ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Pernyataan Cinta Citra



Meca pun hanya pasrah saat ia diminta untuk menemani Bimo untuk bertemu Citra.


Terlihat Citra yang masih duduk di kursi taman dengan menundukkan kepalanya.


Meca dan Bimo pun mendekati Citra.


Meca langsung terkejut karena mendapati Citra sedang menangis. Ia pun langsung melepaskan genggaman tangan Bimo dan langsung menghampiri Citra yang sedang duduk.


Meca pun ikut duduk disamping Citra.


"Kak,kenapa kok nangis?" Tanya Meca pada Citra.


"Meca,maafin gue ya udah manfaatin Lo untuk kepentingan gue sendiri." Kata Citra sambil menghapus air matanya.


Meca pun bingung mendengar permintaan maaf dari Citra. Ia pun langsung curiga pada Bimo kalau Bimo yang membuat Citra menangis.


"Kak,apa yang Lo lakuin ke Kak Citra?" Tanya Meca pada Bimo.


"Inilah tujuan gue bawa Lo kesini. Gue mau jelasin semuanya sama kalian." Jelas Bimo pada Citra dan Meca.


Bimo pun mendekati Citra dan meminta Citra untuk berdiri. Citra pun langsung menurutinya.


"Cit,sebelumnya gue minta maaf kalau udah bikin Lo nangis. Kalau Lo emang mau ada urusan sama gue,Lo nggak perlu nyuruh orang lain untuk membujuk gue. Lo bisa langsung temuin gue." Jelas Bimo pada Citra.


"Ya gue juga minta maaf atas perilaku gue. Gue nggak akan nglakuin hal yang sama lagi." Kata Citra.


"Oh iya kan masalah juga udah selesai,gimana kalau Kak Citra lanjutin tujuan Kakak nemuin Kak Bimo." Saran Meca pada Citra.


Meca pun langsung berdiri lalu menjauhi Citra dan Bimo. Ia tak mau jadi obat nyamuk disana. Setelah lumayan jauh dari mereka Meca pun mengisyaratkan dengan cara mengacungkan jempol untuk menandakan Citra bisa mulai untuk menembak Bimo.


Bimo dan Citra pun hanya tersenyum melihat kelakuan Meca.


Citra pun akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan cintanya pada Bimo.


"Maaf Cit,gue nggak bisa balas rasa suka Lo lebih dari teman." Jawab Bimo


"Jadi maksud Lo gue hanya Lo anggap sebagai teman dan nggak punya rasa cinta sama gue?" Tanya Citra pada Bimo.


"Iya,karena gue udah punya orang yang gue sukai." Kata Bimo sambil menoleh kearah Meca,tetapi Meca tak tahu kalau Bimo menoleh kepadanya karena memang Meca tidak menguping pembicaraan Citra dan Bimo.


Melihat Citra yang tampaknya tahu kalau yang disukai Bimo adalah Meca. Bimo pun langsung mengangkat jari telunjuknya ke bibirnya untuk menyuruh Citra diam.


Citra pun langsung memahaminya.


Meca pun sesekali melihat Citra dan Bimo namun,Ia bingung mengapa tiba-tiba Citra dan Bimo diam satu sama lain.


Akhirnya Meca pun menghampiri mereka.


"Apakah udah selesai?" Tanya Meca pada Citra dan Bimo.


"Udah Kok Mec,gue duluan ya." Kata Citra sambil melangkahkan kakinya buru-buru untuk pergi dari taman itu.


Meca pun akan menghampiri Citra tetapi dicekal oleh Bimo.


"Jangan Lo kejar! biar dia tenangin diri dulu." Saran Bimo pada Meca.


"Apa itu artinya Kakak tadi nggak nerima perasaanya Kak Citra?" Tanya Meca pada Bimo.


"Iya." Jawaban singkat Bimo.


"Kenapa? Padahal kan Kak Citra itu cantik dan lumayan baik kok dan paling penting Ia orang yang percaya diri." Jelas Meca pada Bimo.


"Karena gue nggak suka sama dia,walaupun dia menurut Lo baik dan cantik kalau namanya nggak suka terus mau dibilang apa." Kata Bimo.


Meca pun tak bisa berkata-berkata. Ia juga tau kalau perasaan cinta itu tidak bisa dipaksakan.