ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bimo VS Rengga



Meca pun masuk ke dalam mobil Rengga,begitu juga dengan Rengga.


Meca langsung memakai sabuk pengamannya.


Rengga juga memakai sabuk pengamannya,setelah itu langsung menyalakan mesin mobilnya untuk berangkat ke kampus xxxxx.


............


Setelah beberapa menit di dalam mobil dan mendapat arahan alamat ke kampus dari Meca,akhirnya Meca dan Rengga pun sampai di kampus xxxxx.


Begitu sampai,mereka langsung keluar dari mobil.


Meca pertama kali yang keluar dari mobil Rengga. Disusul dengan Rengga setelahnya.


"Makasih udah beri tumpangan. Gue duluan.." Kata Meca lalu melangkahkan kaki hendak pergi dari hadapan Rengga.


"Eh... tunggu,anterin gue untuk daftar ke kampus ini dulu." Kata Rengga sambil menarik tangan Meca agar tidak pergi dahulu.


"Apa Elo seorang anak kecil yang harus dianterin kemana aja?. Emang Elo nggak bisa sendiri apa? Maaf,gue nggak bisa gue harus ke kelas." Jelas Meca.


"Dan juga lepasin tangan gue!" Suruh Meca pada Rengga.


"Gue nggak akan lepasin tangan Elo,sebelum Elo anterin gue." Ancam Rengga dengan masih memegang erat tangan Meca.


"Dasar....lepasin!"Teriak Meca pada Rengga.


Dari kejauhan tampak seseorang laki-laki yang sedang memperhatikan Meca dan Rengga yang sedang bertengkar.


Ia menggeram kesal melihat Meca disentuh oleh laki-laki lain.


Ia pun langsung berlari menghampiri Meca dan Rengga.


Bug...


Sebuah pukulan mendarat di pipi Rengga.


Rengga pun langsung jatuh tersungkur ke tanah.


Meca pun langsung terkejut bukan main. Ia langsung menoleh pada orang yang memukul Rengga sampai jatuh tersungkur ke tanah.


"Kak,apa yang Elo lakuin?" Tanya Meca dengan terkejut.


Siapa lagi yang sering dipanggil kakak oleh Meca selain Bimo. Laki-laki yang memukul Rengga sampai jatuh tersungkur.


"Apa yang mau laki-laki ini lakuin sama Elo?" Tanya Bimo balik pada Meca.


Bug..


Bimo pun langsung memegang tepi bibirnya setelah terkena pukul oleh Rengga. Ia mengusap bibirnya dan ternyata bibirnya berdarah setelah terkena pukul tadi.


"Ahh....Sialan.."Umpat Bimo pada Rengga.


Ia hendak membalas pukulan Rengga tadi.


"Berhenti!" Teriak Meca pada Rengga dan Bimo.


Bimo dan Rengga langsung menoleh pada Meca.


"Jangan berkelahi!Elo udah kena pukul dan juga Kak Bimo udah kena pukul juga.


Bukannya udah imbang?" Tanya Meca pada Rengga dan Bimo.


" Mec,gue harus lawan laki-laki sialan ini biar dia nggak ngusik Elo lagi." Kata Bimo.


"Hei! Elo sebut gue apa?" Marah Rengga hingga ingin memukul Bimo,tetapi lagi-lagi dihentikan oleh Meca.


"Udah cukup! Oiya...Elo tadi kan minta tolong buat anterin Elo daftar ke kampu ini,kebetulan Kak Bimo adalah senior,jadi Elo bisa minta tolong sama dia." Kata Meca pada Rengga.


"Apa?" Tanya Bimo dengan terkejutnya.


Sama halnya dengan Rengga setelah mendengar perkataan Meca.


" Dengan cara Ini,bisa menjalin hubungan kalian menjadi lebih baik dan sekalian kalian bisa kenalan. Ya udah gue duluan...Inget jangan berkelahi lagi!" Kata Meca lalu pergi meninggalkan Rengga dan Bimo yang sedang bengong.


Setelah Bimo dan Rengga bengong tidak jelas mereka lalu saling tatap dengan tatapan tajam.


"Jangan deketin Meca lagi!" Ancam Bimo pada Rengga.


Lalu Bimo pun meninggalkan Rengga. Ia tidak menuruti permintaan Meca tadi.


Lagian siapa yang mau membantu orang yang sudah jadi musuhnya.


"Kayaknya itu pacarnya,tapi kenapa cewek itu masih dijodohin sama gue?" Gumam Rengga sambil menatap punggung Bimo dari kejauhan.


Lalu Rengga pun pergi ke memasuki kampus untuk segera mendaftarkan diri untuk kuliah di kampus ini.


Tolong Like dan Vote🤗🤗