
Meca berjalan dengan santainya tanpa menghiraukan Bimo yang mengikutinya dari belakang.
Ia tetap tidak mau mengikuti permintaan Bimo yang ingin mengantarnya ke kampus bersama.
Kejadian kemarin di toserba masih terngiang-ngiang di kepalanya. Ia masih belum bisa melupakannya. Wajar saja,memang Meca pertama kali mendapat ciuman dari seseorang laki-laki. Sejak saat masih SMA,Ia tak pernah bergaul dengan laki-laki,apalagi berpacaran. Jadi karena itulah Meca merasa takut jika dekat-dekat dengan laki-laki.
"Mec,Elo nggak mau gue anter ke kampus?" Tanya Bimo sambil berjalan mengikuti Meca disampingnya.
Meca pun menghentikan langkahnya,lalu menoleh pada Bimo.
"Gue kan udah ngomong tadi,Kakak perlu nganter gue. Gue bisa berangkat sendiri." Jawab Meca dengan nada bicara penuh penekanan.
"Ya udah lah,gue mau naik bis aja berangkatnya." Kata Bimo.
"Apa? Gue kan udah bilang,Gue bisa berangkat sendiri." Kesal Meca.
"Gue mau naik bis,apa hubungannya sama nganter Elo? Elo pikir,gue ngikutin elo gitu? Ha...ha...ha... Jangan kepedean." Kata Bimo.
Setelah meledek Meca,Bimo pun pergi dari hadapan Meca dengan santainya.
Meca sangat kesal setelah melihat perlakuan Bimo padanya.
"Ah....dasar laki-laki ngeselin. Jelas-jelas dia yang mau deketi gue. Malah dia yang nyebut gue kepedean. Sebenarnya Kak Bimo punya berapa cara sih buat deketin gue?" Gumam Meca sambil melihat Bimo yang berjalan di depannya.
Merasa usahanya berhasil,Bimo senang sehingga berjalan pun sambil senyum-senyum sendiri.
Meca pun dengan terpaksa berangkat ke kampus bersama Bimo.
Ia berjalan mengikuti dari belakang Bimo.
"Gimana kalau Meca lari,kalau berjalan di belakang gue." Gumam Bimo sambil menoleh kebelakang untuk sesekali melihat Meca.
Setelah lama berpikir,Bimo akhirnya menemukan ide brilian supaya Ia bisa mengikuti Meca dari belakang.
Bimo pun berjongkok dan berpura-pura membenarkan tali sepatunya yang Ia lepas tadi.
Meca pun mulai berjalan mendekati Bimo.
Ia pun menghentikan langkahnya saat melihat Bimo membenarkan tali sepatunya.
Melihat Meca berhenti untuk melihatnya,Bimo pun berpikir untuk mengelabuhi Meca lagi.
"Kenapa Elo berhenti? Mau nungguin gue?" Tanya Bimo dengan senyum nakalnya.
"Enggak kok. Jangan kepedean!" Kata Meca dengan kesal lalu pergi meninggalkan Bimo.
Bimo pun hanya tersenyum melihat Meca yang kesal terhadapnya.
Sebelum Meca menjauh,Bimo pun segera mengikat tali sepatunya dengan cepat lalu berlari untuk mengikuti Meca.
Bimo pun mengikuti Meca dari belakang sampai menuju tempat pemberhentian bus yaitu halte.
Setelah beberapa menit berjalan,Meca pun sampai duluan di halte lalu disusul dengan Bimo.
"Hai..." Sapa Bimo yang baru datang,lalu berdiri di samping Meca.
Meca hanya melirik Bimo dengan tatapan malas sambil memutar bola matanya.
Tak lama bis pun tiba di halte,Meca ingin segera masuk ke dalam bis. Tetapi karena banyak orang yang ingin naik bis lebih dahulu supaya mempunyai tempat duduk,akhirnya semua orang berdesak-desakkan memasuki bis.
Meca pun sampai disenggol kesana kemari oleh orang-orang yang berdesak-desakkan itu.
Tiba-tiba Ada salah satu orang yang berbadan kekar ingin masuk duluan ke dalam bis,Ia tak sengaja menyenggol Meca dengan tenaga kuatnya lalu Meca pun kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh.
Tolong like dan Vote 🤗🤗