil berkata "Apa Elo udah lupakan gue?"


"Belum. Semakin Elo menghilang dari gue,semakin gue susah untuk lupakan Elo. Gue juga nggak tahu kenapa." Sahut Bimo sambil masih tersenyum tipis.


"Gue nggak ngerti lagi harus gimana supaya Elo lupakan gue. Apa gue harus menghilang aja dari bumi ini,supaya Elo lupakan gue?" Ucap Meca


Bimo pun tersentak dengan ucapan Meca yang baru saja dilontarkannya. Arti ucapan Meca itu seakan-akan mengatakan jika Meca ingin mati supaya Bimo bisa melupakannya. Mengapa Meca bisa mengatakan seperti itu,hanya supaya Bimo bisa melupakannya?


"Apa maksud Elo? Gue udah ngomong sebelumnya kan,semakin Elo menghilang semakin gue susah untuk lupakan Elo. Karena Elo akan selalu ada di pikiran gue,Mec." Ucap Bimo.


"Terus gue harus gimana? Segala cara gue coba,supaya Elo bisa lupakan gue,tapi..." Ucap Meca yang belum terselesaikan,karena disela oleh Bimo.


"Kenapa!! Kenapa,gue harus lupakan Elo?? Disaat gue sangat mencintai Elo. Kenapa Elo nggak sadar-sadar kalau gue cinta mati sama Elo??" Tanya Bimo dengan nada bicara meninggi.


Kedua mata Meca pun mulai terlihat berkaca-kaca setelah mendengar ketulusan hati Bimo padanya. Tetapi,Ia tak bisa membiarkan ketulusan yang amat besar dari Bimo hanya untuk wanita sepertinya. Dengan sekuat hati,Meca menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya agar tidak jatuh,lalu mencoba bicara dengan Bimo dengan tenang.


"Apa Elo pikir gue masih cinta sama Elo?? Enggak. Gue nggak cinta sama Elo. Gue benci. Gue benci sama Elo,karena Elo sudah buat gue sedih. Maka dari itu,gue suruh Elo lupakan gue dan pergi dari kehidupan gue. Pergi sana!! Jangan pernah temuin gue!!" Bentak Meca sambil memukul pelan dada Bimo supaya pergi dari hadapannya.


Walaupun Meca terlihat seperti sedang mengusir Bimo,tetapi kenyataanya hati Meca sangat sakit saat mengatakan jika Ia membenci Bimo.


Perkataanya itu sungguh bukan dari lubuk hati Meca,melainkan hanya omong kosong Meca belaka agar Bimo membencinya dan segera melupakannya.


Saat Meca menundukkan kepalanya sambil terus menumpahkan air matanya yang tak bisa dibendung lagi,tiba-tiba Bimo meraih pinggang Meca sampai jaraknya dengan Meca hanya beberapa senti saja.


Lalu,tanpa pikir lama Bimo langsung mengecup bibir Meca dengan kasar tanpa menghiraukan reaksi Meca yang terkejut bukan main.


Meca pun sempat membelalakkan kedua matanya karena terkejut dengan perilaku Bimo yang cukup kasar itu.


Tanpa ampun,Bimo terus mencium bibir Meca dengan kasar walaupun Meca sudah memukul dan mendorong Bimo agar menjauhinya serta berhenti menciumnya.


Di tengah hujan yang mengguyur,Bimo dan Meca masih di bawah payung sambil berciuman seakan-akan tak peduli dengan hujan yang jatuh dari awan.


Dengan sekuat tenaga,akhirnya Meca mampu mendorong Bimo agar berhenti menciumnya dengan kasar.


"Apa Elo gila?" Tanya Meca dengan nada bicara meninggi.


Bimo pun cukup terengah-engah setelah mencium Meca. Ia mengontrol nafasnya sejenak lalu menatap Meca dengan tatapan seriusnya.


"Mec,gue tanya sekali lagi. Apa Elo masih cinta sama gue?" Tanya Bimo dengan tatapan mata serius.


Meca tampak terdiam sesaat lalu berucap kembali pada Bimo "Gue jawab sekali lagi. Gue sudah ngga cinta sama Elo."


Meca tampak bingung dengan maksud perkataan Bimo yang mengatakan jika Ia akan pergi jauh.


"Pergi jauh?" Tanya Meca dengan suara lirih.


"Mec. Jaga diri Elo. Terima kasih atas kehadiran Elo di kehidupan gue selama ini. Gue bersyukur bisa kenal sama cewek kayak Elo. Gue harap Elo ngga benci lagi sama gue. Elo boleh ngga cinta lagi sama gue,tapi Elo jangan benci sama gue. Selamat tinggal." Ucap Bimo.


Lalu Bimo pun meraih tangan Meca untuk memegang payung yang Ia bawa tadi agar Meca tidak kehujanan.


Setelah itu Bimo memilih untuk pergi tanpa membawa payungnya,karena payungnya tadi Ia kasih kepada Meca. Jadi,Bimo membiarkan hujan mengguyur badannya saat Ia akan menuju mobilnya.


Melihat Bimo pergi dari hadapannya,Meca hanya diam dan bingung dengan apa yang akan dilakukannya. Ia berdiri diam seperti orang bodoh sambil membawa payung di tangan kanannya.


Meca masih tergiang-ngiang soal ucapan Bimo yang mengatakan jika Ia akan pergi jauh.


Meca pun juga tak sempat menanyakan kemana Bimo akan pergi,sehingga Bimo mengatakan jika Ia akan pergi jauh.


Lagipula,Bimo juga tak menjawab saat Meca menanyakan maksud perkataan Bimo tersebut dan malah mengalihkan pembicaraan.


Entah kenapa Meca merasa sedih dan terus mengeluarkan air matanya saat Bimo pergi dari hadapannya.


Bukankah ini yang diiinginkan Meca? Tetapi,mengapa malah Ia merasa sedih dan hatinya serasa hancur saat harus benar-benar berpisah dengan Bimo?


Meca masih terdiam di tempatnya berdiri tadi tanpa ingin mengejar Bimo untuk mendapat penjelasan darinya. Bahkan,untuk menoleh ke arah Bimo pun tidak.


Sampai Bimo telah membawa mobilnya pergi,baru Meca menoleh ke arah mobil Bimo yang telah menjauh darinya itu.


Sedangkan Bimo masih melihat Meca dari spion kaca mobilnya sampai mobilnya melaju cukup jauh.


Tak hanya hati Meca saja yang hancur,tetapi hati Bimo pun sama hancurnya saat hubungannya dengan Meca semakin kacau seperti ini.


Apalagi,Meca mengatakan jika Ia tidak mencintai Bimo lagi dan lebih parahnya lagi membencinya.


Entah yang dikatakan Meca itu berasal dari lubuk hatinya atau tidak,tetapi perkataan Meca itu cukup membuat hati Bimo sakit.


Mungkin saat inilah,Bimo harus pergi melupakan Meca dan segera meninggalkannya.


******


Gimana,gimana???๐Ÿค”๐Ÿค”


Menurut readers apa yang akan terjadi setelah ini??


Ikutin terus ceritanya dan tunggu kelanjutan cerita dari novel ini!!๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ


Jangan lupa klik ikon ๐Ÿ‘๐Ÿปuntuk menaikkan popularitas novel saya..


Happy reading ๐Ÿ˜๐Ÿ˜