ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Meca Suka?



Setelah kondisi badan Meca lebih enakan,Meca pun keluar dari UKS dan kembali mengikuti kelasnya.


Tak terasa kelasnya pun sudah selesai. Itu artinya waktu pulang kuliah tiba.


Meca berjalan keluar dari ruang kelasnya.


Ia harus menuruni tangga untuk menuju ke lapangan kampus dan baru bisa keluar dari kampusnya.


Saat Ia menuruni tangga,ada seseorang cewek yang memanggilnya dengan lantang.


"Meca...." Teriak seorang cewek pada Meca.


Meca pun langsung menoleh ke sumber suara. Meca langsung tersenyum melihat seorang cewek yang menghampirinya itu,karena seorang cewek itu adalah cewek yang sering Ia lindungi dari Angel yaitu Dhira.


"Hai....Ada apa?" Tanya Meca pada Dhira yang mulai mendekatinya.


"Meca...Gue tadi denger Elo di ancem sama Angel lagi ya? Maaf ya Elo jadi di ancem sama Angel gara-gara gue." Kata Dhira.


Flashback On


Dhira pergi ke perpustakaan untuk mencari buku referensi tugasnya di kampus.


Setelah Ia menemukannya,Ia pun duduk di kursi untuk membaca buku referensi itu.


"Eh,Elo tau nggak?Gue tadi denger-denger Si Angel ancam Meca." Kata seorang cewek yang ada di dekat Dhira.


"Masa?Gue nggak tahu nih... Kita ketinggalan informasi gara-gara kita mengerjakan tugas di sini." Sesal teman cewek tadi.


Dhira yang mendengarnya pun langsung terkejut. Ia khawatir sama Meca,jika Angel nantinya lebih jahat lagi sama Meca.


Tanpa pikir panjang,Dhira langsung pergi dari perpustakaan dan mencari Meca untuk bertanya tentang kejadian sesuguhnya.


"Nggak kok....bukan gara-gara Elo Angel ancam gue. Biasa lah ancem soal rumor gue sama Kak Bimo." Jelas Meca


"Bukannya rumor itu sudah nggak ada ya?" Tanya Dhira bingung.


"Dia punya foto gue sama Bimo lagi berduaan. Dia memang pantas jadi paparazzi." Kata Meca sambil tertawa pelan.


"Jadi Elo lagi jalan sama Bimo terus salah satu dari mereka diam-diam memotret Elo sama Bimo yang lagi berduaan?" Tanya Dhira


"Ya bener. Padahal Gue sama Bimo cuma sebatas te...." Kata Meca terpotong karena tiba-tiba Ia mengingat Bimo mengungkapkan perasaan cintanya pada Meca saat di UKS tadi.


Meca menggelengkan-gelengkan kepalanya untuk mencoba menghilangkan ingatannya pada ucapan Bimo tadi.


"Meca....Elo nggak apa-apa?" Tanya Dhira.


"Dhir... gue boleh tanya nggak?" Tanya Meca.


"Boleh kok." Kata Dhira.


"Gue punya temen kan. Dia temen SMP gue. Dia curhat sama gue. Dia ditembak sama cowok,cowoknya itu selalu perhatian kepadanya. Sebeanrnya tipe idealnya temen gue tu si cowok itu, Tetapi temen gue belum tahu dia punya perasaan yang sama nggak sama cowok yang menembaknya tadi. Kalau menurut Elo apa yang harus temen gue lakuin pada cowok yang menembaknya tadi?" Tanya Meca.


"Tapi kenapa Elo bertanya sama gue?" Tanya Dhira bingung.


"Karena temen gue butuh jawaban gue. Sedangkan gue nggak tahu mau jawab apa. Jadi gue tanya aja sama Elo." Jawab Meca.


"Oh...kalau menurut gue sih ya...temen Elo tu sebenarnya suka sama cowok itu. Buktinya dia ngomong kalau cowok itu tipe idealnya. Mungkin temen Elo belum bisa ngrasain cintanya aja sama cowok itu. Pasti lama-kelamaan temen Elo bakal tahu sendiri." Jelas Dhira.


"Oh... begitu. Terima kasih Dhir...nanti bakal gue sampaiin ke temen gue. Ya udah gue duluan yah.. Da..da....." Kata Meca sambil mengibaskan tangannya pertanda isyarat Da..da...


Dhira hanya menganggukkan kepalanya dengan raut muka bingung karena perilaku Meca yang tiba-tiba gugup dan buru-buru pergi dari hadapannya setelah mendengar penjelasannya.